<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431</id><updated>2011-12-17T09:49:58.386+07:00</updated><category term='Trawl'/><category term='Perikanan'/><category term='Kapal'/><category term='Purse Seine'/><category term='GillNet'/><category term='Jurnal'/><category term='Bahan Ajar NPL'/><title type='text'>PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP</title><subtitle type='html'>NAUTIKA PERIKANAN LAUT, PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>62</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-1290434104457326079</id><published>2011-11-29T04:53:00.001+07:00</published><updated>2011-11-29T04:57:58.063+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal'/><title type='text'>THESIS: BIODIVERSITAS PARASIT PADA IKAN YANG TERTANGKAP DI TELUK PENYU, CILACAP SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Abstrak&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teluk Penyu Cilacap merupakan lingkungan perairan yang unik dan rentan terhadap perubahan dan pencemaran karena merupakan area interaksi antara daratan dan lautan. Hal tersebut dapat berdampak pada menurunnya kualitas perairan. Organsime rentan yang  hidup di perairan tersebut akan merespon adanya perubahan kualitas perairan. Parasit merupakan organisme yang lebih rentan dibandingkan dengan inangnya (ikan) sehingga nilai biodiversitasnya dapat dijadikan suatu indikator kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui penggunaan nilai indeks biodiversitas parasit sebagai bioindikator kualitas perairan di Teluk Penyu, Cilacap. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel ikan secara purposive sampling yaitu ikan Upeneus vittatus dari familia Mullidae dan ikan Atule mate serta Caranx sexfasciatus dari familia Carangidae. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai dengan September 2008. Jumlah ikan yang diambil sebagai sampel adalah 20 ekor untuk setiap spesies. Berdasarkan hasil analisis nilai indeks biodiversitas diketahui bahwa keragaman parasit pada ikan Upeneus vittatus lebih rendah dibandingkan Atule mate dan Caranx sexfasciatus, namun mempunyai kesamaan nilai ragam parasit antara dua jenis ikan yang terakhir. Meskipun terdapat perbedaan nilai keragaman parasit yang terdapat pada ikan U. vittatus dengan 2 jenis ikan yang lainnya, namun hasil analisis prevalensi, mean intensity, abundance dan pola distribusi parasit pada ketiga jenis ikan menunjukkan bahwa stadium hidup bebas parasit mempunyai frekuensi menginfeksi (prevalensi) dengan kemampuan menginfeksi yang sama tinggi (mean intensity) sehingga berhasil memantapkan kehadirannya dalam bentuk kelimpahan (abundance)  pada seluruh individu inang (limpah dispersi). Dengan demikian, diketahui bahwa kondisi perairan Teluk Penyu tergolong baik, dengan kisaran nilai biodiversitas antara 1,27 sampai 1,77. Berdasarkan urairan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa nilai indeks biodiversitas parasit ikan dapat dijadikan bioindikator kualitas perairan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://adf.ly/3vXlO" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Selengkapnya...&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-1290434104457326079?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/1290434104457326079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2011/11/thesis-biodiversitas-parasit-pada-ikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/1290434104457326079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/1290434104457326079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2011/11/thesis-biodiversitas-parasit-pada-ikan.html' title='THESIS: BIODIVERSITAS PARASIT PADA IKAN YANG TERTANGKAP DI TELUK PENYU, CILACAP SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-2567448472833152569</id><published>2011-11-23T19:38:00.001+07:00</published><updated>2011-11-23T19:42:29.282+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>DUA SPESIES IKAN KARANG DITEMUKAN DI LAMALERA</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://bangzabar.blogspot.com/" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/11/23/1704226620X310.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Wilayah Lamalera di Nusa Tenggara Timur dikenal sebagai salah satu perairan yang kaya akan keanekaragaman hayati. Area tersebut sering dikenal sebagai jalur migrasi paus sperma (&lt;em&gt;Physeter macrocephalus&lt;/em&gt;). Di sana pula aktivitas berburu paus sperma sering berlangsung.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Ekspedisi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Kendari dan Lamalera berhasil mengungkap keunikan Lamalera bukan sekadar jalur migrasi paus sperma. Wilayah ini juga menjadi habitat bagi aneka ragam ikan karang yang khas.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Dua spesies ikan karang, yang persebarannya terbatas, telah ditemukan di wilayah itu. Spesies ikan tersebut adalah&amp;nbsp;&lt;em&gt;Cirriailabrus flavidorsalis&amp;nbsp;&lt;/em&gt;dan&amp;nbsp;&lt;em&gt;Cyprinocirrhites polyactis&lt;/em&gt;. Ikan ini diketahui hanya menyebar di Indonesia dan Filipina.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;"Ini kami temukan di kedalaman 5-7 meter. Jadi termasuk ikan dangkal. Ikan ini tidak ditemukan di semua tempat, hanya di&amp;nbsp;&lt;em&gt;spot&amp;nbsp;&lt;/em&gt;tertentu," kata Mohammad Adrim, peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, saat dihubungi&amp;nbsp;&lt;em&gt;Kompas.com&lt;/em&gt;, Rabu (23/11/2011).&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Adrim mengatakan, dua jenis ikan yang ditemukan hanya berukuran sebesar ibu jari hingga jari telunjuk. Ikan ini berwarna selang-seling, paduan warna putih dan coklat kemerahan. Menurut Adrim, ikan tersebut hidup di perairan yang suhunya relatif lebih rendah.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Spesies ikan serupa pernah ditemukan di Bali. Penemuan spesies ikan tersebut di Lamalera adalah kali pertama. Jadi, ini adalah rekor baru untuk spesies tersebut. Menurut Adrim, ikan ditemukan di perairan yang kondisi terumbu karangnya masih bagus.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;"Kami juga menemukan bekas bom pada karang-karang. Jumlahnya tidak banyak tetapi ada. Beberapa di antaranya baru. Karang yang dibom kelihatan gundul," ujar Adrim. Ia mengatakan, adanya bekas bom menunjukkan bahwa aktivitas penangkapan ikan yang tak ramah lingkungan masih berlangsung.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Adrim menjelaskan, penangkapan ikan dengan bom adalah salah satu ancaman bagi kelestarian spesies ikan yang ditemukan. Ancaman lain adalah eksploitasi ikan untuk komoditas ikan hias meski saat ini jumlahnya belum terlalu banyak.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://sains.kompas.com/read/2011/11/23/17184028/Dua.Spesies.Ikan.Karang.Ditemukan.di.Lamalera"&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-2567448472833152569?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/2567448472833152569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2011/11/dua-spesies-ikan-karang-ditemukan-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/2567448472833152569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/2567448472833152569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2011/11/dua-spesies-ikan-karang-ditemukan-di.html' title='DUA SPESIES IKAN KARANG DITEMUKAN DI LAMALERA'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-8114217873226639213</id><published>2011-11-21T23:12:00.001+07:00</published><updated>2011-11-21T23:22:15.052+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>TIGA PILAR KEBIJAKAN KELAUTAN NASIONAL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Sumberdaya perikanan juga memiliki potensi yang sangat besar. Hasil riset komisi stokikan nasional menyebutkan bahwa stok sumber daya perikanan Nasional diperkirakansebesar 6,4 juta ton per tahun. Hal ini tentu estimasi kasar karena belummencakup potensi ikan didaratan (inland waters fisheries). Demikian juga dengansumber daya kelautan lainnya seperti sumber daya minyak yang berkontribusisecara signifikan terhadap total produksi minyak dan gas (67%), gas danmineeral laut lainnya, dan potensi material untuk bioteknologi lainnya yangdiperkirakan mrncapai kapitalisasi pasar triliunan rupiah. Total kontribusisektor perikanan dan kelautan terhadap PDB nasional mencapai 25% lapanganpekerjaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-eqBEcHhwP0Y/Tsp5S_p29OI/AAAAAAAABlA/OJ-6trlDzBc/s1600/Segitiga+Pilar.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="226" src="http://1.bp.blogspot.com/-eqBEcHhwP0Y/Tsp5S_p29OI/AAAAAAAABlA/OJ-6trlDzBc/s320/Segitiga+Pilar.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tiga garis dasarpengelolaan merupakan gambaran mengenai tiga komponen pengelolaan yang satusama lain saling keterkaitan. Dengan adanya pengelolaan maka dari ketigakomponen tersebut tidak ada yang dirugikan, karena ketiga komponen tersebut salingmendukung. Dalam kegiatan pengelolaan sumber daya ketiga komponen ini merupakanhal yang memang harus diperhatikan karena didalamnya sudah terdapat beberapaaspek penting yang diperlukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Baik tidaknya ketigakomponen tersebut akan dapat berpengaruh terhadap kegiatan pengelolaan itusendiri, oleh sebabitu ketiga komponen tersebut haruslah benar-benardiperhatikan. Adapun ketiga komponen yang dimaksud adalah lingkungan, sosial,dan ekonomi. Adapun penjelasan lebih lengkapnya akan dijelaskan seperti dibawahini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;A).&amp;nbsp; Lingkungan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dalam kegiatanpengelolaan sumber daya haruslah memperhatikan lingkungan dimana dilakukankegiatan pengelolaan sumber daya tersebut. Maksudnya dalam melakukan kegiatanpengelolaan sumber daya haruslah diperhatikan kelangsungan dan kelestarian darilingkungannya sehingga sumber daya yang dikelola tersebut dapatberkesinambungan atau dapat berkelanjutan. Dengan demikian maka dalampemanfaatan serta pengelolaan sumber daya tersebut dalam dirasakan dalam waktuyang lama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pengelolaan sumberdaya yang memperhatikan lingkungan yang akhirnya dapat menjaga kelestarian dankelangsungan dari lingkungan tersebut, sehingga hasil dari pengelolaan tersebutdapat dirasakan oleh generasi selanjutnya. Dengan demikian maka dalam kehidupansosial tidak merasa ada yang dirugikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Demikian juga biladipandang dari segi ekonomi, apabila dalam pengelolaan sumber daya lingkungandiperhatikan kelangsungan serta kelestariannya maka untuk melakukan pelestariandan perbaikan kembali terhadap lingkungan yang rusak akibat dari pengelolaanyang tidak bertanggung jawab dapat dikurangi bahkan tidak ada. Sehingga biayauntuk menjaga kelestarian lingkungan akibat dari pngelolaan dan pemanfaatansumber daya dapat dikurangi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;B).&amp;nbsp; Sosial&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pengelolaan sumberdaya merupakan suatu proses yang panjang dan melibatkan banyak pihak, mulaidari perencana, pelaksana hingga masyarakat sekitar&amp;nbsp; yang merasakan dampak dari kegiatanpengelolaan tersebut. Ini semua tidak lepas dari kehidupan sosial dimana semuapihak tidak ada yang merasa dirugikan. Oleh sebab itu, maka dalam pengelolaansumber daya pihak pengelola harus memperhatikan kehidupan sosial dankesejahteraan serta kelangsungan masyarakat sekitarnya. Apabila kehidupansosial disekitarnya dapat terkendali maka proses pengelolaan dapat berjalandengan lancar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dengan memperhatikankehidupan sosial masyarakat sekitar maka kesejahteraan masyarakat dapatterwujud. Dengan masyarakat yang sejahtera maka tingkat ekonominya secaraotomatis terangkat pula, sehingga dapat menaikkan taraf hidup masyarakat yangakhirnya dapat membantu dalam upaya pengentasan kemiskinan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kehidupan sosial yangbaik dampak dari pengelolaan sumber daya dapat menciptakan lingkungan yangbaik. Maksudnya bila kehidupan sosialnya sudah baik maka upaya dalampemeliharaan kelestarian lingkungan dapat dilaksakan lebih mudah, karena adanyadukungan dari masyarakat sekitar. Apabila kehidupan sosial masyarakatnya tidakdiperhatikan, tidak menutup kemungkinan lingkungan tempat pengelolaan dapatrusak akibat dari ulah masyarakat yang ikut memanfaatkannya karena merekamerasa dirugikan atau tidak diperhatikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;C).&amp;nbsp; Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setiap kegiatan tidakterlepas dari ekonomi atau biaya, karena lancar tidaknya suatu kegiatan banyakdipengaruhi oleh ekonomi atau biayanya. Demikian juga dengan kegiatanpengelolaan sumber daya tidak lepas dari yang namanya ekonomi atau biaya.Tetapi ekonomi yang dimaksud disini adalah ekonomi yang tercipta karena dampakdari kegiatan pengelolaan sumber daya tersebut, dengan kata lain kegiatanpengelolaan ini haruslah memperhatikan atau membawa dampak yang baik terhadapperekonomian. Dengan perekonomian yang baik maka kegiatan pengelolaan sumberdaya akan dapat berjalan dengan lancar dan dapat berkesinambungan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pengelolaan sumber daya yang membawa dampakyang baik bagi perekonomian akan mempengaruhi lingkungan, dimana dengan ekonomiyang baik maka upaya pemeliharaan dan pelestarian lingkunga dapat lebihdiperhatikan. Apabila ekonomi tidak baik maka lingkungan akan terancam rusakkarena desakan kebutuhan&amp;nbsp; maka segalacara dilakukan untuk memenuhinya walaupun itu merusak lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seperti telahdijelaskan diatas bahwa pengelolaan ini merupakan suatu proses yang panjang danmelibatkan banyak pihak, maka dengan ekonomi yang baik akibat dari pengelolaanini akan ikut membawa taraf kehidupan yang lebih baik. Sehingga kehidupansosial masyarakat akan lebih meningkat yang dapat mempengaruhi keharmonisanhidup bermasyarakat. Dengan demikian maka hasil dari pengelolaan ini nantinyaakan dapat dirasakan oleh generasi-generasi selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Darihasil analisis pengelolaan sumber daya diatas maka dapatlah diambil beberapakesimpulan, yaitu sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 1.0cm; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list 14.2pt; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sumber daya perikanan jugamemiliki potensi yang besar &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 1.0cm; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list 14.2pt; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lingkungan yang lestari danterpelihara dengan baik dapat mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat danpertumbuhan ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 1.0cm; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list 14.2pt; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;3.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tiga komponen pengelolaan yangsaling terkait dan saling mendukung tersebut yaitu:&amp;nbsp; lingkungan, sosial, dan ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 1.0cm; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list 14.2pt; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;4.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tiga komponen pengelolaan sumberdaya merupakan satu kesatuan yang saling terkait satu sama lain serta salingmendukung dan terikat &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 1.0cm; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list 14.2pt; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;5.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kehidupan sosial yang harmonisakan menciptakan ekonomi yang baik dang lingkungan yang senantiasa akan terusterpelihara secara berkesinambungan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 1.0cm; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list 14.2pt; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;6.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ekonomi yang baik akan mendukungterciptanya lingkungan yang lestari serta kehidupan sosial yang baik danharmonis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; line-height: 200%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Biodata Penulis&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 24px;"&gt;Nama&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;:&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 24px;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;FarhanHaryanata&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 24px;"&gt;Nrp&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 24px;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;390 326 634&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 24px;"&gt;Prog.Studi :&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 24px;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Permesinan Perikanan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 24px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Matakuliah:&amp;nbsp; &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Penangkapan&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 32px;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Berwawasan Lingkungan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-8114217873226639213?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/8114217873226639213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2011/11/tiga-pilar-kebijakan-kelautan-nasional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/8114217873226639213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/8114217873226639213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2011/11/tiga-pilar-kebijakan-kelautan-nasional.html' title='TIGA PILAR KEBIJAKAN KELAUTAN NASIONAL'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-eqBEcHhwP0Y/Tsp5S_p29OI/AAAAAAAABlA/OJ-6trlDzBc/s72-c/Segitiga+Pilar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-1049219622240106346</id><published>2011-11-21T03:26:00.001+07:00</published><updated>2011-11-21T03:45:29.088+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kapal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar NPL'/><title type='text'>NAKHODA DAN PERANNYA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-kjQlB91vGrE/Tsll5ZE320I/AAAAAAAABk4/BwfBZPtAqI4/s1600/Nakhoda.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="100" src="http://2.bp.blogspot.com/-kjQlB91vGrE/Tsll5ZE320I/AAAAAAAABk4/BwfBZPtAqI4/s200/Nakhoda.jpg" width="129" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Bagi sebuah kapal laut terutama apabila sedang dalam pelayaranmenyeberangi lautan, peranan &amp;amp; keberadaan seorang nakhoda sebagai pejabattertinggi yang memimpin &amp;amp; bertanggungjawab atas keselamatan kapal &amp;amp;segala sesuatu yang berada di dalamnya, mempunyai arti yang sangat penting.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Pasal 341 KUHD menegaskan bahwa nakhoda itu memimpin kapal, nakhoda harusbertanggungjawab atas keselamatan kapal &amp;amp; segala sesuatu yang terdapat didalamnya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l12 level1 lfo15; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Kedudukannakhoda berdasar hubungan kerjanya dengan &lt;i&gt;reder&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;berdasar pada ketentuan 1934-241,nakhoda berkedudukan sebagai “sekutu” pengusaha kapal (medereder) dimanaseluruh administrasi perjalanan &amp;amp; muatan diserahkan sepenuhnya kepadaseorang nakhoda. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Dengan demikian hubungan antara nakhoda dengan &lt;i&gt;reder &lt;/i&gt;terjadihubungan koordinasi. &lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Denganberdasar pada 1938 – 1 dan 2 nakhoda tidak lagi berkedudukan sebagai &lt;i&gt;medereder&lt;/i&gt;melainkan hanya sebagai buruh utama dari pengusaha kapal. Perubahan ini membawakonsekwensi dimana antara nakhoda &amp;amp; &lt;i&gt;reder &lt;/i&gt;telah terjadi hubungan subordinasi, &lt;i&gt;reder &lt;/i&gt;berkedudukan sebagai pihak pemberi kerja &amp;amp; nakhodasebagai pihak yang melakukan kerja.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l12 level1 lfo15; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;NAKHODASEBAGAI PEMIMPIN DI KAPAL&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l2 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Kewajiban&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 49.65pt; mso-list: l6 level1 lfo2; tab-stops: list 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;1.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Nakhodaberkewajiban berbuat dengan kemampuan &amp;amp; ketelitian serta kebijaksanaan sedemikianrupa seperti yang perlu untuk menunaikan tugasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 49.65pt; mso-list: l6 level1 lfo2; tab-stops: list 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;2.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Mengikutikebiasaan &amp;amp; peraturan-peraturan yang ada untuk menjamin kelayakanmengarungi laut dan keamanan kapal, penumpang &amp;amp; muatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 49.65pt; mso-list: l6 level1 lfo2; tab-stops: list 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;3.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Menggunakanpandu laut dimana saja hal itu diharuskan oleh kebiasaan &amp;amp; peraturan yangberlaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 49.65pt; mso-list: l6 level1 lfo2; tab-stops: list 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;4.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Mengawasisemua penumpang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 49.65pt; mso-list: l6 level1 lfo2; tab-stops: list 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;5.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Mengawasibarang-barang yang ada dalam kapal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 49.65pt; mso-list: l6 level1 lfo2; tab-stops: list 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;6.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Selamadalam pelayaran berkewajiban untuk memperhatikan kepentingan pihak-pihak yangberhak atas muatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 49.65pt; mso-list: l6 level1 lfo2; tab-stops: list 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;7.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Danlain-lain.&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="2" style="margin-top: 0cm;" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l9 level1 lfo3; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Wewenang     &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 49.65pt; mso-list: l4 level1 lfo4; tab-stops: list 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;1.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Menjalankankekuasaan atas semua pelayar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 49.65pt; mso-list: l4 level1 lfo4; tab-stops: list 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;2.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Dalamkeadaan memaksa &amp;amp; mendesak, nakhoda berwenang untuk menjual seluruh atausebagian dari muatan atau membayar pengeluaran-pengeluaran untuk keperluanmuatan itu ataupun meminjam uang dengan menggadaikan muatan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 49.65pt; mso-list: l4 level1 lfo4; tab-stops: list 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;3.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Melaksanakantata tertib terhadap awak kapal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 49.65pt; mso-list: l4 level1 lfo4; tab-stops: list 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;4.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Wewenanguntuk menyita minuman keras atau senjata yang dimiliki anak buah kapal tanpaseijinnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l12 level1 lfo15; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;NAKHODA SELAKU PEJABAT PEMBANTUPEMERINTAH PUSAT DALAM BIDANG HUKUM ADMINISTRASI NEGARA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Dalamkaitannya nakhoda selaku pejabat pembantu pemerintah pusat dalam bidang hukumadministrasi negara adakalanya ia harus bertindak selaku pegawai pencatatnsipil atau pula selaku notaris.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; mso-list: l14 level1 lfo14; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Kelahiran seorang anak di kapal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Apabilaterjadi kelahiran di kapal, maka dalam waktu 24 jam setelah terjadi kelahirannakhoda berkewajiban untuk mencatatnya dalam &lt;i&gt;buku harian kapal, &lt;/i&gt;dengandihadiri atau disaksikan oleh ayah si anak (kalau ada) dan 2 orang saksi yangtermasuk pelayar.&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; mso-list: l14 level1 lfo14; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;.&amp;nbsp; Kematianseseorang di kapal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Denganberdasar pada peraturan yang sama apabila terjadi kematian seseorang di dalamkapal, maka harus mencatatnya dalam &lt;i&gt;buku harian kapal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l12 level1 lfo15; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;SEBAGAI NOTARIS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Apabila adasesorang pelayar di dalam pelayaran hendak atau minta dibuatkan surat wasiat,maka nakhoda harus melaksanakannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l12 level1 lfo15; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;NAKHODA SELAKU PEJABAT PEMBANTU PEMERINTAH PUSAT DALAMBIDANG HUKUM PIDANA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Pasal 386kuhd menyebutkan bahwa nakhoda mempunyai kekuasaan disipliner terhadap anak buahkapal, dan disebutkan pula bahwa untuk mempertahankan kekuasaan tersebutnakhoda dapat mengambil tindakan yang sepantasnya diperlukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Klasifikasiperbuatan yang dapat dipidana oleh nakhoda menurut pasal 387 KUHD ialah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 2.0cm; mso-list: l8 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;1.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Meninggalkan kapal tanpa seijin nakhoda.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 49.65pt; mso-list: l8 level1 lfo5; tab-stops: list 2.0cm; text-align: justify; text-indent: -7.1pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;2.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Tidak kembali ke kapal pada waktunya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 2.0cm; mso-list: l8 level1 lfo5; tab-stops: list 2.0cm; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;3.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Menolak pekerjaan dinas.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 49.65pt; mso-list: l8 level1 lfo5; tab-stops: list 2.0cm; text-align: justify; text-indent: -7.1pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;4.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Bekerja kurang baik.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 2.0cm; mso-list: l8 level1 lfo5; tab-stops: list 2.0cm; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;5.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Berlaku tidak sopan terhadap nakhod&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;, anak buah kapal lainnya atau terhadap pelayar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 2.0cm; mso-list: l8 level1 lfo5; tab-stops: list 2.0cm; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;6.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Mengganggu ketertiban. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Terhadapanak buah kapal yang melakukan perbuatan pidana tersebut nakhoda berwenanguntuk :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l10 level1 lfo6; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Menjatuhkan     hukuman “penutupan” selama 3 hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l10 level1 lfo6; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Membebankan     denda keperdataan, yang besarnya maksimal 10 hari gaji, dengan ketentuan     seluruh denda itu tidak boleh melebihi 1/3 gaji seluruh perjalanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Membatalkan perjanjian kerjadengan anak buah kapal yang bersangkutan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level1 lfo7; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;NAKHODA SELAKU WAKIL DARI PENGUSAHA KAPAL&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 72.0pt; mso-list: l7 level2 lfo7; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings;"&gt;v&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Pasal359 kuhd menegaskan bahwa nakhoda berkewajiban untuk menyelenggarakan susunanawak kapal &amp;amp; segala sesuatu yang berhubungan dengan pemuatan &amp;amp;pembongkaran muatan kapal termasuk di dalamnya pemungutan biaya angkutan,kecuali apabila pengusaha kapal membebankan hal ini kepada orang lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 72.0pt; mso-list: l7 level2 lfo7; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings;"&gt;v&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Rasiodaripada ketentuan pasal 359 kuhd ini adalah agar pelayaran menyeberangi lautandapat berjalan dengan lancar &amp;amp; menguntungkan pengusaha kapal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l11 level1 lfo16; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;NAKHODASELAKU WAKIL DARI PIHAK YANG BERKEPENTINGAN ATAS MUATAN KAPAL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Oleh karenapemilik barang-barang muatan kapal tidak berada di kapal yang bersangkutanketika sedang berlayar, barang-barang tersebut berada di bawah pengawasan &amp;amp;perlindungan nakhoda. Maka bila ada sesuatu peristiwa yang menyangkutbarang-barang muatan itu nakhoda harus mewakili pemiliknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Penyalahgunaan kekuasaan olehnakhoda&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 36.0pt; mso-list: l5 level1 lfo8; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Undang-undang telah memberikan kekuasaan begitubesar kepada seorang nakhoda, namun demikian undang-undang juga memberikanancaman pidana dan denda keperdataan serta tindakan disipliner terhadapnakhoda, apabila nakhoda tersebut menyalahgunakan kekuasaannya itu.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 36.0pt; mso-list: l5 level1 lfo8; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Bagi nakhoda yang bertindak buruk terhadap kapal,muatan &amp;amp; penumpang dengan putusan mahkamah pelayaran indonesia, dapatdicabut wewenangnya untuk mengemudikan kapal laut indonesia selama jangka waktumaksimal 2 tahun.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo17; tab-stops: 21.3pt; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;ANAK BUAH KAPAL/AWAK KAPAL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Yangdimaksud awak kapal ialah mereka yang tercantum dalam daftar bahari/sijil awakkapal (&lt;i&gt;monsterrol&lt;/i&gt;), dan mereka itu diangkat oleh pengusaha kapal untukbekerja di kapal guna melakukan dinas awak kapal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Dinas awakkapal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Yangdimaksud dinas awak kapal adalah pekerjaan yang biasanya dijalankan oleh merekayang diterima bekerja di kapal, kecuali pekerjaan nakhoda (pasal 374 ayat 2kuhd)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Sedangkan yang tidak termasukpengertian dinas awak kapal menurut pasal 375 ayat 3 jo pasal 371 a kuhd, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l15 level1 lfo9; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Pekerjaan     pekerja bongkar muat barang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l15 level1 lfo9; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Pekerjaan     yang dilakukan oleh pekerja yang bersifat sementara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l15 level1 lfo9; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Pekerjaan     yang dilakukan oleh pelayar, korban kapal karam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l15 level1 lfo9; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Pekerjaan     yang dilakukan oleh penumpang gelap. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l13 level1 lfo18; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;SIJIL AWAK KAPAL (MONSTERROL)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Sijil awak kapal adalah daftar yang berisi dan menerangkan tentang awakkapal lengkap dengan pangkat &amp;amp; jabatannya masing-masing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Menurut pasal 376 ayat 2 kuhd,sijil awak kapal itu berisi :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l18 level1 lfo10; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Nama     awak kapal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l18 level1 lfo10; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Nama     kapal yang bersangkutan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l18 level1 lfo10; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Kedudukan     atau jabatan setiap awak kapal dalam menjalankan dinas awak kapal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l18 level1 lfo10; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Penunjukkan     siapakah diantara awak kapal itu yang menjadi perwira.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 49.65pt; mso-list: l1 level1 lfo11; tab-stops: list 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;v&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Yang dimaksud dengan &lt;i&gt;perwira kapal&lt;/i&gt; itu ialahmereka yang dalam sijil awak kapal ditempatkan sebagai perwira. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 36.0pt; mso-list: l1 level1 lfo11; tab-stops: list 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -.55pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;v&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Sedang yang termasuk perwira kapal itu ialah :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 70.9pt; mso-list: l17 level1 lfo12; tab-stops: list 70.9pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;1.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Mualim i, ii, iii &amp;amp; iv.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 70.9pt; mso-list: l17 level1 lfo12; tab-stops: list 70.9pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;2.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Ahli mesin kapal, ahlin mesinii,&amp;nbsp; iii, iv &amp;amp; v.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 70.9pt; mso-list: l17 level1 lfo12; tab-stops: list 70.9pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;3.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Ahli listrik.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 49.65pt; mso-list: l17 level1 lfo12; tab-stops: list 49.65pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;4.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Dokter.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 49.65pt; mso-list: l17 level1 lfo12; tab-stops: list 49.65pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;5.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Kepala administrasi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 70.9pt; mso-list: l17 level1 lfo12; tab-stops: list 70.9pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;6.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Juru telegraph/radio makronis.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 49.65pt; mso-list: l16 level1 lfo13; tab-stops: list 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;v&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Sedangkan awak kapal lainnya selain perwira kapaldisebut “anak kapal”.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo19; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Pelayar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Definisi atau pengertian dari pelayar dapat dilihat dalam pasal 341 ayat1 kuhd yaitu semua orang yang berada di kapal, kecuali nakhoda.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Rasio daripada ketentuan pasal tersebut menempatkan nakhoda diluar golonganatau kelompok pelayar ini adalah untuk menonjolkan kedudukan nakhoda dibandingdengan orang-orang lain yang terdapat di kapal.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Sedangkan pasal 1 ayat 1 1935 pelayar didefinisikan sebagai berikut :pelayar ialah pelaut, penumpang, pekerja, dan kuli sebagaimana yang dimaksuddalam uraian mengenai pengertian penumpang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo19; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Pelaut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Menurut s./ 1935, pelaut adalah semua orang yeng terdapat di kapal danberkedudukan sebagai nakhoda, perwira kapal, anak kapal, atau pengurus muatan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo19; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Penumpang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Menurut s. 1935, penumpang adalah semua orang yang berada di kapal,kecuali pelaut, pekerja sementara, pekerja bongkar muat, termasuk orang yangberada di kapal karena keadaan memaksa atau karena suatu kewajiban nakhodauntuk membawanya dalam suatu pelayaran baik karena kapal karam atau karenasebab yang lain.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-1049219622240106346?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/1049219622240106346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2011/11/nakhoda-dan-perannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/1049219622240106346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/1049219622240106346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2011/11/nakhoda-dan-perannya.html' title='NAKHODA DAN PERANNYA'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-kjQlB91vGrE/Tsll5ZE320I/AAAAAAAABk4/BwfBZPtAqI4/s72-c/Nakhoda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-8303397517789356388</id><published>2010-02-12T10:48:00.001+07:00</published><updated>2010-02-12T10:48:39.453+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kapal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar NPL'/><title type='text'>PENANDAAN KAPAL</title><content type='html'>Pemberian&amp;nbsp; tanda&amp;nbsp; bagi&amp;nbsp; kapal&amp;nbsp; perikanan&amp;nbsp; dimaksudkan&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; mempermudah pemantauan,&amp;nbsp;pengawasan&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;evaluasi&amp;nbsp;terhadap&amp;nbsp;setiap&amp;nbsp;pelaku&amp;nbsp;penangkapan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Lampiran&amp;nbsp;II&lt;br /&gt;dari&amp;nbsp;FAO&amp;nbsp;Technical&amp;nbsp;Guide&amp;nbsp;Line&amp;nbsp;for&amp;nbsp;Responsible&amp;nbsp;Fisheries&amp;nbsp;in&amp;nbsp;Fishing&amp;nbsp;Operation&amp;nbsp;menyebutkan&lt;br /&gt;bahwa&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; penandaan&amp;nbsp; kapal&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; dapat&amp;nbsp; diketahui&amp;nbsp; kebangsaan&amp;nbsp; kapal,&amp;nbsp; tidak&amp;nbsp; merugikan&lt;br /&gt;konvensi&amp;nbsp; internasional,&amp;nbsp; nasional&amp;nbsp; maupun&amp;nbsp; bilateral.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berdasarkan&amp;nbsp; Juklak&amp;nbsp; Penandaan&lt;br /&gt;Sarana&amp;nbsp; Perikanan&amp;nbsp; Tangkap,&amp;nbsp; Dinas&amp;nbsp; Kelautan&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; Perikanan&amp;nbsp;&amp;nbsp;melalui&amp;nbsp; Keputusan&amp;nbsp;Menteri&lt;br /&gt;Pertanian&amp;nbsp; Nomor&amp;nbsp; :&amp;nbsp; 392/Kpts/IK.120/4/99,&amp;nbsp; penandaan&amp;nbsp; kapal&amp;nbsp; perikanan&amp;nbsp; adalah&amp;nbsp; sebagai&lt;br /&gt;berikut.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/S3TPZyZntMI/AAAAAAAABfo/fXHnBTatDi8/s1600-h/Picture1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="215" src="http://2.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/S3TPZyZntMI/AAAAAAAABfo/fXHnBTatDi8/s400/Picture1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-8303397517789356388?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/8303397517789356388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/02/penandaan-kapal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/8303397517789356388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/8303397517789356388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/02/penandaan-kapal.html' title='PENANDAAN KAPAL'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/S3TPZyZntMI/AAAAAAAABfo/fXHnBTatDi8/s72-c/Picture1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-814413917291431698</id><published>2010-02-09T14:13:00.000+07:00</published><updated>2010-02-09T14:13:59.186+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>Liberalisasi Nelayan Asing di Depan Mata</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam Pasal 35A Ayat (2) Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan disebutkan, kapal perikanan berbendera asing yang melakukan penangkapan ikan di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia wajib menggunakan anak buah kapal berkewarganegaraan Indonesia paling sedikit 70 persen dari jumlah anak buah kapal.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketentuan itu berarti kapal perikanan berbendera asing hanya boleh mempekerjakan nelayan asing sebanyak 30 persen dari jumlah anak buah kapal (ABK).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu, dalam Pasal 35A Ayat (1) UU No 45/2009 disebutkan, kapal perikanan berbendera Indonesia yang melakukan penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia wajib menggunakan nakhoda dan ABK berkewarganegaraan Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesuai ketentuan Ayat (1) Pasal 35A, UU No 45/2009 yang disahkan tanggal 29 Oktober 2009 itu, kapal perikanan berbendera Indonesia wajib menggunakan 100 persen nakhoda dan ABK berkewarganegaraan Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua ketentuan itu sangat kontradiktif dengan fakta di lapangan. Saat ini, justru sudah banyak kapal perikanan berbendera Indonesia yang menggunakan atau mempekerjakan nelayan asing lebih dari 90 persen. Hal itu memperlihatkan liberalisasi di sektor perikanan—yaitu mempekerjakan nelayan-nelayan asing di kapal-kapal berbendera Indonesia di perairan Indonesia—telah berada di depan mata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaannya, apakah pemerintah dan masyarakat sudah siap? Apakah aparat negara siap mengawasi kapal-kapal perikanan yang berbendera Indonesia, mempekerjakan nelayan asing, dan beroperasi di laut lepas, khususnya Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI)?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah nelayan atau pelaut lokal sudah siap bersaing dengan nelayan asing untuk berkompetisi dalam ladang mata pencarian sebagai nelayan?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaan itu memang tidak mudah dijawab. Namun, yang jelas, keberadaan nelayan asing di kapal perikanan berbendera Indonesia yang beroperasi di perairan Indonesia atau ZEEI cukup mengkhawatirkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengapa? Nelayan asing yang bekerja di kapal berbendera Indonesia dikhawatirkan melakukan kegiatan alih muatan kapal, berupa hasil tangkapan, (transshipment) ke kapal-kapal nelayan Thailand atau kapal-kapal pengumpul ikan dari Thailand di tengah laut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pelaut lokal&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, nelayan-nelayan atau pelaut-pelaut lokal semakin kehilangan kesempatan untuk dapat bekerja atau menangkap ikan dengan kapal-kapal besar di wilayah perairan Indonesia sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fakta bahwa kapal-kapal berbendera Indonesia menggunakan nelayan asing setidaknya mulai terlihat saat kapal patroli Mabes Polri menangkap tiga kapal eks Thailand di perairan Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), pertengahan Januari 2010.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga kapal yang ditangkap itu adalah KM Jala Komira 803, KM Mutiara Mina, dan KM Jala Komira 809. Ketiga kapal itu ditangkap karena diduga melakukan pelanggaran wilayah penangkapan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nakhoda ketiga kapal itu berasal dari Thailand, yaitu Piyakorn Chantapazu, Nipon Wongchai, dan Atit Sinpaksa. Dari jumlah ABK sebanyak 30 orang, hanya tiga orang berasal dari Indonesia, sisanya berasal dari Thailand (Kompas, 13/1).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setidaknya puluhan kapal eks Thailand yang berbendera Indonesia itu berpangkalan di pelabuhan perikanan (fishing port) Barelang, Pulau Nipah, pulau kecil di sekitar Pulau Batam, Rempang, dan Galang (Barelang), Kepri. Perairan di kawasan itu cukup strategis sebagai pangkalan kapal-kapal eks Thailand yang akan beroperasi di Laut China Selatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepala Satuan Kerja (Satker) Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kota Batam Yuslibar mengakui adanya nelayan-nelayan Thailand yang bekerja di kapal-kapal eks Thailand di pelabuhan perikanan Barelang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Yuslibar, kapal yang menggunakan jaring pukat ikan (fish net) mempekerjakan 12 nelayan asing dan 2 nelayan lokal. Kapal yang menggunakan jaring pukat cincin (purse seine) mempekerjakan 30-35 nelayan asing dan 2-5 nelayan lokal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terkait dengan pelabuhan perikanan Barelang itu, Betel Zebua, Manajer Operasional PT Mandra Guna Gema Sejati (PT MGGS)—perusahaan pengelola pelabuhan perikanan Barelang—mengatakan, jumlah kapal yang berpangkalan di pelabuhan itu mencapai 67 kapal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Betel mengakui, sebagian besar kapal adalah kapal-kapal eks Thailand atau kapal nelayan Thailand yang dilelang. Kapal-kapal itu berbobot 100 ton sampai 200 ton. Kapal-kapal eks Thailand itu sudah beralih status kepemilikannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Kapal-kapal itu sudah menjadi milik perusahaan di Indonesia,” kata Betel. Ia menambahkan, sebagian besar nelayan yang dipekerjakan di kapal-kapal eks Thailand itu memang merupakan nelayan-nelayan Thailand.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Betel menjelaskan, pihak PT MGGS sebenarnya hanya merupakan pengelola pelabuhan perikanan. Kapal-kapal eks Thailand yang berpangkalan di pelabuhan itu merupakan kapal-kapal milik perusahaan lain yang sudah bekerja sama dengan PT MGGS.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PT MGGS bekerja sama dengan 10 perusahaan penangkap ikan yang berasal beberapa daerah, termasuk Jakarta. ”Kerja sama dalam bentuk penangkapan ikan. Ikan yang terkumpul di bongkar di pelabuhan perikanan,” kata Betel.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wilayah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wilayah penangkapan ikan kapal-kapal itu, lanjut Betel, berada di Laut China Selatan. Ia menambahkan, selama tahun 2009, hasil penangkapan ikan melalui pelabuhan perikanan Barelang 400 ton sampai 500 ton.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jumlah itu tentu sangat kecil jika dibandingkan dengan armada kapal eks Thailand yang berpangkalan di pelabuhan itu. Dari 67 kapal eks Thailand berbobot 100 ton-200 ton, dengan asumsi 20 kapal saja yang beroperasi selama 2-3 bulan dan rata-rata hasil tangkapan 20 ton per kapal, itu berarti hasil tangkapan mencapai 400 ton dalam 2-3 bulan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan minimnya hasil tangkapan, muncullah dugaan atau kekhawatiran adanya praktik alih muatan ikan yang ditangkap (trans-shipment) ke kapal-kapal nelayan Thailand atau kapal pengumpul ikan dari Thailand yang juga beroperasi di laut China Selatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dugaan atau kekhawatiran itu diungkapkan Ketua Ikatan Kerukunan Keluarga Nelayan Kepulauan Anambas Tarmizi. Ia mengaku cemas terhadap kapal-kapal Indonesia dan berbendera Indonesia yang menggunakan nelayan asing. Nelayan asing yang bekerja di kapal berbendera Indonesia dikhawatirkan melakukan alih muatan kapal di tengah laut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan, Fadel mengakui, pencurian ikan saat ini sering dilakukan menggunakan kapal-kapal bekas nelayan asing yang sudah dilelang. Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan untuk menangani modus pencurian ikan tersebut (Kompas, 27/1).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejauh mana pemerintah mampu mengawasi kapal-kapal berbendera Indonesia yang mempekerjakan nelayan-nelayan asing dan beroperasi di perairan Laut China Selatan dan ZEEI? Tanpa pengawasan yang ketat, liberalisasi nelayan asing dan keberadaan nelayan asing di kapal-kapal berbendera Indonesia jelas menjadi bumerang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber daya kelautan kemungkinan besar semakin tereksploitasi dengan praktik trans-shipment. Pelabuhan perikanan yang seharusnya dapat berkembang dengan pembangunan industri olahan sektor perikanan justru hanya menjadi pangkalan nelayan-nelayan asing yang bekerja di kapal-kapal berbendera Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sumber: Kompas &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-814413917291431698?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/814413917291431698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/02/liberalisasi-nelayan-asing-di-depan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/814413917291431698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/814413917291431698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/02/liberalisasi-nelayan-asing-di-depan.html' title='Liberalisasi Nelayan Asing di Depan Mata'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-5378731125005849455</id><published>2010-02-08T23:00:00.002+07:00</published><updated>2010-02-08T23:00:50.264+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>Kapal Asing Beroperasi di Cianjur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bupati Cianjur, Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh, M..M.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;segera melayangkan surat ke pemerintah pusat jika pihaknya telah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mendapatkan laporan resmi dari pemerintahan desa setempat terkait&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dugaan adanya beberapa kapal asing yang berbendera vietnam dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Thailand melakukan penangkapan ikan diperairan Indonesia khususnya di&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;wilayah perairan selatan Cianjur. Selain keberadaanya mengganggu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;aktivitas nelayan tradisional, keberadaan kapal nelayan asing itu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sudah melanggar batas teritorial.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Saya akan segera mebuat surat pemberitahuan ke pemerintah pusat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mengenai keberadaan kapal asing yang melakukan penangkapan ikan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;diperairan selatan Cianjur. Saya masih menunggu laporan lengkap dari&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pemerintahan desa setempat. Kala sudah saya terima segera saya akan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kirim surat ke pusat," kata Bupati, Rabu (3/2).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut bupati, selain keberadaanya mengganggu pendapatan nelayan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tradisional, keberadaan kapal asing diwilayah pantai selatan Cianjur&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;itu sudah terkait dengan masal teritorial. "Kalau benar demikian,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;keberadaan kapal asing diwilayah pantai selatan Cianjur itu tidak bisa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;didiamkan, ini harus mendapatkan penanganan serius," tegasnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu Koordinator Nelayan Jayanti Cianjur selatan, Asep&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Samudra mengungkapkan, dalam sebulan terakhir ditenggarai ada beberapa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kapal asing yang melakukan aktivitas penangkapan ikan diwilayah pantai&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jayanti Cianjur selatan. Dari laporan beberapa nelayan, kapal asing&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tersebut diiduga berbendera Vietnam dan Thailand.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Jelas keberadaan kapal asing itu sangat mengganggu aktivitas para&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;nelayan. Mereka merasa terintimidasi dengan keberadaan kapal asing&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;itu. Mereka melakukann penangkapan ikat secara besar-besaran dengan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;peralatan yang lebih canggih. Bahkan saat para nelayan tidak bisa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;melaut lantaran cuaca, mereka masih tetap bisa melakukan penangkapan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ikan," kata Asep.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak adanya kapal asing melakukan aktivitas penangkapan ikan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;diwilayah pantai selatan Cianjur itu, pendapatan para nelayan menurun&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;drastis. Bahkan para nelayan tidak jarang harus kembali tanpa hasil&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tangkapan yang memadai. "Hasil tangkapan para nelayan terus menurun&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sangat drastis. Keberadaan kapal asing itu benar-benar merugikan para&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;nelayan," tegasnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk itu pihaknya berharap ke Pemkab Cianjur untuk segera turun&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tangan mengatasi masalah keberadaan kapal asing itu. "Ini jelas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;merupakan salah satu bentuk pelangggaran. Tidak bisa seenaknya begitu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;saja kapal asing itu merampok ikan diwilayah kita. Aparat terkait&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;harus segera mengambil tindakan dengan masalah ini agar para nelayan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;bisa kembali melaut dengan perasaan aman dan hasil yang maksimal,"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;harapnya (B-101/A-26) .***.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-5378731125005849455?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/5378731125005849455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/02/kapal-asing-beroperasi-di-cianjur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/5378731125005849455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/5378731125005849455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/02/kapal-asing-beroperasi-di-cianjur.html' title='Kapal Asing Beroperasi di Cianjur'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-3070239923504788813</id><published>2010-02-05T03:04:00.000+07:00</published><updated>2010-02-05T03:04:05.841+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kapal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar NPL'/><title type='text'>Daya Apung, Gravitasi, dan Metasentris</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat kapal mengapung didalam air yang tenang, kapal dipengaruhi oleh dua set gaya, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Gaya menekan kebawah dari gravitasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Gaya tekan keatas dari daya apung&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gaya gravitasi merupakan resultan gaya, termasuk berat keseluruhan kapal, perlengkapan kapal, muatan, dan awak kapal. Gaya gravitasi dapat dianggap sebagai sebuah gaya tunggal tang bekerja kebawah disebut titik pusat gravitasi G atau COG (Center of Gravity). Bila sejumlah berat ditambahkan ke kapal, draft dan displasemen akan bertambah, sebaliknya freeboard dan daya apung cadangan akan berkurang. Sangatlah penting bagi keselamatan kapal untuk mempertahankan daya apung cadangan yang cukup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buoyancy juga merupakan resultan gaya, yang dihasilkan oleh tekanan ke atas air terhadap permukaan kapal di bawah permukaan air. Buoyancy dapat dianggap sebagai sebuah gaya tunggal yang bekerja ke atas disebut titik pusat Buoyancy B atau COB (Center of Buoyancy).&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/S2soHbnHf6I/AAAAAAAABfg/OftIrI7reKk/s1600-h/Picture3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/S2soHbnHf6I/AAAAAAAABfg/OftIrI7reKk/s1600/Picture3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Hubungan antara gravitasi dengan buoyancy&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-3070239923504788813?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/3070239923504788813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/02/daya-apung-gravitasi-dan-metasentris.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/3070239923504788813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/3070239923504788813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/02/daya-apung-gravitasi-dan-metasentris.html' title='Daya Apung, Gravitasi, dan Metasentris'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/S2soHbnHf6I/AAAAAAAABfg/OftIrI7reKk/s72-c/Picture3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-1400067486835274015</id><published>2010-02-04T02:46:00.001+07:00</published><updated>2010-02-05T02:55:45.221+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kapal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar NPL'/><title type='text'>Stabilitas Melintang Dan Stabilitas Membujur</title><content type='html'>&lt;b&gt;Stabilitas Melintang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Stabilitas melintang adalah ukuran kemampuan sebah kapal untuk kembali tegak, setelah mengoleng. Stabilitas melintang (transverse stability atau athwartships stability) mencegah kapal untuk terbali (rolling over). &lt;span style="font-size: small;"&gt;Penambahan berat di atas titik pusat gravitasi (Center of Gravity ⎯ COG) memperbesar jarak antara d&lt;/span&gt;an titik &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;pusat buoyancy (Center of Buoyancy ⎯ COB). Hasilnya stabilitas kapal juga berkurang. Mengurangi berat dibawah COG juga akan mengurangi stabilitas kapal. Jika COG naik cukup signifikan akan menyebabkan kapal tidak stabil (unstable).&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/S2slVMwrAaI/AAAAAAAABfM/p0hoH6VXomo/s1600-h/Stabilitas%20Melintang.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="207" src="http://1.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/S2slVMwrAaI/AAAAAAAABfM/p0hoH6VXomo/s320/Stabilitas%20Melintang.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Stabilitas Membujur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Stabilitas melintang (Longitudinal stability atau Fore and Aft Stability) cenderung untuk menyeimbangkan kapal, menghindari dari pitching end-over-end atau pitch poling. Kapal yang didisain memiliki stabilitas membujur yang cukup dapat mencegah kerusakan pada kondisi normal. Namun demikian, perbedaan dalam disain kapal juga membedakan karakteristik stabilitas membujur. Untuk masing-masing kapal tergantung pada peruntukkan kapal yang didisain. Sebagian kapal memiliki pitching yang berlebihan, membuat tidak nyaman pada kondisi gelombang besar dan cuaca buruk. Kondisi ini dapat menurunkan kemampuan awak kapal.&lt;br /&gt;Kapal yang mengapung dengan darfat belakang dan depan dinamakan dengan even keel, atau trim bernilai 0 (nol). Jika kapal mengapung dengan draft belakang dan depan tidak sama, maka kapal tersebut disebut dengan trim. Draft belakang lebih besar dari draft depan maka kapal disebut dengan trim belakang (trim by stern), sebaliknya disebut trim depan (trim by the bow). Jumlah trim adalah selisih antara draft belakang dan draft depan.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/S2slr612IYI/AAAAAAAABfQ/4IuIfsNrNhk/s1600-h/Stabilitas%20Membujur.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="185" src="http://1.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/S2slr612IYI/AAAAAAAABfQ/4IuIfsNrNhk/s400/Stabilitas%20Membujur.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/S2smCIYUPCI/AAAAAAAABfU/X5n16OBxj8s/s1600-h/Picture1.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="262" src="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/S2smCIYUPCI/AAAAAAAABfU/X5n16OBxj8s/s400/Picture1.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-1400067486835274015?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/1400067486835274015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/02/stabilitas-melintang-dan-stabilitas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/1400067486835274015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/1400067486835274015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/02/stabilitas-melintang-dan-stabilitas.html' title='Stabilitas Melintang Dan Stabilitas Membujur'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/S2slVMwrAaI/AAAAAAAABfM/p0hoH6VXomo/s72-c/Stabilitas%20Melintang.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-3157687069986899651</id><published>2010-02-03T02:42:00.003+07:00</published><updated>2010-02-05T02:45:45.588+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kapal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar NPL'/><title type='text'>Deskripsi Singkat Stabilitas Kapal Perikanan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Stabilitas sebuah kapal mengacu pada kemampuan kapal untuk tetap mengapung tegak di air. Berbagai penyebab dapat mempengaruhi stabilitas sebuah kapal dan menyebabkan kapal terbalik. Namun demikian, penyebab tersebut dapat dikontrol. .&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata "Stabilitas" mengandung arti jika kapal dimiringkan oleh gaya eksternal, kapal memiliki kemampuan sendiri untuk kembali tegak baik pada stabilitas melintang (transverse stability), stabilitas statis (statical stability) atau stailitas membujur (longitudinal stability).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kapal yang tidak stabil akan menimbulkan berbagai permasalahan, seperti kecelakaan, kerusakan, tenggelam dan lain-lain. Bagi awak kapal-kapal perikanan, keselamatan harus menjadi prioritas utama, mencegah kerusakan kapal, mencegah kecelakaan fatal, dan menjaga kelestarian lingkungan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dinamika stabilitas melintang dan membujur kapal perikanan sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi distribusi berat di dalam kapal dan adanya cairan-cairan di dalam tangki yang bergerak mengakibatkan timbulnya efek permukaan bebas (free surface effect), adanya panambahan berat kapal akibat adanya penambahan hasil tangkapan, adanya pergerakan peralatan penangkapan baik vertikal maupun horisontal yang dapat mengurangi nilai stabilitas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor eksternal meliputi pengaruh angin dan ombak, adanya alat penangkap ikan di dalam air yang dapat memperbesar kemiringan kapal dan mengurangi kemampuan kapal untuk kembali tegak atau memperkecil nilai momen penegak (righting moment).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kapal perikanan dikaitkan dengan bidang pekerjaannya yang sangat dinamis dan berisiko tinggi mengharuskan kapal memiliki stabilitas yang cukup. Berdasarkan ketentuan bahwa kapal perikanan harus memiliki stabilitas awal (Initial stability) tidak kurang dari 0,6 meter.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Stabilitas kapal melintang sangat ditentukan oleh letak titik G (central of gravity), titik B (centar of buoyancy) dan titik M (metacentric).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tinggi Metasenter (GM) merupakan karakterisitik sebuah kapal yang digunakan untuk menentukan stabilitas kapal di atas air.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kapal yang memiliki keseimbangan yang stabil (stable equilibrium) saat kapal dalam kedudukan tegak titik M, G, B secara berurutan akan terletak pada bidang tengah kapal, dan titik G berada di bawah titik M.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kapal yang didisain dengan baik tidak akan terbalik bahkan dalam kondisi terburuk sekalipun, itupun jika dioperasikan dengan baik. Stabilitas kapal penangkap ikan merupakan subjek yang sangat komplek. Beberapa aturan dasar akan dijelaskan pada bab ini. Namun jika anda ingin mempelajari lebih mendalam tentang stabilitas kapal penangkap ikan, anda harus membaca buku-buku stabilitas kapal penangkap ikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber: Supardi Ardidja &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-3157687069986899651?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/3157687069986899651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/02/deskripsi-singkat-stabilitas-kapal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/3157687069986899651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/3157687069986899651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/02/deskripsi-singkat-stabilitas-kapal.html' title='Deskripsi Singkat Stabilitas Kapal Perikanan'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-920743007817139698</id><published>2010-02-03T02:38:00.002+07:00</published><updated>2010-02-05T02:39:36.850+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>Terumbu Karang, Adapt or Die</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;LUAS terumbu karang Indonesia mencakup wilayah 50.000 km persegi. Areal itu hampir mencakup 1/5 dari luas terumbu karang yang ada di dunia (Investing in a More Sustainable Indonesia, World Bank 2009). Mober dan Folke (1999) menunjukkan beberapa contoh barang (goods) dan jasa (services) yang disumbangkan ekosistem terumbu karang. Ekosistem ini telah mengaruniai kita sumber-sumber terbarukan seperti ikan dan rumput laut serta hasil penambangan karang berupa pasir dan karang. &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Di samping itu, terumbu karang telah berjasa melindungi pantai dari hempasan ombak, menjadi taman ikan-ikan dewasa setelah mereka menghabiskan masa remajanya di kawasanbakau, menjadi perekam informasi iklim, dan juga menjadi sarana sosial, ekonomi, budaya masyarakat karena unsur keindahan dan kekayaan yang dimilikinya. Berdasarkan kontribusi goods dan services-nya itu, beberapa kelompok peneliti membuat taksiran potensi ekonomi kawasan terumbu karang sehat di Indonesia dan Filipina (Cesar, 1996; White dkk, 2000). Menurut mereka, setiap tahunnya untuk setiap km persegi areal terumbu karang, potensi ekonomi (dalam US$) yang diperoleh dari sektor perikanan dan aspek perlindungan pantainya bernilai 20 ribu hingga 151 ribu. Jika dimasukkan pula komponen sektor pariwisatanya, potensi ekonomi itu akan meningkat, yakni berada pada kisaran 23 ribu hingga 270 ribu. Dengan daerah karang seluas 50 ribu km persegi itu, kita sebenarnya memiliki potensi kekayaan yang amat besar.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, amat disayangkan bahwa belakangan ini potensi ekonomi terumbu karang kita itu seakan tergerus beberapa aktivitas manusia, seperti pencarian ikan menggunakan bahan peledak dan sianida (Cesar dkk 1997; 1999 dan 2000). Selain ancaman berskala lokal itu, terumbu karang menghadapi ancaman global, muncul dalam bentuk pemutihan karang (coral bleaching) akibat suhu laut ekstrem, penurunan laju pengapuran karang karena pengasaman samudra.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemutihan karang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada kondisi lingkungan yang normal, terumbu karang dan alga zooxanthellae bekerja sama (simbiosis) 'papan-pangan' yang saling menguntungkan. Karang adalah tempat berlindung (shelter), sedangkan zooxanthellae menjadi penghasil energi, pertumbuhan, pemercepat proses pengapuran, dan reproduksi karang. Namun, ketika terjadi perubahan ekstrem pada lingkungan sekitarnya, kelompok alga penghuni karang itu hijrah dari rumahnya meninggalkan karang. Karang yang ditinggal pergi oleh penghuninya akan memutih (bleached) lalu mati. Keadaan-keadaan ekstrem lingkungan yang bertanggung jawab pada per mutihan karang itu ternyata amat beragam (Goreau dkk, 1992: A Global Warmifig Forum-Scientific, Economic and Legal Forum , editor: RA Geyer). Beberapa keadaan ekstrem itu di antaranya adalah menurunnya suhu laut akibat melintasnya fenomena atmosphere cold front di wilayah karang atau meningkatnya suhu laut akibat hadirnya udara panas (heat wave) dan El Nino (kenaikan suhu muka laut di daerah tropis akibat interaksi samudra-atmosfer). Meskipun pemutihan karang yang ekstensif dan masif umumnya bertepatan dengan kehadiran udara panas dan anomali iklim seperti yang terjadi pada El Nino 1982 / 83 dan 1997 / 98, ada pula saatnya fenomena pemutihan itu terjadi tanpa kehadiran anomali itu. Untuk menyelidiki hal itu Halide dan Ridd (dalam buku Fuzzy Logic-A Framework for the New Millennium yang disunting V Dimitrov dan V Korotkich, 2002) membuat rekonstruksi tahunah pemutihan karang dari salah satu gugus karang Great Barrier Reef, dekat Magnetic Island, Australia. Hasil rekonstruksi pada periode 1980-1999 menunjukkan fenomena pemutihan karang terjadi jika suhu laut pada tahun tertentu lebih tinggi 0,37 derajat Celsius daripada suhu laut tahun sebelumnya. Hal itu menunjukkan bahwa untuk menghindari terjadinya pemutihan, terumbu karang seolah-olah melakukan suatu bentuk proses penyesuaian diri terhadap lingkungan / aklimatisasi. Mekanisme aklimatisasi ini baru dapat dijelaskan beberapa tahun terakhir ini melalui beberapa kajian tentang analisis toleransi suhu hasil kombinasi simbiosis antara karang dan beragam filogenik alga penghuninya. Salah satu studi, misalnya, Mieog dkk (2009) menemukan simbiosis antara karang dan alga berfilogenik C dan D merupakan kombinasi dengan toleransi suhu besar. Jadi ketika terjadi peningkatan suhu laut, alga yang tak tahan suhu tinggi akan pergi meninggalkan karang dan menyebabkan karang memutih. Karang itu akan pulih kembali ketika penghuninya secara alamiah digantikan simbion alga yang lebih toleran suhu lingkungan baru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengapuran karang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kasus pemulihan karang disebabkan keadaan lingkungan ekstrem yang memengaruhi simbiosis alga dan karang, kasus penurunan laju pengapuran karang ditimbulkan adanya pengasaman samudra (De'ath dkk, 2009). Pengasaman ini (penurunan nilai pH air laut dan kadar ion karbonat) disebabkan semakin meningkatnya konsentrasi CO2 yang larut pada muka laut dari atmosfer seiring dengan peningkatan kadar CO2 dari atmosfer. Sebagaimana kita ketahui, konsentrasi CO2 di atmosfer telah mengambil peningkatan dari 280 ppm pada awal revolusi industri dan kini telah mencapai 387 ppm akibat kegiatan industri dan pertanian. Menurut Kleypas dan Langdon (2006), penurunan ion karbonat yang merupakan bahan dasar mineral penyusun kerangka terumbu karang akan berdampak pada kelangsungan hidup karang. Sebagian dampak itu misalnya menurunnya kemampuan terumbu karang menghadapi tekanan hidrodinamik (arus dan gelombang laut) dan menurunnya kemampuan kompetisi terumbu karang memperoleh wilayah karena strukturnya menjadi rapuh karena kekurangan karbonat. Hasil permodelan kelompok peneliti Silverman dkk (2009) bahkan lebih mencemaskan lagi karena memprediksikan jika konsentrasi C02 di atmosfer mencapai 560 ppm, terumbu karang terhenti pertumbuhannya dan berangsur mengalami pelarutan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, hasil kajian terumbu karang di Great Barrier Reef oleh kelompok Lough dan Barnes (2000) menemukan laju pengapuran akan semakin meningkat dengan naiknya suhu laut. Itu ada hubungannya dengan meningkatnya proses metabolisme pada suhu lebih tinggi. Selain itu, peningkatan kadar CO2 malah semakin meningkatkan laju fotosintesis alga zooxanthellae. Hasil fotasintesis itu penting bagi pertumbuhan karang karena, pertama, hasil fotosintesa sumber energi pertumbuhan karang (Buddemeier dkk, 2004). Kedua, proses fotosintesa menjamin terbentuknya kondisi aerobik (kaya oksigen) yang sehat untuk terumbu karang. Selain peran pentingnya pada proses fotosintesis, alga penyerap produk limbah metabolisme berbahaya bagi karang (Idso, 2009).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapt or die!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Uraian itu menunjukkan, untuk menghadapi pemutihan karang dan pengasaman samudra itu, terumbu karang harus mampu beradaptasi agar tetap hidup. Hal itu diperoleh melalui kemampuannya memilih pasangan alga simbion yang lebih toleran tekanan lingkungan (peningkatan suhu maupun kadar C02). Manusia dapat berpartisipasi dalam proses adaptasi ini melalui kajian biomolekuler / genome. Penerapan kajian bisa ditemukan pada upaya restorasi terumbu karang yang rusak akibat suatu pembahan lingkungan. Salah satu contoh upaya transplantasi simbion alga tertentu ke wilayah restorasi (Baums, 2008).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber : Media Indonesia 27 Januari 2010,Hal.16 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-920743007817139698?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/920743007817139698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/02/terumbu-karang-adapt-or-die.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/920743007817139698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/920743007817139698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/02/terumbu-karang-adapt-or-die.html' title='Terumbu Karang, Adapt or Die'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-1671269552447225746</id><published>2010-02-02T02:35:00.002+07:00</published><updated>2010-02-05T02:37:36.557+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>Tekan Illegal Fishing (DKP Mimika Butuh Dukungan Masyarakat)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanla ) Kabupaten Mimika yang mempunyai peran besar dalam melakukan pengawasan kelautan dan perikanan, akan terus berupaya mengawasi kawasan perairan Kabupaten Mimika. Upaya tersebut untuk menekan terjadinya illegal fishing (pencurian ikan).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski demikian, dalam melakukan pengawasan, Diskanla tidak bisa berjalan sendiri tanpa ada dukungan dari masyarakat. Peran masyarakat, khususnya nelayan sangat dibutuhkan, dengan melaporkan jika ada kapal-kapal ikan tanpa dokumen yang melakukan pengangkapan di perairan Mimika kepada Satker Pengawasan setempat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Mimika, Hiskia Simbiak, SE kepada Radar Timika di ruang kerjanya, belum lama ini mengatakan, pelaksanaan pengawasan di laut sangat rawan. Sampai saat ini pihaknya masih mengalami kendala untuk mendeteksi kapal-kapal penangkap ikan dengan kapasitas yang besar Padahal Peralatan DKP yang Sekarang Berubah namanya menajadi Kementrian Kelautan dan Perikanan Itu cukup canggih untuk mendeteksi kapal Pencuri &lt;a href="http://www.amazon.com/Ikan-V5600-Video-Monitor-Resolution/dp/B002BDMSM2?ie=UTF8&amp;amp;tag=zoloyankey&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;Ikan&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=B002BDMSM2" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important; padding: 0px ! important;" width="1" /&gt; Tersebut melalui DKP VMS (Vessel Monitoring Sistem) Public Information Service .&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sulitnya melakukan pengawasan dikarenakan minimnya sarana dan prasarana untuk menunjang proses pengawasan tersebut. "Bobot kapal yang kita punya sangat kecil dan tidak mungkin bisa mengejar kapal tanggap yang besar,"ujarnya. Apalagi tambah Hiskia, saat ini dinas yang dipimpinnya hanya memiliki satu unit speedboat. Sementara satu unit lainnya masih dalam perbaikan sejak tahun 2007.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski mengaku kekurangan sarana dan prasana, namun mantan Kepala Diklat Mimika itu menuturkan, pihaknya akan tetap mengoptimalkan pengawasan dengan fasilitas yang ada. Simbiak berharap, keterlibatan masyarakat sangat diperlukan dalam memberikan informasi kepada Diskanla.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Jika menemukan pelanggaran seperti kasus illegal fishing, kemudian zona masyakarat yang dimasuki pengusaha luar yang dapat merugikan masyarakat, tolong dilaporkan,"pesannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Informasi dari masyarakat oleh Diskanlat akan dilanjutkan kepada pihak yang bertanggungjawab untuk diproses. Dengan demikian masyarakat juga mempunyai peran yang besar dalam melakukan pengawasan terhadap kelautan dan perikanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber : Agus Rahmawan, S.ST.Pi dan Radar Timika (DKP Papua)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut adalah Peta Illegal Fishing&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/S2sho1hMgWI/AAAAAAAABfI/sxCW121Ahz0/s1600-h/PETA%20ILEGGAL%20FISING.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/S2sho1hMgWI/AAAAAAAABfI/sxCW121Ahz0/s1600/PETA%20ILEGGAL%20FISING.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-1671269552447225746?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/1671269552447225746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/02/tekan-illegal-fishing-dkp-mimika-butuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/1671269552447225746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/1671269552447225746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/02/tekan-illegal-fishing-dkp-mimika-butuh.html' title='Tekan Illegal Fishing (DKP Mimika Butuh Dukungan Masyarakat)'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/S2sho1hMgWI/AAAAAAAABfI/sxCW121Ahz0/s72-c/PETA%20ILEGGAL%20FISING.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-2497973450986196988</id><published>2010-02-01T02:30:00.000+07:00</published><updated>2010-02-05T02:33:32.795+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>TANAM MANGROVE, SELAMATKAN WILAYAH PESISIR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam rangka memanfaatkan hasil pembuangan lumpur dan melindungi kawasan pesisir Sidoarjo dari kerusakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KemenKP) bekerjasama dengan beberapa instansi melakukan kegiatan penanaman &lt;a href="http://www.amazon.com/Biology-Mangroves-Seagrasses-Habitats/dp/0198568711?ie=UTF8&amp;amp;tag=zoloyankey&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;mangrove&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=0198568711" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important; padding: 0px ! important;" width="1" /&gt; di pulau buatan Muara Sungai Porong. &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Penanaman mangrove bertujuan untuk memanfaatkan area pulau buatan dari sedimentasi lumpur Lapindo di sekitar muara Sungai Porong. Keberadaan mangrove memiliki fungsi penting sebagai penyerap polutan, pelindung pantai, meredam ombak, arus serta menahan sedimen. Selain itu, mangrove juga berfungsi sebagai meredam pasang laut, penahan ROB, energi gelombang serta melindungi pantai dari hempasan badai dan angin, mangrove juga dapat mengurangi emisi karbon sebagai upaya penanggulangan dampak pemanasan global. Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad saat melakukan penanaman mangrove dalam rangkaian “Ayo Tanam &lt;a href="http://www.amazon.com/Biology-Mangroves-Seagrasses-Habitats/dp/0198568711?ie=UTF8&amp;amp;tag=zoloyankey&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;Mangrove&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=0198568711" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important; padding: 0px ! important;" width="1" /&gt;” di pulau buatan Muara Sungai Porong, Sidoarjo (30/1).           &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semburan lumpur Lapindo di sumur Banjar Panji I, Desa Siring, Kecamatan Porong yang sudah berlangsung lebih dari 3 (tiga) tahun dengan volume diperkirakan sebesar 80.000–100.000 m3 setiap hari, telah direkayasa dalam bentuk pulau buatan di Muara Sungai Porong seluas 83 hektar. Karakteristik lumpur yang berasal dari semburan hampir mirip dengan lumpur pantai Sidoarjo tetapi miskin unsur hara, namun mengingat lumpur yang dikeruk telah bercampur dengan lumpur muara sungai dan pasang surut air laut, maka diperkirakan dapat menambah unsur hara yang memungkinkan tumbuh dan berkembangnya mangrove.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih lanjut Fadel mengatakan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan kepada masyarakat Sidoarjo khususnya warga yang terkena dampak luapan lumpur Lapindo, dapat memahami terhadap pentingnya meningkatkan dan menjaga sumberdaya pesisir dan laut dengan menanam &lt;a href="http://www.amazon.com/Sea-Storm-Mangrove-Tangle/dp/0374364826?ie=UTF8&amp;amp;tag=zoloyankey&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;mangrove &lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=0374364826" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important; padding: 0px ! important;" width="1" /&gt;secara mandiri. Pada akhirnya kegiatan ini dapat menunjang produksi perikanan, baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. Hal itu tidak lepas dari peran mangrove sebagai kawasan pemijahan daerah asuhan dan tempat mencari makan bagi ikan, udang dan kerang-kerangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini, Indonesia memiliki potensi sumberdaya mangrove seluas 9,36 juta ha, dimana  3,7 juta ha tersebar di dalam kawasan hutan dan 5,66 juta ha di luar kawasan hutan. Dari jumlah tersebut, kerusakan sumber daya mangrove telah mencapai 70%, dengan rincian 48% (seluas 4,51 juta ha) dalam kondisi rusak sedang dan 23% (2,15 juta ha) dalam kondisi rusak. Kerusakan ini sebagian besar diakibatkan oleh ulah manusia, baik berupa konversi hutan mangrove menjadi pemanfaatan lain, misalnya menjadi pemukiman, industri, rekreasi, atau kepentingan lainnya maupun pemanfaatan ekosistem hutan mangrove sebagai sumber penghidupan bagi masyarakat sekitarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai ilustrasi, selama periode 2003-2009 kementerian Kelautan dan Perikanan telah melakukan penanaman mangrove untuk rehabilitasi dan mitigasi wilayah pesisir sebanyak 1,4 juta batang pohon mangrove. Penanaman mangrove tersebut difungsikan untuk kegiatan rehabilitasi kawasan pesisir sebanyak 1,15 juta batang dan 263,5 ribu untuk kegiatan mitigasi wilayah pesisir. Secara keseluruhan wilayah pesisir yang telah dilakukan rehabilitasi adalah seluas 280,1 ha.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rangkaian acara kunjungan ke Provinsi Jawa Timur,   dihadiri oleh 3 (tiga) Menteri yaitu Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Lingkungan Hidup, dan Menteri Pekerjaan Umum. Selain melakukan kegiatan penanaman mangrove di pulau buatan muara Sungai Porong, rombongan juga  melakukan pencanangan Ground Breaking (fly over Ketapang), dialog dengan petambak dan nelayan; dan peluncuran kapal Keruk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta, 30 Januari  2010&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dr. Soen’an H. Poernomo, M.Ed&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-2497973450986196988?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/2497973450986196988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/02/tanam-mangrove-selamatkan-wilayah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/2497973450986196988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/2497973450986196988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/02/tanam-mangrove-selamatkan-wilayah.html' title='TANAM MANGROVE, SELAMATKAN WILAYAH PESISIR'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-225080975394295508</id><published>2010-01-29T00:03:00.001+07:00</published><updated>2010-01-29T00:03:29.719+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>KENDALA PENANGANAN IUU FISHING DAN CARA PENANGGULANGANNYA</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Kendala yang dihadapi dalam penanganan IUU Fishing adalah :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Lemahnya pengawasan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø masih terbatasnya sarana prasarana dan fasilitas pengawasan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø SDM pengawasan yang masih belum memadai terutama dari sisi kuantitas;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø belum lengkapnya peraturan perundang-undangan di bidang perikanan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø masih lemahnya koordinasi antara aparat penegak hukum baik pusat maupun daerah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø belum berkembangnya lembaga pengawasan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Penerapan sistem MCS yang belum sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Belum tertibnya perijinan -&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Pemalsuan Ijin, penggandaan ijin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Lemahnya Law Enforcement&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Wibawa hukum menurun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Ketidak adilan bagi masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Maraknya pelanggaran &amp;amp; illegal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Penanggulangan IUU Fishing&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Sistem Pengelolaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Perumusan Kebijakan Pemanfaatan Sumberdaya Ikan dengan cara Pelestarian: Perlindungan, Pengawetan dan Rehabilitasi, Pengalokasian dan penataan pemanfaatan, Penyusunan Peraturan, Perijinan dan pemanfaatan Sumberdaya ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Kebijakan dengan Visi Pengelolaan SDKP tertib dan bertanggung jawab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Meningkatkan kualitas pengawasan secara sistematis dan terintegrasi agar pengelolaan SDKP berlangsung secara tertib dengan cara operasi pengawasan dan penegakan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Meningkatkan apresiasi dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan SDKP dengan cara pengembangan sistem pengawasan berbasis masyarakat seperti pembentukan kelompok apengawas masyarakat (Pokmaswas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Strategi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Optimalisasi Implementasi MCS (Monitoring, Controlling, Surveillancea) dalam pengawasan dengan cara Peningkatan Sarana dan Prasarana pengewasan dan Mengintegrasikan komponen MCS (VMS, Kapal Partroli, Pesawat Patroli Udara, Alat Komunikasi, Radar Satelit/Pantai, Siswasmas, Pengawas Perikanan (PPNS) dan Sistem Informasi Pengawasan dan Pengendalian SDKP) dalam satu system yang sinergis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Pembentukan Kelembagaan Pengawasan di Tingkat Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar Pembentukan Kelembagaan ini yaitu : Belum adanya lembaga pengawasan yang mandiri, Lambannya penanganan operasi dan penanganan perkara, Rentang kendali dan koordinasi yang panjang, Ketergantungan pada pihak lain, Tidak adanya kepastian kendali dan pasca operasi. Rancangan kebutuhan kelembagaan pengawasan yaitu Pangkalan Pengawasan 7 Unit, Stasiun Pengawas 31 Unit dan Satker Pengawas 130 Unit. Sampai saat ini baru Pangkalan 2 unit, Stasiun 3 unit dan Satker unit masih jauh dari harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Meningkatkan Intesitas Operasional Pengawasaan Baik Dengan Kapal Pengawas Ditjen P2SDKP secara mandiri maupun kerjasama dengan TNI AL dan Polri. Dengan Langkah ke depan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Meningkatkan frekuensi kerjasama operasi dengan TNI AL dan POLAIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Memprogramkan pengadaan Kapal Pengawas dalam jumlah yang mencukupi baik melalui APBN Murni maupun Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Operasional Penertiban Ketaatan Kapal Dipelabuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam operasi tersebut dilakukan pemeriksaan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketaatan berlabuh di pelabuhan pangkalan sesuai dengan ijin yang diberikan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ketataan Nakhoda kapal perikanan dalam melaporkan hasil tangkapan melalui pengisian Log Book Perikanan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ketaatan pengurusan ijin untuk kapal yang belum berijin dan masa berlaku ijinnya telah habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil pemeriksaan kapal di pelabuhan pangkalan yang tertib diterbitkan Surat Laik Operasi (SLO) Kapal Perikanan dari Pengawas Perikanan untuk mendapatkan Surat Izin Berlayar (SIB) dari Syahbandar dan bagi yang tidak tertib tidak akan dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Pengembangan Dan Optimalisasi Implementasi Vessel Monitoring System (VMS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mewajibkan Pemasangan Transmitter VMS Bagi Kapal berukuran 60 GT ketas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penerapan Transmitter VMS Off Line Bagi Kapal Berukuran 30 – 60 GT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penerapan Sanksi yang tegas sesuai ketentuan yang berlaku bagi pemilik kapal yang tidak patuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Pengembangan Sistem Radar Pantai Yang Terintegrasi Dengan VMS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengembangan sistem radar yang diintegrasikan dengan VMS (telah dikembangkan bersama BRKP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Stasiun-stasiun radar tersebut akan ditempatkan pada titik-titik pintu masuknya kapal-kapal perikanan asing ke Indonesia (Selat Malaka, Laut Natuna dsb).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila konsep ini terwujud Informasi pengawasan dapat diterima lebih banyak. Hal itu akan mengurangi fungsi patroli kapal pengawas, sehingga pengadaan kapal pengawas bisa dikurangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Koordinasi Dalam Penanganan Pelanggaran Tindak Pidana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Peningkatan Peran Forum Koordinasi Penanganan Tindak Pidana Perikanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mempercepat proses penegakan hukum (penyidikan, penuntutan dan persidangan) antar lain melalui Pengadilan Khusus Perikanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengantisipasi terjadinya tuntutan (Pra-peradilan, Class Action dan Tuntutan Perdata)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengamankan dan merawat barang bukti (misal: kapal, alat tangkap) agar nilai ekonominya dapat dipertahankan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Penanganan ABK Non Yustitia dari kapal-kapal perikanan asing illegal yang tertangkap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Pelibatan Masyarakat dalam Pengawasan Sumberdaya Ikan melalui SISWASMAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pembinaan berupa peningkatan teknis pengawasan dan pemberian stimulant kepada kelompok-kelompok tersebut berupa perlengkapan pengawas (radio komunikasi, senter, mesin tik dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sampai dengan tahun 2006 telah terbentuk 759 Pokmaswas yang tersebar di 30 Propinsi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Evaluasi Pokmaswas tingkat Nasional untuk mendapatkan penghargaan dari Presiden RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Pembentukan Pengadilan Khusus Perikanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar Pembentukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perkara perikanan belum mendapat perhatian serius dibanding perkara lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mewujudkan suatu tatanan sistem peradilan penanganan perikanan yang efektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menstimulasi kinerja pengadilan negeri dalam menangani tindak pidana perikanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengubah paradigma di kalangan aparat penegak hukum dalam menangani perkara-perkara perikanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini telah dibentuk di lima tempat yaitu Jakarta Utara, Pontianak, Medan, Tual dan Bitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=119765917984"&gt;&lt;b&gt;Sumber: Stop Illegal Fishing&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-225080975394295508?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/225080975394295508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/01/kendala-penanganan-iuu-fishing-dan-cara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/225080975394295508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/225080975394295508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/01/kendala-penanganan-iuu-fishing-dan-cara.html' title='KENDALA PENANGANAN IUU FISHING DAN CARA PENANGGULANGANNYA'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-6293064449772128537</id><published>2010-01-28T23:51:00.001+07:00</published><updated>2010-01-29T00:03:49.238+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Trawl'/><title type='text'>Pukat Harimau Masih Memunculkan Potensi Konflik</title><content type='html'>Sedikitnya 51 nelayan di Sumatera Utara tewas sejak tahun 1983 akibat konflik yang dipicu beroperasinya pukat harimau di perairan Sumut. Sebanyak 15 nelayan juga mengalami cacat seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Serikat Nelayan Sumut (KSNS) Lahmudin Tampubolon di sela seminar tentang perdagangan internasional dan kesejahteraan nelayan, Senin (25/1), mengatakan, bentrok di laut akibat pukat harimau sudah berlangsung lebih dari 20 tahun dan terus dilaporkan kepada pemerintah. ”Potensi ini akan terus terjadi jika tidak ditangani,” tutur Tampubolon.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampubolon mengatakan, korban tidak hanya berasal dari nelayan tradisional, tetapi juga dari pihak pemilik pukat harimau. Di perairan Pantai Labu, misalnya, sedikitnya 16 orang menjadi korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kasus lain adalah kasus di Gambus Laut, Batubara, pada 30 Juni 2004. Sebanyak sembilan orang tewas akibat konflik pukat harimau. Tahun 2007 ada lagi satu korban tewas dan cacat seumur hidup di Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai (Sergai). Kasus terakhir terjadi tahun 2008 di Sialang Buah, Sergai, tetapi tak ada korban jiwa dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik terjadi karena nelayan tradisional dirugikan dengan beroperasinya pukat itu. Selain jaring nelayan tradisional banyak yang koyak, pukat harimau juga menghancurkan terumbu karang. Kapal pukat harimau juga banyak bertabrakan dengan perahu nelayan tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini diperkirakan di setiap kabupaten pesisir ditemukan sekitar 300 unit pukat harimau. Sementara di Belawan diperkirakan ada sekitar 500 unit pukat harimau yang beroperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik nelayan yang muncul di Sumut saat ini adalah konflik nelayan dengan penegak hukum terkait pengambilan kayu bakau di Kabupaten Langkat. Sebanyak 12 nelayan kini masih ditahan Polres Langkat karena menebang bakau di kawasan Desa Pasarawa dan Desa Securai Selatan, Kecamatan Gebang, Langkat, yang menurut status kawasannya adalah hutan produksi terbatas/tetap. Awalnya polisi menahan 14 nelayan, tetapi akibat diprotes warga, dua orang dilepaskan karena masih di bawah umur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahjudin Hasibuan dari Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia mengatakan, semestinya petugas memberikan pelayanan hukum yang sama pada semua warga negara. Sedikitnya tiga perusahaan besar sejak tahun 2007 membabat ribuan hutan bakau di delapan kecamatan di kawasan pesisir Kabupaten Langkat dan menggantinya dengan tanaman sawit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Riza Damanik, konflik-konflik mendasar yang dialami nelayan sudah berlangsung puluhan tahun dari konflik alat tangkap, konversi lahan, hingga pencemaran laut. Kementerian Kelautan dan Perikanan lebih perlu memperbaiki situasi saat ini dengan menyejahterakan nelayan daripada menargetkan pada 2015 menjadi produsen ikan nomor satu di dunia. (WSI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber: Kompas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Belajar Dari Aceh&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bisa diambil hikmah/ pembelajaran dari Aceh yaitu ada hukum adat laut yang melarang pemakaian pukat harimau atau trawl. Meski kadang-kadang pukat itu juga beroperasi diwilayah pantai timur dan pantai barat aceh. monitoring up date saya, menjelaskan bahwa, pukat trawl yang beroperasi di aceh adalah miliki toke-toke china asal medan SUMUT. tahun lalu, sebanyak 70 unit pukat trawl yang dikelola nelayan setempat di serang oleh nelayan tradisional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;luar biasa sekali, chaos ini terjadi di lautan lepas. tidak ada korban jiwa, kecuali luka-luka kecil di kedua belah pihak. Namun, sekarang karena kasus yang sama, 5 orang nelayan trawl Nagan Raya, ditahan aparat setempat dan dilaporkan sudah p 21. Sialnya, mereka adalah pengupah saja, polisi justru membiarkan pemilik kapal bebas berkeliaran. Di negeri ini, keadilan memang mahal..yang besar mesti menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Zulkifli&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sekretaris jendral&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Asosiasi Saudagar Ikan Aceh&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-6293064449772128537?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/6293064449772128537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/01/pukat-harimau-masih-memunculkan-potensi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/6293064449772128537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/6293064449772128537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/01/pukat-harimau-masih-memunculkan-potensi.html' title='Pukat Harimau Masih Memunculkan Potensi Konflik'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-9141473664568922964</id><published>2010-01-28T23:32:00.001+07:00</published><updated>2010-01-29T00:06:59.203+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kapal'/><title type='text'>MENUAI KONTROVERSI PENGADAAN KAPAL LAGOON</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/S2G7ZVPKnqI/AAAAAAAABfE/Pd9kdq4CkCQ/s1600-h/lagoon1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="216" src="http://2.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/S2G7ZVPKnqI/AAAAAAAABfE/Pd9kdq4CkCQ/s320/lagoon1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;K&lt;/span&gt;ementerian Kelautan dan Perikanan (Kementerian KP) punya kapal baru yang mewah untuk memeriksa terumbu karang. &lt;a href="http://www.amazon.com/Cruises-Western-Division-Photographic-Hendrie/dp/B0033VCYFC?ie=UTF8&amp;amp;tag=widgetsamazon-20&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;Lagoon 500&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=widgetsamazon-20&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=B0033VCYFC" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important; padding: 0px ! important;" width="1" /&gt;, seperti apakah perahu layar luks ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagoon adalah kapal layar berlunas ganda atau Catamaran. Dengan lunas ganda seperti ini, kapal layar kecil akan lebih mulus membelah ombak. Perahu buatan Prancis ini memang sudah terkenal sejak tahun 80-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumen perahu Lagoon adalah orang-orang kaya di sekitar Eropa dengan pelanggan utama dari Prancis, Jerman, Italia, Spanyol dan Inggris. Di musim panas mereka akan berlibur dengan perahu mereka ini untuk menikmati matahari yang hangat di Laut Mediterania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagoon mengeluarkan belasan model kapal layar ini. Kementerian KP membeli Lagoon 500 yang didesain Marc Van Peteghem dan Vincent Lauriot Prevost.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situs resmi Lagoon, Rabu (27/1/2010), disebutkan kalau Lagoon 500 ditawarkan 3 model, standar, spesifikasi khusus untuk berlayar, dan model yang mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dek Lagoon 500 memiliki ruang nakhoda yang nyaman, tempat duduk berhadap-hadapan dan sejumlah lemari. Kabin penumpang di bawah dek cukup luas dengan tempat duduk untuk enam orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk urusan akomodasi juga mumpuni. Pemilik akan nyaman tinggal di kapal. Lantai kapal memakai laminat kayu oak yang modern. Ada ruang makan untuk enam orang. Perahu ini pun dilengkapi dengan oven, kulkas dan freezer. Jika mau, pemilik bisa meminta tambahan mesin cuci piring, dan mesin cuci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabin tidur di Lagoon 500 juga sangat nyaman dan mewah. Ada dua kamar tidur VIP di kapal ini. Kamar mandi pun lega dengan beberapa shower terpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelian kapal ini mendapat sorotan anggota DPR. Kapal seharga Rp 14 miliar ini dinilai tidak sesuai dengan APBN. Menurut anggota Komisi IV DPR Sudin, pos APBN adalah untuk perbaikan kapal patroli dan bukan kapal pengamatan terumbu karang. Apalagi Lagoon 500 didesain sebagai kapal plesir dan bukan untuk kebutuhan riset atau tugas patroli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber: Amanda Ferdina - detikNews&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;K&lt;/span&gt;ementerian Kelautan dan Perikanan (KP) membeli sebuah kapal mewah berjenis Lagoon 500. Fungsinya, diklaim untuk melakukan pengecekan terumbu karang. Benarkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Komisi IV DPR, Sudin, sudah mempertanyakan tentang pengadaan kapal ini. Menurut dia, kapal seharga Rp 14,340 Miliar, itu terlalu mewah untuk jika hanya digunakan untuk pengecekan terumbu karang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, biaya perawatan dan beban operasional penggunaannya juga tergolong tinggi. "Saya tanya ke ahli untuk mengecek terumbu karang itu satu mil dari tepi pantai. Selebihnya tidak bisa. Kapal ini untuk jarak jauh, misalnya dari Australia ke Denpasar," ungkap Sudin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi benarkah kapal tersebut untuk pengecekan terumbu karang atau sekadar berwisata? Belum jelas. Hingga saat ini, belum ada satu pun pejabat Kementerian KP yang bisa dikonfirmasi. Termasuk menteri KP Fadel Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti ICW Emerson F Yuntho bahkan mencurigai ada bau korupsi di balik pengadaan barang ini. Terlebih jika DPR sudah menyatakan pengadaan tidak sesuai dengan alokasi anggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami khawatir pengadaan-pengadaan ini motifnya melenceng dari tujuan awal. Kami berharap KPK melakukan penelusuran, " tegasnya saat dihubungi lewat telepon, Rabu (27/1/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emerson menilai, pengadaan kapal mewah tersebut tidak masuk akal. Jika memang Kementerian KP hendak melakukan pengecekan terumbu karang, sebaiknya justru malah melibatkan nelayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lebih baik dananya dibelikan kapal nelayan. Lalu, ajak mereka survei. Memangnya kalau mau memeriksa gang-gang rusak harus dengan mobil BMW, nggak kan?" jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DPR perlu melakukan klarfikasi lebih lanjut tentang pengadaan kapal ini. Terutama apakah peruntukan kapal sesuai dengan prosedur yang sudah disepakati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika tidak, ini menciderai rasa keadilan masyarakat. Dan semakin mencoreng citra pemerintah," tutupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;b&gt;Fitraya Ramadhanny&lt;/b&gt; - detikNews&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;K&lt;/span&gt;omisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melakukan pengecekan terhadap pengadaan kapal Lagoon 500 senilai Rp 14 miliar yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP). Pengecekan dilakukan apakah ada unsur korupsi di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita lihat dulu ada indikasi korupsinya atau tidak," kata Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan M Jasin, lewat pesan singkat, Kamis (28/1/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadaan ini dicurigai berbau korupsi oleh aktivis ICW Emerson F Yuntho. Dia menilai, tidak masuk akal untuk sebuah pengecekan terumbu karang digunakan kapal semewah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami khawatir pengadaan-pengadaan ini motifnya melenceng dari tujuan awal. Kami berharap KPK melakukan penelusuran, " tegas Emerson saat dihubungi lewat telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, anggota Komisi IV DPR, Sudin, sebelumnya mengatakan, pembelian kapal yang memiliki kabin mewah ini tidak sesuai dengan APBN 2008/2009. Menurut Sudin, seharusnya dana tersebut dialokasikan untuk perbaikan kapal patroli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, DPR akan segera meminta klarfikasi terhadap Kementerian KP dalam rapat dengar 2 Februari mendatang. Menteri KP Fadel Muhammad berharap bisa menjelaskan tentang pengadaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini, belum ada pejabat Kementerian KP yang bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi lewat telepon, Fadel tidak mengangkat begitu pun pesan singkat yang dikirim tidak dibalas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;b&gt;Rachmadin Ismail&lt;/b&gt; - detikNews&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;P&lt;/span&gt;embelian perahu jenis Lagoon 500 senilai Rp 14 miliar diakui oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP). Namun, dalam proses pembelian tersebut diklaim tidak ada masalah seperti yang dipertanyakan anggota Dewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya nggak ngerti kenapa ada anggota DPR mempertanyakan lagi. Sudah dijelaskan bahwa pengadaan itu tidak ada masalah di sisi harga dan barang," kata Dirjen Pengawasan Kementerian KP, Aji Sularso, saat dihubungi lewat telepon, Kamis (28/1/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Aji, pembelian perahu mewah tersebut memang diakui cukup mahal. Tapi, hal tersebut cukup wajar mengingat kualitasnya yang bagus untuk tujuan pemeriksaan terumbu karang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau beli barang yang kualitasnya bagus untuk tujuan tertentu, seharusnya wajar. Dan spesifikasinya didesain sesuai dengan misi," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga Rp 14 miliar juga dinilai wajar karena pengadaannya dari luar negeri. Produk dalam negeri belum ada yang mampu membuat kapal serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kapal itu juga akan jadi prototipe. Diharapkan bisa dikopi untuk lebih murah untuk pengadaan berikutnya," tutur Aji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait pertanyaan anggota Dewan soal pengadaan kapal yang tidak sesuai APBN 2008/2009, Aji punya jawaban tersendiri. Menurut dia, perubahan peruntukan anggaran tersebut adalah sesuatu hal yang wajar, selama nilainya masih sama mata anggarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anggaran itu memang awalnya digunakan untuk merenovasi kapal China. Tapi sampai bulan Juni tidak bisa digunakan. Makanya kita ganti," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengadaan sudah sesuai Keppres, tidak ada mark-up. Pengalihan yang masih sama mata anggarannya tidak ada masalah. Seluruh anggota Komisi IV waktu itu mendukung," tutupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;Sumber: Rachmadin Ismail&lt;/b&gt; - detikNews&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-9141473664568922964?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/9141473664568922964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/01/menuai-kontroversi-pengadaan-kapal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/9141473664568922964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/9141473664568922964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/01/menuai-kontroversi-pengadaan-kapal.html' title='MENUAI KONTROVERSI PENGADAAN KAPAL LAGOON'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/S2G7ZVPKnqI/AAAAAAAABfE/Pd9kdq4CkCQ/s72-c/lagoon1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-990154537057337563</id><published>2010-01-27T00:34:00.000+07:00</published><updated>2010-01-27T00:34:19.486+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar NPL'/><title type='text'>DEFINISI PERIKANAN DAN PENANGKAPAN IKAN</title><content type='html'>PERIKANAN (UU No. 31 tahun 2004):&lt;br /&gt;Semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran, yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penangkapan ikan adalah Kegiatan untuk memperoleh &lt;a href="http://www.amazon.com/Ikan-V5600-Video-Monitor-Resolution/dp/B002BDMSM2?ie=UTF8&amp;amp;tag=zoloyankey&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;ikan&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=B002BDMSM2" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important; padding: 0px ! important;" width="1" /&gt; di perairan yang tidak dalam keadaan dibudidayakan dengan alat atau cara apapun, termasuk kegiatan yang menggunakan kapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan, &lt;a href="http://www.amazon.com/Avanti-VM301W-Freezer/dp/B001F559LE?ie=UTF8&amp;amp;tag=zoloyankey&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;mendinginkan&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=B001F559LE" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important; padding: 0px ! important;" width="1" /&gt;, menangani, mengolah, dan/atau mengawetkannya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-990154537057337563?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/990154537057337563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/01/definisi-perikanan-dan-penangkapan-ikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/990154537057337563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/990154537057337563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/01/definisi-perikanan-dan-penangkapan-ikan.html' title='DEFINISI PERIKANAN DAN PENANGKAPAN IKAN'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-2616373820166976265</id><published>2010-01-26T00:55:00.000+07:00</published><updated>2010-01-26T00:55:17.130+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar NPL'/><title type='text'>SISTIM PENOMORAN BENANG REGIONAL</title><content type='html'>Indonesia mengenal dua sistem ukuran yaitu yang berbasis milimeter dan inci, didaerah tertentu masih mengenal bau, batu untuk menyatakan luas lahan. Depa, tonggak dan hasta untuk ukuran panjang. Ons dan kati untuk ukuran berat, sehingga agak menyulitkan bagi yang tidakmemahaminya, dan memang tidak ada yang pernah mempermasalahkannya, sehingga terdapat desain-desain alat penangkap ikan dalam berbagai buku mengenai alat penangkap ikan menyatakan ukuran alat penangkap ikan dengan meter, tapi ukuran mata jaring menggunakan inci, dan ukuran benang menggunakan 210 d/12, serta berat pemberat dinyatakan dengan gram atau kilogram, diameter dinyatakan dengan milimeter, kontradiktif !. sama halnya dengan menuliskan kata “mengubah” dan “merubah” yang pertama menyatakan memang “men-gubah=mengganti” dan yang kedua “me-rubah = menjadi rubah” (rubah adalah hewan), di keseharian sebagian dari kita masih menganggap sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dilaksanakan Gear Congress yang diprakarsai oleh international standarization Organitation (ISO) tahun 1957, sistem penomoran benang tekstil yang berlaku adalah sistem penomoran regional, dimana masing-masing penomoran adalah berbeda, sebagai contoh berikut ini adalah system penomoran dari beberapa negara, bahkan ada yang masih menggunakannya (Nomura, 1975):&lt;br /&gt;1. International Titre in denier system (benang-benang yang dibuat dari serat cotton dan serat buatan yang berbentuk continous filament) dengan symbol Td:&lt;br /&gt;Dimana l den atau Td 1 = 1 gram/ 9.000 meter.&lt;br /&gt;2. Sistem penomoran benang manila di Jepang, dengan symbol M (monme):&lt;br /&gt;M = 32,75 gram/ 1,5 meter atau 2,48 gram/ meter&lt;br /&gt;3. Sistem penomoran di Inggris untuk serat yang terbuat dari linen, ramie, hemp dan jute, dengan symbol NeL (English Linear Number)&lt;br /&gt;NeL = 300 yds/ lbs atau 274,3 meter/ 435,6 gram&lt;br /&gt;4. Sistem penomoran di inggris untuk serat yang terbuat cotton dan serat buatan dalam bentuk staple fiber, dengan symbol Nec (English Cotton Number). Merupakan system tidak langsung, satuan panjangnya adlaah 840 yard (satu hank), satuan beratnya adalah 1 English pound (lb). Sebagai contoh Nec20 adalah menyatakan single yarn 20 x 840 = 16.800 yds/lb&lt;br /&gt;Nec = 840 yds/ lbs atau 768,1 meter/ 453,6 gram; tex = 590,5/ Nec&lt;br /&gt;5. Sistem penomoran metrik (Metrik number) untuk semua benang jaring dengan symbol Nm. Yang juga merupakan system tidak langsung, menyatakan panjang suatu single yarn dalam meter perberat satu kilogram.&lt;br /&gt;Nm = 1 Kilometer / Kg atau 1,000 / 1,000 gram ; tex = 1.000/ Nm&lt;br /&gt;6. Runnage (yds/lb atau m/kg) adalah system penomoran untuk produk akhir serat yang terbuat dari sisal dan manila dan kadang-kadang untuk serat-serat lainnya yang memiliki tingkat pintalan keras (hard). Sistem ini masih banyak digunakan selain metrik dan English count. Umumnya dinyatakan dalam meter per satu kilogram (m/kg? Atau yards per satu pound (yds/lb). Runnage dalam m/kg adalah berbanding terbalik dengan Rtex. Runnage mengacu pada produk akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://draft.blogger.com/%20%09%20http://www.ziddu.com/download/8322264/SISTEMPENOMORANBAT.docx.html"&gt;&lt;b&gt;Download File Lengkap&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-2616373820166976265?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/2616373820166976265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/01/sistim-penomoran-benang-regional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/2616373820166976265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/2616373820166976265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/01/sistim-penomoran-benang-regional.html' title='SISTIM PENOMORAN BENANG REGIONAL'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-4158425992846184097</id><published>2010-01-26T00:44:00.000+07:00</published><updated>2010-01-26T00:44:34.468+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>PER.05/MEN/2008</title><content type='html'>&lt;a href="http://draft.blogger.com/goog_1264441386593"&gt;PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://draft.blogger.com/goog_1264441386593"&gt;NOMOR PER.05/MEN/2008 TENTANG USAHA PERIKANAN TANGKAP.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://draft.blogger.com/goog_1264441386593"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://draft.blogger.com/%20%09%20http://www.ziddu.com/download/8322168/PER.05-MEN-2008.pdf.html"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-4158425992846184097?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/4158425992846184097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/01/per05men2008.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/4158425992846184097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/4158425992846184097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/01/per05men2008.html' title='PER.05/MEN/2008'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-4153472041296364243</id><published>2010-01-22T00:14:00.001+07:00</published><updated>2010-01-22T00:15:22.008+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kapal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar NPL'/><title type='text'>DESKRIPSI KAPAL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut KePres nomor 51 tahun 2002; Kapal adalah kendaraan air dengan bentuk dan jenis apapun, yang digerakkan dengan tenaga mekanik, tenaga angin, atau ditunda, termasuk kendaraan yang berdaya dukung dinamis, kendaraan di bawah permukaan air, serta alat apung dan bangunan terapung yang tidak berpindah‐pindah. Menurut Kepmen nomor : KEP. 02/MEN/2002 &lt;a href="http://www.amazon.com/Tom-Co-32223A-Square-Rigger/dp/B0009KMG3A?ie=UTF8&amp;amp;tag=zoloyankey&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;Kapal&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=B0009KMG3A" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important; padding: 0px ! important;" width="1" /&gt; Perikanan adalah kapal atau perahu atau alat apung lainnya yang digunakan untuk melakukan penangkapan ikan termasuk melakukan survai atau eksplorasi kelautan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Klasifikasi &lt;a href="http://www.amazon.com/MATCHBOX-Pirates-Amazon-Frustration-Free-Packaging/dp/B002CGSCUU?ie=UTF8&amp;amp;tag=zoloyankey&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;kapal perikanan&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=B002CGSCUU" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important; padding: 0px ! important;" width="1" /&gt; baik ukuran, bentuk, kecepatan maupun konstruksinya sangat ditentukan oleh peruntukkan kapal perikanan tersebut. Demikian pula dengan kapal penangkap, masing‐masing memiliki ciri khas, ukuran, bentuk, kecepatan dan perlengkapan yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kapal Perikanan secara umum terdiri dari: Kapal Penangkap Ikan, Kapal Pengangkut Hasil Tangkapan, Kapal Survey, Kapal Latih, dan Kapal Pengawas Perikanan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. Kapal Penangkap Ikan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kapal penangkap Ikan adalah kapal yang dikonstruksi dan digunakan khusus untuk menangkap ikan sesuai dengan alat penangkap dan teknik penangkapan ikan yang digunakan termasuk manampung, menyimpan dan mengawetkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2. Kapal Pengangkut Hasil Tangkapan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kapal pengangkut hasil tangkapan adalah kapal yang dikonstruksi secara khusus, dilengkapi dengan palkah khusus yang digunakan untuk menampung, menyimpan, mengawetkan dan mengangkut ikan hasil tangkapan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3. Kapal Survey&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kapal survey adalah kapal yang dikonstruksi khusus untuk melakukan kegiatan survey perikanan dan kelautan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;4. Kapal Latih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kapal latih adalah kapal yang dikonstruksi khusus untuk pelatihan penangkapan ikan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;5. Kapal Pengawas Perikanan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kapal pengawas perikanan adalah kapal yang dikonstruksi khusus untuk kegiatan pengawasan kapal‐kapal perikanan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sumber: Supardi Ardidja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-4153472041296364243?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/4153472041296364243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/01/deskripsi-kapal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/4153472041296364243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/4153472041296364243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/01/deskripsi-kapal.html' title='DESKRIPSI KAPAL'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-3761542725210450949</id><published>2010-01-13T04:07:00.000+07:00</published><updated>2010-01-13T04:07:19.564+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Purse Seine'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar NPL'/><title type='text'>Sekilas Tentang Purse Seine</title><content type='html'>&lt;b&gt;I. Definisi &lt;a href="http://www.amazon.com/Lagoons-Hebrides-Boundary-Porpoises-Islands/dp/B001G806N6?ie=UTF8&amp;amp;tag=zoloyankey&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;Purse Seine&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=B001G806N6" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important; padding: 0px ! important;" width="1" /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Purse Seine disebut juga “pukat cincin” karena alat tangkap ini dilengkapi dengan cincin untuk mana “tali cincin” atau “tali kerut” di lalukan di dalamnya. Fungsi cincin dan tali kerut / tali kolor ini penting terutama pada waktu pengoperasian jaring. Sebab dengan adanya tali kerut tersebut jaring yang tadinya tidak berkantong akan terbentuk pada tiap akhir penangkapan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Prinsip menangkap ikan dengan purse seine adalah dengan melingkari suatu gerombolan ikan dengan jaring, setelah itu jaring bagian bawah dikerucutkan, dengan demikian ikan-ikan terkumpul di bagian kantong. Dengan kata lain dengan memperkecil ruang lingkup gerak ikan. Ikan-ikan tidak dapat melarikan diri dan akhirnya tertangkap. Fungsi mata jaring dan jaring adalah sebagai dinding penghadang, dan bukan sebagai pengerat ikan.&lt;br /&gt;Di Jepang purse seine dapat dapat dikelompokkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1) One Boat Horse Sardine Purse Seine&lt;br /&gt;2) Two Boat Sardine Purse Seine&lt;br /&gt;3) One Boat Horse Mackerel and Mackerel Purse Seine&lt;br /&gt;4) Two Boat Horse Mackerel and Mackerel Purse Seine&lt;br /&gt;5) One Boat Skipjack and Tuna Purse Seine &lt;br /&gt;6) Two Boat skipjack and Tuna Purse Seine &lt;br /&gt;Dari keenam macam purse seine di atas no (2), (3), (5) merupakan purse seine yang banyak digunakan.&lt;br /&gt;Dalam paper ini akan dibahas purse seine dengan menggunakan 1 kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;II. Sejarah Purse Seine&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Purse seine, pertama kali diperkenalkan di pantai uatara Jawa oleh BPPL (LPPL) pada tahun 1970 dalam rangka kerjasama dengan pengusaha perikanan di Batang (Bpk. Djajuri) dan berhasil dengan baik. Kemudian diaplikasikan di Muncar (1973 / 1974) dan berkembang pesat sampai sekarang. Pada awal pengembangannya di Muncar sempat menimbulakan konflik sosial antara nelayan tradisional nelayan pengusaha yang menggunakan purse seine. Namun akhirnya dapat diterima juga. Purse seine ini memang potensial dan produktivitas hasil tangkapannya tinggi. Dalam perkembangannya terus mengalami penyempurnaan tidak hanya bentuk (kontruksi) tetapi juga bahan dan perahu / kapal yang digunakan untuk usaha perikanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;III. Prospektif Purse Seine&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya pukat cincin dalam rangka usaha penangkapan sudah tidak perlu diragukan untuk pukat cincin besar daerah penangkapannya sudah menjangkau tempat-tempat yang jauh yang kadang melakukan penangkapan mulai laut Jawa sampai selat Malaka dalam 1 trip penangkapan lamanya 30-40 hari diperlukan berkisar antara 23-40 orang. Untuk operasi penangkapannya biasanya menggunakan “rumpon”. Sasaran penangkapan terutama jenis-jenis ikan pelagik kecil (kembung, layang, selat, bentong, dan lain-lain). &lt;br /&gt;Hasil tangkapan terutama lemuru, kembung, slengseng, cumi-cumi.&lt;br /&gt;1. Karakteristik&lt;br /&gt;Dengan menggunakan one boat sistem cara operasi menjadi lebih mudah. Pada operasi malam hari lebih mungkin menggunakan lampu untuk mengumpulkan ikan pada one boat sistem. Dengan one boat sistem memungkinkan pemakaian kapal lebih besar, dengan demikian area operasi menjadi lebih luas dan HP akan lebih besar, yang menyebabkan kecepatan melingkari gerombolan ikan juga akan lebih besar. Oleh sebab itu dapat dikatakan tipe one boat akan lebih ekonomis dan efisien jika kapal mekaniser, karena dengan menggunakan sistem mekaniser pekerjaan menarik jaring, mengangkat jaring, mengangkat ikan dll pekerjaan di dek menjadi lebih mudah.&lt;br /&gt;5. Bahan dan Spesifikasinya&lt;br /&gt;Bagian jaring&lt;br /&gt;Nama bagian jaring ini belum mantap tapi ada yang membagi 2 yaitu “bagian tengah” dan “jampang”. Namun yang jelas ia terdiri dari 3 bagian yaitu:&lt;br /&gt;1. jaring utama, bahan nilon 210 D/9 #1” &lt;br /&gt;2. jaring sayap, bahan dari nilon 210 D/6 #1”&lt;br /&gt;3. jaring kantong, #3/4”&lt;br /&gt;srampatan (selvedge), dipasang pada bagian pinggiran jaring yang fungsinya untuk memperkuat jaring pada waktu dioperasikan terutama pada waktu penarikan jaring. Bagian ini langsung dihubungkan dengan tali temali. Srampatan (selvedge) dipasang pada bagian atas, bawah, dan samping dengan bahan dan ukuran mata yang sama, yakni PE 380 (12, #1”). Sebanyak 20,25 dan 20 mata.&lt;br /&gt;Tali temali&lt;br /&gt;1. tali pelampung.&lt;br /&gt;Bahan PE Ø 10mm, panjang 420m.&lt;br /&gt;1. tali ris atas.&lt;br /&gt;Bahan PE Ø 6mm dan 8mm, panjang 420m.&lt;br /&gt;1. tali ris bawah.&lt;br /&gt;Bahan PE Ø 6mm dan 8mm, panjang 450m.&lt;br /&gt;1. tali pemberat.&lt;br /&gt;Bahan PE Ø 10mm, panjang 450m.&lt;br /&gt;1. tali kolor bahan.&lt;br /&gt;Bahan kuralon Ø 26mm, panjang 500m.&lt;br /&gt;1. tali slambar&lt;br /&gt;bahan PE Ø 27mm, panjang bagian kanan 38m dan kiri 15m&lt;br /&gt;Pelampung&lt;br /&gt;Ada 2 pelampung dengan 2 bahan yang sama yakni synthetic rubber. Pelampung Y-50 dipasang dipinggir kiri dan kanan 600 buah dan pelampung Y-80 dipasang di tengah sebanyak 400 buah. Pelampung yang dipasang di bagian tengah lebih rapat dibanding dengan bagian pinggir.&lt;br /&gt;Pemberat&lt;br /&gt;Terbuat dari timah hitam sebanyak 700 buah dipasang pada tali pemberat. &lt;br /&gt;Cincin&lt;br /&gt;Terbuat dari besi dengan diameter lubang 11,5cm, digantungkan pada tali pemberat dengan seutas tali yang panjangnya 1m dengan jarak 3m setiap cincin. Kedalam cincin ini dilakukan tali kolor (purse line).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B. Hasil Tangkapan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ikan yang menjadi tujuan utama penangkapan dari purse seine adalah ikan-ikan yang “Pelagic Shoaling Species”, yang berarti ikan-ikan tersebut haruslah membentuk shoal (gerombolan), berada dekat dengan permukaan air (sea surface) dan sangatlah diharapkan pula agar densitas shoal itu tinggi, yang berarti jarak antara ikan dangan ikan lainnya haruslah sedekat mungkin. Dengan kata lain dapat juga dikatakan per satuan volume hendaklah jumlah individu ikan sebanyak mungkin. Hal ini dapat dipikirkan sehubungan dengan volume yang terbentuk oleh jaring (panjang dan lebar) yang dipergunakan.&lt;br /&gt;Jenis ikan yang ditangkap dengan purse seine terutama di daerah Jawa dan sekitarnya adalah : Layang (Decapterus spp), bentang, kembung (Rastrehinger spp) lemuru (Sardinella spp), slengseng, cumi-cumi dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;C. Daerah Penangkapan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Purse seine dapat digunakan dari fishing ground dengan kondisi sebagai berikut :&lt;br /&gt;1) A spring layer of water temperature adalah areal permukaan dari laut&lt;br /&gt;2) Jumlah ikan berlimpah dan bergerombol pada area permukaan air&lt;br /&gt;3) Kondisi laut bagus&lt;br /&gt;Purse seine banyak digunakan di pantai utara Jawa / Jakarta, cirebon, Juwana dan pantai Selatan (Cilacap, Prigi, dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;D. Alat Bantu Penangkapan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;I. &lt;a href="http://www.amazon.com/Grandrich-ES-201-Reader-Table-Fluorescent/dp/B0006U66H0?ie=UTF8&amp;amp;tag=zoloyankey&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;Lampu&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=B0006U66H0" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important; padding: 0px ! important;" width="1" /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Fungsi lampu untuk penangkapan adalah untuk mengumpulkan kawanan ikan kemudian dilakukan operasi penangkapan dengan menggunakan berbagai alat tangkap, seperti purse seine.Jenis lampu yang digunakan bermacam-macam, seperti oncor (obor), petromaks, lampu listrik (penggunaannya masih sangat terbatas hanya untuk usaha penangkapan sebagian dari perikanan industri).&lt;br /&gt;Ikan-ikan itu tertarik oleh cahaya lampu kiranya tidak terlalu dipermasalahkan sebab adalah sudah menjadi anggapan bahwa hampir semua organisme hidup termasuk ikan yang media hidupnya itu air terangsang (tertarik) oleh sinar / cahaya (phototaxis positif) dan karena itu mereka selalu berusaha mendekati asal / sumber cahaya dan berkumpul disekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;II. Rumpon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rumpon merupakan suatu bangunan (benda) menyerupai pepohonan yang dipasang (ditanam) di suatu tempat ditengah laut. Pada prinsipnya rumpon terdiri dari empat komponen utama, yaitu : pelampung (float), tali panjang (rope) dan atraktor (pemikat) dan pemberat (sinkers / anchor).&lt;br /&gt;Rumpon umumnya dipasang (ditanam) pada kedalaman 30-75 m. Setelah dipasang kedudukan rumpon ada yang diangkat-angkat, tetapi ada juga yang bersifat tetap tergantung pemberat yang digunakan.&lt;br /&gt;Dalam praktek penggunaan rumpon yang mudah diangkat-angkat itu diatur sedemikian rupa setelah purse seine dilingkarkan, maka pada waktu menjelang akhir penangkapan, rumpon secara keseluruhan diangkat dari permukaan air dengan bantuan perahu penggerak (skoci, jukung, canoes)&lt;br /&gt;Untuk rumpon tetap atau rumpon dengan ukuran besar, tidak perlu diangkat sehingga untuk memudahkan penangkapan dibuat rumpon mini yang disebut “pranggoan” (jatim) atau “leret” (Sumut, Sumtim). Pada waktu penangkapan mulai diatur begitu rupa, diusahakan agar ikan-ikan berkumpul disekitar rumpon dipindahkan atau distimulasikan ke rumpon mini. Caranya ada beberapa macam misalnya dengan menggiring dengan menggerak-gerakkan rumpon induk dari atas perahu melalui pelampung-pelampungnya. Cara lain yang ditempuh yaitu seakan-akan meniadakan rumpon induk untuk sementara waktu dengan cara menenggelamkan rumpon induk atau mengangkat separo dari rumpo yang diberi daun nyiur ke atas permukaan air. Terjadilah sekarang ikan-ikan yang semula berkumpul di sekitar rumpon pindah beralih ke rumpon mini dan disini dilakukan penangkapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu bisa juga digunakan tanpa sama sekali mengubah kedudukan rumpon yaitu dengan cara mengikatkan tali slambar yang terdapat di salah satu kaki jaring pada pelampung rumpon, sedang ujung tali slambar lainnya ditarik melingkar di depan rumpon. Menjelang akhir penangkapan satu dua orang nelayan terjun kedalam air untuk mengusir ikan-ikan di sekitar rumpon masuk ke kantong jaring. Cara yang hampir serupa juga dapat dilakukan yaitu setelah jaring dilingkarkan di depan rumpon maka menjelang akhir penangkapan ikan-ikan di dekat rumpon di halau engan menggunakan galah dari satu sisi perahu.&lt;br /&gt;E. Teknik Penangkapan (Sitting dan Moulting)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya jaring dipasang dari bagian belakang kapal (buritan) sungguhpun ada juga yang menggunakan samping kapal. Urutan operasi dapat digambarkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;a) Pertama-tama haruslah diketemukan gerombolan ikan terlebih dahulu. Ini dapat dilakukan berdasarkan pengalaman-pengalaman, seperti adanya perubahan warna permukaan air laut karena gerombolan ikan berenang dekat dengan permukaan air, ikan-ikan yang melompat di permukaan terlihat riak-riak kecil karena gerombolan ikan berenang dekat permukaan. Buih-buih di permukaan laut akibat udara-udara yang dikeluarkan ikan, burung-burung yang menukik dan menyambar-nyambar permukaan laut dan sebagainya. Hal-hal tersebut diatas biasanya terjadi pada dini hari sebelum matahari keluar atau senja hari setelah matahari terbenam disaat-saat mana gerombolan ikan-ikan teraktif untuk naik ke permukaan laut. Tetapi dewasa ini dengan adanya berbagai alat bantu (fish finder, dll) waktu operasipun tidak lagi terbatas pada dini hari atau senja hari, siang haripun jika gerombolan ikan diketemukan segera jaring dipasang.&lt;br /&gt;b) Pada operasi malam hari, mengumpulkan / menaikkan ikan ke permukaan laut dilakukan dengan menggunakan cahaya. Biasanya dengan fish finder bisa diketahui depth dari gerombolan ikan, juga besar dan densitasnya. Setelah posisi ini tertentu barulah lampu dinyalakan (ligth intesity) yang digunakan berbeda-beda tergantung pada besarnya kapal, kapasitas sumber cahaya. Juga pada sifat phototxisnya ikan yang menjadi tujuan penangkapan.&lt;br /&gt;c) Setelah fishing shoal diketemukan perlu diketahui pula swimming direction, swimming speed, density ; hal-hal ini perlu dipertimbangkan lalu diperhitungkan pula arah, kekuatan, kecepatan angin, dan arus, sesudah hal-hal diatas diperhitungkan barulah jaring dipasang. Penentuan keputusan ini harus dengan cepat, mengingat bahwa ikan yang menjadi tujuan terus dalam keadaan bergerak, baik oleh kehendaknya sendiri maupun akibat dari bunyi-bunyi kapal, jaring yang dijatuhkan dan lain sebagainya. Tidak boleh luput pula dari perhitungan ialah keadaan dasar perairan, dengan dugaan bahwa ikan-ikan yang terkepung berusaha melarikan diri mencari tempat aman (pada umumnya tempat dengan depth yang lebih besar) yang dengan demikian arah perentangan jaring harus pula menghadang ikan-ikan yang terkepung dalam keadaan kemungkinan ikan-ikan tersebut melarikan diri ke depth lebih dalam. Dalam waktu melingkari gerombolan ikan kapal dijalankan cepat dengan tujuan supaya gerombolan ikan segera terkepung. Setelah selesai mulailah purse seine ditarik yang dengan demikian bagian bawah jaring akan tertutup. Melingkari gerombolan ikan dengan jaring adalah dengan tujuan supaya ikan-ikan jangan dapat melarikan diri dalam arah horisontal. Sedang dengan menarik purse line adalah untuk mencegah ikan-ikan supaya ikan-ikan jangan dapat melarikan diri ke bawah. Antara dua tepi jaring sering tidak dapat tertutup rapat, sehingga memungkinkan menjadi tempat ikan untuk melarikan diri. Untuk mencegah hal ini, dipakailah galah, memukul-mukul permukaan air dan lain sebagainya. Setelah purse line selesai ditarik, barulah float line serta tubuh jaring (wing) dan ikan-ikan yang terkumpul diserok / disedot ke atas kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;F. Hal-hal yang Mempengaruhi Keberhasilan Penangkapan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Kecerahan Perairan&lt;br /&gt;Transparasi air penting diketahui untuk menentukan kekuatan atau banyak sedikit lampu. Jika kecerahan kecil berarti banyak zat-zat atau partikel-partikel yang menyebar di dalam air, maka sebagian besar pembiasan cahaya akan habis tertahan (diserap) oleh zat-zat tersebut, dan akhirnya tidak akan menarik perhatian atau memberi efek pada ikan yang ada yang letaknya agak berjauhan.&lt;br /&gt;2. Adanya gelombang&lt;br /&gt;Angin dan arus angin. Arus kuat dan gelombang besar jelas akan mempengaruhi kedudukan lampu. Justru adanya faktor-faktor tersebut yang akan merubah sinar-sinar yang semula lurus menjadi bengkok, sinar yang terang menjadi berubah-ubah dan akhirnya menimbulkan sinar yang menakutkan ikan (flickering light). Makin besar gelombang makin besar pula flickering lightnyadan makin besar hilangnya efisiensi sebagai daya penarik perhatian ikan-ikanmaupun biota lainnya menjadi lebih besar karena ketakutan. Untuk mengatasi masalah ini diperlukan penggunaan lampu yang kontruksinya disempurnakan sedemikian rupa, misalnya dengan memberi reflektor dan kap (tudung) yang baik atau dengan menempatkan under water lamp.&lt;br /&gt;3. Sinar Bulan&lt;br /&gt;Pada waktu purnama sukar sekali untuk diadakan penangkapan dengan menggunakan lampu (ligth fishing) karena cahaya terbagi rata, sedang untuk penangkapan dengan lampu diperlukan keadaan gelap agar cahaya ;ampu terbias sempurna ke dalam air.&lt;br /&gt;4. Musim&lt;br /&gt;Untuk daerah tertentu bentuk teluk dapatmemberikan dampak positif untuk penangkapan yang menggunakan lampu, misalnya terhadap pengaruh gelombang besar, angin dan arus kuat. Penangkapan dengan lampu dapat dilakukan di daerah mana saja maupun setiap musim asalkan angin dan gelombang tidak begitu kuat.&lt;br /&gt;5. Ikan dan Binatang Buas&lt;br /&gt;Walaupun semua ikan pada prinsipnya tertarik oleh cahay lampu, namun umumnya lebih didominasi oleh ikan-ikan kecil. Jenis-jenis ikan besar (pemangsa) umumnya berada di lapisan yang lebih dalam sedang binatang-binatang lain seperti ular laut, lumba-lumba berada di tempat-tempat gelap mengelilingi kawanan-kawanan ikan-ikan kecil tersebut. Binatang-binatang tersebut sebentar-sebentar menyerbu (menyerang) ikan-ikan yang bekerumun di bawah lampu dan akhirnya mencerai beraikan kawanan ikan yang akan ditangkap.&lt;br /&gt;6. Panjang dan Kedalaman Jaring&lt;br /&gt;Untuk purse seine yang beroperasi dengan satu kapal digunakan jaring yang tidak terlalu panjang tetapi agak dalam karena gerombolan ikan di bawah lampu tidak bergerak terlalu menyebar . jaring harus cukup dalam untuk menangkap gerombolan ikan mulai permukaan sampai area yang cukup dalam di bawah lampu.&lt;br /&gt;7. Kecepatan kapal pada waktu melingkari gerombolan ikan&lt;br /&gt;Jika kapal dijalankan cepat maka gerombolan ikan dapat segera terkepung.&lt;br /&gt;8. Kecepatan Menarik Purse Line&lt;br /&gt;Purse line harus ditarik cepat agar ikan jangan sampai melarikan diri ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Au. Ayodya. DASEN FAKULTAS PERIKANAN. Cetakan Pertama. Penerbit : &lt;br /&gt;Yayasan Dewi Sri. IPB. Bogor.&lt;br /&gt;Waluyo Subani dan H.R Barus.1989.ALAT PENANGKAPAN IKAN DAN &lt;br /&gt;UDANG LAUT DI INDONESIA. Balai Penelitian Perikanan&lt;br /&gt;Laut. Jakarta.&lt;br /&gt;WWW. MAINE AQUARIUM.COM&lt;br /&gt;WWW.FISHERIES.COM&lt;br /&gt;Email : afiq_mbo@yahoo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-3761542725210450949?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/3761542725210450949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/01/sekilas-tentang-purse-seine.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/3761542725210450949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/3761542725210450949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/01/sekilas-tentang-purse-seine.html' title='Sekilas Tentang Purse Seine'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-7819228695185694091</id><published>2010-01-10T23:29:00.001+07:00</published><updated>2010-01-10T23:30:03.587+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>Rencana Penerapan Sertifikasi Hasil Tangkapan Ikan</title><content type='html'>Sehubungan dengan European Council Regulation No. 1005/2008 (IUU Regulation) tanggal 29 September 2008 yang mewajibkan setiap produk perikanan hasil tangkapan dari perairan laut yang masuk ke pasar UE harus dilengkapi dengan "Catch Certificate" (Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan/SHTI), dengan ini kami sampaikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.   &lt;a href="http://www.amazon.com/Sertifikasi-saham-public-hukum-Indonesia/dp/9794147702?ie=UTF8&amp;amp;tag=zoloyankey&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;Sertifikasi&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=9794147702" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important;" width="1" /&gt; Hasil Tangkapan Ikan akan mulai diberlakukan tanggal 1 Januari 2010 sebagaimana diatur&lt;br /&gt;dalam European Council Regulation No. 1005/2008 di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.   Indonesia   (Departemen   Kelautan   dan   Perikanan/DKP)   telah   melakukan   berbagai&lt;br /&gt;langkah-langkah persiapan, termasuk memenuhi persyaratan yang diminta oleh Komisi&lt;br /&gt;Eropa untuk menyampaikan notifikasi Pejabat DKP ke UE. Hai ini bisa dilihat melalui&lt;br /&gt;website     Komisi      Eropa      (http://ec.europa. eu/fisheries/ cfp/external_ relations/ illegal_  &lt;br /&gt;fishing_en.htm) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.   Menteri Kelautan dan Perikanan telah menunjuk Direktur Jenderal Perikanan Tangkap sebagai Otoritas&lt;br /&gt;Kompeten (Competent Authority) untuk penyelenggaraan SHTI. Untuk operasional SHTI di lapangan,&lt;br /&gt;Dirjen Perikanan Tangkap telah menunjuk 21 (dua puluh satu) Kepala Pelabuhan Perikanan sebagai&lt;br /&gt;Otoritas Kompeten Lokal yang akan memvalidasi Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Apabila ada ada pertanyaan terkait dengan penerapan Sertifikasi Hasil Tangkapan Ikan dapat&lt;br /&gt;menghubungi Dirjen Perikanan Tangkap up. Direktur Pelabuhan Perikanan telp. (021) 3520728, Fax  &lt;br /&gt;(021) 3520728, Email: parlin.t@gmail. com dengan tembusan kepada Dirjen Pengolahan dan&lt;br /&gt;Pemasaran Hasil Perikanan up. Direktur Pemasaran Luar Negeri telp/fax (021) 3521977, Email:&lt;br /&gt;trilateral_partners hip@yahoo. com dan eksporikan@gmail. com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.   Sebagaimana telah dijelaskan melalui sosialisasi dan simulasi yang telah dilaksanakan pada bulan Juli&lt;br /&gt;- September 2009 bahwa Untuk kapal penangkap skala kecil tidak perlu mengisi Sertifikat Hasil&lt;br /&gt;Tangkapan Ikan, namun UPl/eksportir mengisi sertifikat hasil tangkapan ikan yang telah           &lt;br /&gt;disederhanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.   Contoh blanko Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan dan informasi lainnya dapat dilihat di website DKP&lt;br /&gt;(www.dkp.go. id, pilih Program Khusus, pilih Seafood Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Direktorat Jenderal P2HP&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-7819228695185694091?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/7819228695185694091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/01/rencana-penerapan-sertifikasi-hasil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/7819228695185694091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/7819228695185694091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2010/01/rencana-penerapan-sertifikasi-hasil.html' title='Rencana Penerapan Sertifikasi Hasil Tangkapan Ikan'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-687851977812806606</id><published>2009-12-24T01:59:00.002+07:00</published><updated>2009-12-24T02:11:08.792+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar NPL'/><title type='text'>Perlengkapan Primer Penangkapan Pukat Cincin, Rawai Tuna, Pukat Udang, dan Pukat Ikan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Perlengkapan Primer Penangkapan Pukat Cincin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdiri dari alat penarik tali kerut (purse line) dikenal dengan nama purse winch, alat penghibob jaring (power block) , alat penahan cincin (ring stripper) dewi-dewi purse seine (purse davits).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.amazon.com/Superwinch-1120210-ATV-LT2000-Winch/dp/B0015D4ZH0?ie=UTF8&amp;amp;tag=zoloyankey&amp;amp;link_code=bil&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Superwinch 1120210 ATV LT2000 Series Winch" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;amp;ServiceVersion=20070822&amp;amp;ID=AsinImage&amp;amp;WS=1&amp;amp;Format=_SL160_&amp;amp;ASIN=B0015D4ZH0&amp;amp;tag=zoloyankey" /&gt;&lt;/a&gt;Purse winch&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=bil&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=B0015D4ZH0" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important;" width="1" /&gt; umunya digerakkan dengan menggunakan tenaga hidrolik yang dpat dikontrol baik manual maupun otomatis. Winch ini terdiri dari dua drum utama yang berfungsi sebagai penggulung purse line.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.amazon.com/PowerBlock-SportBlock-Adjustable-24-Pounds-per/dp/B000A6T9I8?ie=UTF8&amp;amp;tag=zoloyankey&amp;amp;link_code=bil&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="PowerBlock SportBlock 24 Adjustable 3 to 24-Pounds per Dumbbell Set" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;amp;ServiceVersion=20070822&amp;amp;ID=AsinImage&amp;amp;WS=1&amp;amp;Format=_SL160_&amp;amp;ASIN=B000A6T9I8&amp;amp;tag=zoloyankey" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=bil&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=B000A6T9I8" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important;" width="1" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Power block terdiri dari sebuah keeping beralur yang dilapisi dengan bahan dari karet (rubber) yang untuk memudahkan penghiboban jarring.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Perlengkapan Primer Penangkapan Rawai Tuna&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdiri dari alat penarik main line dikenal dengan nama Line hauler, alat penggulung branch line (branch winder) , alat penata tali (line arranger), alat pelepas loncing (line thrower) dan side roller.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.amazon.com/Line-Ratcheting-Pickup-SUV-46in/dp/B0000AX8IA?ie=UTF8&amp;amp;tag=zoloyankey&amp;amp;link_code=bil&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="S Line Ratcheting Pickup or SUV Bar --- 46in. - 61in. Adjustment" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;amp;ServiceVersion=20070822&amp;amp;ID=AsinImage&amp;amp;WS=1&amp;amp;Format=_SL160_&amp;amp;ASIN=B0000AX8IA&amp;amp;tag=zoloyankey" /&gt;&lt;/a&gt;Line hauler&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=bil&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=B0000AX8IA" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important;" width="1" /&gt; digerakkan baik dengan system elektrik maupun hidrolik. Line hauler terdiri dari dua block dan roda penekan. Satu blok berfungsi sebagai penarik dan satunya sebgaia blok penghantar. Roda penekan berfungsi menekan main line pada blok pemutar agar tali tidak slip.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Branch winder atau &lt;a href="http://www.amazon.com/Doan-Machinery-Equipment-Co-Firestarter/dp/B00194D81E?ie=UTF8&amp;amp;tag=zoloyankey&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;Branch Ace&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=B00194D81E" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important;" width="1" /&gt; digerakan dengan tenaga listrik yang berfungsi sebagai penggulung branch line&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.amazon.com/Fisher-Precious-Planet-2-Pack-Roller/dp/B001OC62RI?ie=UTF8&amp;amp;tag=zoloyankey&amp;amp;link_code=bil&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Fisher Price Precious Planet 2-Pack Clear View Roller Shades" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;amp;ServiceVersion=20070822&amp;amp;ID=AsinImage&amp;amp;WS=1&amp;amp;Format=_SL160_&amp;amp;ASIN=B001OC62RI&amp;amp;tag=zoloyankey" /&gt;&lt;/a&gt;Side roller&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=bil&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=B001OC62RI" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important;" width="1" /&gt; dipasang pada top bulkwark yang dapat berputar bebas secara horizontal. Alat ini berfungsi sebagai roller penghantar tali ke line hauler agar tali tidak bergesekan dengan dinding kapal. Side roller terdiri dari dua roller tegak dan dan satu roller datar, keduanya dapat berputar bebas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.amazon.com/My-Ideal-Anna-Callahan/dp/B00006JL14?ie=UTF8&amp;amp;tag=zoloyankey&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;Line arranger&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=B00006JL14" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important;" width="1" /&gt; digerakkan dengan tenaga listrik atau hidrolik di pasang diatas kotak penyimpan main line (line box) pada kapal rawai tuna system box.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Perlengkapan Primer Penangkapan Pukat Udang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdiri dari alat penarik warp dikenal dengan nama winch trawl, sepasang boom samping (out rigger).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.amazon.com/ISO-6115-Shipbuilding-Trawl-winches/dp/B000Y2T80C?ie=UTF8&amp;amp;tag=zoloyankey&amp;amp;link_code=bil&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="ISO 6115:1988, Shipbuilding -- Trawl winches" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;amp;ServiceVersion=20070822&amp;amp;ID=AsinImage&amp;amp;WS=1&amp;amp;Format=_SL160_&amp;amp;ASIN=B000Y2T80C&amp;amp;tag=zoloyankey" /&gt;&lt;/a&gt;Trawl winch&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=bil&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=B000Y2T80C" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important;" width="1" /&gt; selain berfungsi sebagai pengarea dan penghibob warp, pengangkat cod end juga dapat difungsikan sebagai cargo winch atau pekerjaan-pekerjaan lain untuk mengangkat beban yang berat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.amazon.com/Logitech-Squeezebox-Network-Player-Internet/dp/B001DJ64D4?ie=UTF8&amp;amp;tag=zoloyankey&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;Boom&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=B001DJ64D4" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important;" width="1" /&gt; samping berfungsi sebagai penahan warp saat tahapan towing, dan menggantung sementara otter board pada tahapan persiapan setting dan hauling.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Perlengkapan Primer Penangkapan Pukat Ikan&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=bil&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=B0015D4ZH0" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important;" width="1" /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdiri dari alat penarik warp dikenal dengan nama winch trawl, sepasang gallow.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Trawl winch selain berfungsi sebagai pengarea dan penghibob warp, pengangkat cod end juga dapat difungsikan sebagai cargo winch atau pekerjaan-pekerjaan lain untuk mengangkat beban yang berat. Winch ini umumnya terdiri dari dua buah penggulung dan pengarea warp dan sebuah drum yang berfungsi menarik bagian pukat ikan terutama cod end ke kepal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepasang &lt;a href="http://www.amazon.com/Grey-Britain-Gallows/dp/B0027HB9DQ?ie=UTF8&amp;amp;tag=zoloyankey&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;Gallow&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=B0027HB9DQ" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important;" width="1" /&gt; dipasang di tiang belakang yang berfungsi sebagai blok penghantar warp dari alat ke winch selama proses operasi pukat ikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-687851977812806606?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/687851977812806606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/12/perlengkapan-primer-penangkapan-pukat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/687851977812806606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/687851977812806606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/12/perlengkapan-primer-penangkapan-pukat.html' title='Perlengkapan Primer Penangkapan Pukat Cincin, Rawai Tuna, Pukat Udang, dan Pukat Ikan'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-487576395841890089</id><published>2009-12-22T23:59:00.000+07:00</published><updated>2009-12-22T23:59:45.089+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>Melacak Sirip Hiu dari Sup Hingga Samudra</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiap tahun jutaan &lt;a href="http://www.amazon.com/Sharks-Fin-Sichuan-Pepper-Sweet-Sour/dp/0393332888?ie=UTF8&amp;amp;tag=zoloyankey&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;sirip hiu&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=0393332888" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important;" width="1" /&gt; diperdagangkan di pasar-pasar di China untuk memenuhi permintaan akan sup sirip hiu, yang dianggap sebagai salah satu kenikmatan kuliner. Tapi sejauh ini belum pernah diketahui hiu dari daerah mana dan jenis apa yang terancam akibat perdagangan ini. Berkat dilakukannya riset DNA, para peneliti mampu melacak asal sirip hiu yang dijual di pasaran Hong Kong sampai ke tempat hiu-hiu itu hidup. Ilmuwan menemukan bahwa sebagian dari &lt;a href="http://www.amazon.com/Sharks-Fin-Sichuan-Pepper-Sweet-Sour/dp/0393332888?ie=UTF8&amp;amp;tag=zoloyankey&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;sirip hiu&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=0393332888" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important;" width="1" /&gt; itu diambil dari jenis hiu martil yang hidup berkilo-kilometer jauhnya dari Hong Kong dan populasinya tergolong terancam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penemuan ini menekankan pentingnya melindungi hiu-hiu dari perdagangan internasional. Pasalnya, sekitar 73 juta hiu dibunuh tiap tahun demi masakan yang disebut lezat ini, dimana 1 sampai 3 juta hiu yang dibunuh adalah hiu martil. Menurut Ellen Pikitch, profesor ilmu kelautan dari Universitas Stony Brook, New York, hiu-hiu martil diincar karena ukuran siripnya yang besar, dan 1 kg sirip bisa dijual seharga 120 dollar AS.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Perdagangan sirip hiu telah terjadi bertahun-tahun secara gelap,” kata Demian Chapman, peneliti dari Institut Ilmu Pelestarian Laut, Universitas Stony Brook. “Hasil kerja kami menunjukkan bahwa perdagangan sirip hiu martil berasal dari seluruh penjuru dunia, maka itu penanganannya juga harus dilacak dan dikelola secara global.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Chapman dan para mitranya memakai teknik yang disebut ‘identifikasi stok genetika’ (GSI) untuk meneliti contoh DNA dari 62 &lt;a href="http://www.amazon.com/FINIS-Shark-Tail-Swim-Blue/dp/B001GQ2CEY?ie=UTF8&amp;amp;tag=zoloyankey&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;sirip hiu&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=B001GQ2CEY" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important;" width="1" /&gt; martil yang didapatkan dari pasaran di Hong Kong. Dengan melihat urutan DNA mitokondrial dari tiap sirip – yaitu bagian kode genetika yang diturunkan dari induk dan bisa dilacak untuk menentukan daerah kelahiran hiu – para peneliti bisa mencocokkan 57 dari 62 sirip tersebut pada suatu lokasi di Samudra Indo-Pasifik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tim peneliti juga menganalisa urutan mitokondrial dari 177 hiu martil yang telah dipotong siripnya di Samudra Atlantis bagian barat dan membuktikan bahwa spesies itu berasal dari tiga kelompok menurut asalnya, yaitu: dari utara (Atlantik dan Teluk Mexico), tengah (Belize dan Panama), selatan (Brazil). Hasil pelacakan menunjukkan 21 persen sirip hiu di Hong Kong berasal dari Atlantik bagian barat. Hiu martil yang telah diambil siripnya di area ini sejak 2006 sudah termasuk kelompok terancam menurut Serikat Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN). Bahkan spesies daerah pesisir ini sepertinya telah hilang dari bagian barat Samudra Atlantik Utara dan Teluk Mexico.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“DNA dari hiu martil memiliki tanda DNA populasi yang kuat, sehingga kita bisa melacak asal-usul geografis sebagian besar sirip yang dijual di pasaran,” kata Mahmood Shivji, direktur dari Institut Riset Guy Harvey, di Florida yang telah menerbitkan karya tulis mengenai topik ini. “Dari sudut pandang yang lebih luar, pengujian sirip lewat forensik DNA bisa menjadi alat untuk menentukan area perlindungan dan untuk memastikan hiu tidak punah di area tertentu akibat diburu secara berlebihan.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlindungan hiu martil akan dipertimbangkan pada Konvensi mengenai Perdagangan Internasional Spesies yang Terancam (CITES), Maret 2010, di Qatar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.amazon.com/Sharks-Fin-Sichuan-Pepper-Sweet-Sour/dp/0393332888?ie=UTF8&amp;amp;tag=zoloyankey&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;Shark's Fin and Sichuan Pepper: A Sweet-Sour Memoir of Eating in China&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=0393332888" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important;" width="1" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Amerika telah mengusulkan bagi CITES untuk mendaftar hiu martil dan lima spesies hiu lainnya pada Lampiran II, yang akan mencanangkan perizinan dan pengawasan untuk seluruh perdagangan spesies ini di seluruh perbatasan internasional. Dengan mengetahui spesies dan asal-usul dari sirip yang diperdagangkan maka pengelolaan dan usaha perlindungan bisa dialokasikan dengan efektif. Temuan ini diterbitkan lewat internet, Selasa (1/12), dalam jurnal “Endangered Species Research”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber: http://sains.kompas.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-487576395841890089?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/487576395841890089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/12/melacak-sirip-hiu-dari-sup-hingga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/487576395841890089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/487576395841890089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/12/melacak-sirip-hiu-dari-sup-hingga.html' title='Melacak Sirip Hiu dari Sup Hingga Samudra'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-3912807919979530686</id><published>2009-12-20T00:12:00.000+07:00</published><updated>2009-12-20T00:12:56.167+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar NPL'/><title type='text'>Perlengkapan Keselamatan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlengkapan keselamatan (&lt;a href="http://www.amazon.com/Dewalt-DPG82-11C-Concealer-Anti-Fog-Safety/dp/B000RKQ1NI?ie=UTF8&amp;amp;tag=zoloyankey&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;safety equipment&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=B000RKQ1NI" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important;" width="1" /&gt;) adalah semyua peralatan keselamatan yang hanya digunakan pada keadaan darurat menyangkut keselamatan manusia dan/atau kapal. Jumlah, jenis dan kelengkapan perlengkapan keselamatan telah diatur oleh dalam peraturan keselamatan yang mengacu pada ketentuan Intergovernmental Maritime Organization (IMO) melalu SOLAS 1974. Peraturan ini berlaku untuk semua kapal baik yang sedang berlayar, berlabuh, menangkap ikan, bersandar dan docking). Peralatan ini wajib ada di atas kapal dengan jumlah yang cukup sesuai ketentuan yang berlaku dan disyahkan oleh yang berwenang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlengkapan keselataman adalah semua peralatan yang digunakan bagi para awak kapal (life jacket, immersion suit) untuk meninggalkan kapal (abandon &lt;a href="http://www.amazon.com/Tom-Co-32223A-Square-Rigger/dp/B0009KMG3A?ie=UTF8&amp;amp;tag=zoloyankey&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;ship&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=zoloyankey&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=B0009KMG3A" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important;" width="1" /&gt;) jika kapal dinyatakan bahaya oleh Nakhoda termasuk sekoci penolong, life raft, dan rakit penolong). Perlengkapan keselamatan ini wajib ada di kapal dan ditempatkan di tempat-tempat yang mudah dijangkau dan diluncurkan dari kapal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sekoci penolong&lt;/b&gt; tertutup adalah alat apung yang digunakan untuk meninggalkan kapal. Sekoci ini dilengkapi mesin, perlengkapan penunjang kehidupan, navigasi, dan komunikasi. Sekoci ini ditempatkan pada dewi-dewi meluncur otomatis, dimana awak kapal masuk ke sekoci sebelum diluncurkan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Jacket Penolong (Life Jacket);&lt;/b&gt; adalah jaket khusus yang dilengkapi peralatan mengapung dan isyarat (peluit)yang dipakai oleh perorangan. Jumlahnya paling sedikit satubuah untuk satu orang atau menurut ketentuan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pelampung penolong (Life Ring)&lt;/b&gt; adalah alat apung yang digunakan misalnya untuk menolong orang jatuh kelaut. Alat ini dipasang di masing-masing lambung kapal, mudah dijangkau, tidak boleh diikat. Salah satu dari sejumlah pelampung yang dipasang di masing-masing lambung kapal harus dilengkapi dengan tali dan lampu isyarat yang dapat menyala secara otomatis (biasanya di pasang disamping kamar kemudi)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Rakit penolong&lt;/b&gt; adalah apung keselamatan yang juga diwajibkan ada diatas kapal&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Life Raft;&lt;/b&gt; Life Raft adalah alat apung yang dapat mengapung dengan sendirinya. Alat ini digunakan saat kapal benar-benar semua awak kapal harus meninggalkan kapal (tenggelam atau terbakar). Alat ini dipasang di masing-masing lambung kapal dengan penataan khusus yang dapat diluncurkan dengan mudah atau terlepas dengan sendirinya. Jumlah dan kapasitasnya life raft dimasing-masing lambung kapal harus mampu menampung seluruh awak kapal atau mengacu pada aturan yang berlaku. Life Raft harus selalu diperiksa dan oleh ahlinya dan disahkan oleh yang berwenang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sekoci penolong&lt;/b&gt; adalah alat apung yang digunkanan untuk meninggalkan kapal. Sekoci ini dilengkapi mesin, perlengkapan penunjang kehidupan, navigasi, dan komunikasi. Sekoci ini ditempatkan pada dewi-dewi harus dapat diluncurkan baik secara mekanis maupun otomatis&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-3912807919979530686?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/3912807919979530686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/12/perlengkapan-keselamatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/3912807919979530686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/3912807919979530686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/12/perlengkapan-keselamatan.html' title='Perlengkapan Keselamatan'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-1281075054671135919</id><published>2009-12-17T23:58:00.000+07:00</published><updated>2009-12-17T23:58:02.766+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar NPL'/><title type='text'>Perlengkapan perawatan kapal.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perawatan kapal dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: perawatan ringan dan perawatan berat. Perawatan ringan dilakukan di atas kapal dilakukan oleh awak kapal selama kapal di pelabuhan atau sedang operasi. Perawatan berat dilakukan saat kapal sedang naik dok. Menghilangkan karat di kapal dapat dilakukan oleh tangan manusia dan did ok dapat menggunakan sand blasting.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlengkapan perawatan kapal terdiri dari peralatan pengecatan, peralatan pengelasan, dan peralatan pembersihan kapal. Peralatan pengecatan terdiri peralatan penghilang karat dan pengecatan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peralatan penghilang karat ringan terdiri dari palu ketok, skrap, sikat baja, dan gerinda. Sedangkan peralatan penghilang karat mekanik atau yang dikenal dengan snad blasting mennggunakan tenaga listrik. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-1281075054671135919?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/1281075054671135919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/12/perlengkapan-perawatan-kapal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/1281075054671135919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/1281075054671135919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/12/perlengkapan-perawatan-kapal.html' title='Perlengkapan perawatan kapal.'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-1703386334438497144</id><published>2009-12-17T16:29:00.000+07:00</published><updated>2009-12-17T16:29:07.085+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar NPL'/><title type='text'>Perlengkapan pengisyaratan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlengkapan pengisyaratan (signaling equipment) terdiri dari peralatan-peralatan  yang digunakan untuk pengi-syaratan terutama dalam pengisyaratan bahaya baik, isyarat bunyi (gong, peluit, sirene), cahaya (lampu  aldist), semaphore (bendera), dan bendera kebangsaan kapal, bendera negara-negara yang akan disinggahi kapal dan dilalui. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PENGISYARATAN DENGAN CAHAYA &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lampu isyarat cahaya aldis (Aldis Signaling Lamp) digunakan untuk mengirimkan pesan (isyarat) dari kapal ke kapal dengan menggunakan kode morse (morse code signaling). Lampu ini sifatnya fortabel (dapat dijinjing) Cahaya paling tidak harus mencapai jarak pandang 8 mil laut, sudut simpangan tidak lebih dari 500 , mampu memancarkan 12 kata per menit,  dan hanya dapat dinyalakan sumber tenaga  AC/DC.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;LAMPU MORSE &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lampu morse di pasang ditempat paling tinggi pada tiang utama, tampak keliling (tidak terhalang oleh benda kapal), jarak pandang paling sedikit 8 mil laut, mampu memancarkan cahaya isyarat sebanyak paling sedikit 12 kata per menit, dan hanya dapat dinyalakan sumber tenaga  AC/DC. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ISYARAT BAHAYA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Isyarat bahaya ini hanya diggunakan saat kapal mengalami marabahaya yang membahayakan jiwa manusia dan kapalnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber: &lt;b&gt;Supardi Ardidja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-1703386334438497144?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/1703386334438497144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/12/perlengkapan-pengisyaratan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/1703386334438497144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/1703386334438497144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/12/perlengkapan-pengisyaratan.html' title='Perlengkapan pengisyaratan'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-7866922685107506662</id><published>2009-12-17T00:30:00.001+07:00</published><updated>2009-12-17T16:19:39.757+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar NPL'/><title type='text'>PERLENGKAPAN KAPAL PERIKANAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kapal-kapal perikanan secara umum harus memiliki perlengkapan (mekanik dan manual) baik yang disyaratkan oleh aturan keselamatan kapal maupun yang dibutuhkan sesuai dengan jenis kegiatannya. Perlengkapan tersebut terdiri dari perlengkapan primer dan perlengkapan sekunder. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Perlengkapan primer adalah semua peralatan kapal yang diwajibkan oleh aturan keselamatan kapal dan peralatan lain yang fungsinya tidak dapat digantikan dengan perlengkapan lainnya kecuali dalam keadaan mendesak, sedangkan perlengkapan sekunder adalah semua peralatan yang dianjurkan oleh aturan keselamatan kapal dan peralatan kerja lain yang fungsinya dapat digantikan oleh peralatan lainnya. Perlengkapan yang disyaratkan oleh aturan keselamatan kapa wajib memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh PT. Klasifikasi Indonesia (PTKI) atau badan-badan sertifikasi internasional lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara umum kapal perikanan memiliki perlengkapan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Perlengkapan pengisyaratan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Perlengkapan navigasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a) Lampu Navigasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b) Penentuan Posisi Kapal&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Perlengkapan komunikasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Perlengkapan Kemudi beserta penataannya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Perlengkapan Keselamatan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a) Perlengkapan keselamatan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b) Perlengkapan pemadam kebakaran&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Perlengkapan Dek&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a) Perlengkapan sandar labuh&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b) Perlengkapan bongkar muat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; c) Perlengkapan penangkapan Ikan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Perlengkapan operasi penangkapan ikan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlengkapan penanganan ikan hasil tangkapan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlengkapan perawatan alat penangkap ikan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d) Perlengkapan perawatan kapal&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Perlengkapan Akomodasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a) Perlengkapan ruang akomodasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b) Perlengkapan sanitasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; c) Perlengkapan dapur&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; d) Perlengkapan kesehatan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Perlengkapan Kamar Mesin&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sumber: Buku Supardi Ardidja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-7866922685107506662?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/7866922685107506662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/12/perlengkapan-kapal-perikanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/7866922685107506662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/7866922685107506662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/12/perlengkapan-kapal-perikanan.html' title='PERLENGKAPAN KAPAL PERIKANAN'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-967515721834625361</id><published>2009-12-16T23:38:00.001+07:00</published><updated>2009-12-17T16:20:00.407+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>Rencana Penerapan Sertifikasi Hasil Tangkapan Ikan</title><content type='html'>Sehubungan dengan European Council Regulation No. 1005/2008 (IUU Regulation) tanggal 29 September 2008 yang mewajibkan setiap produk perikanan hasil tangkapan dari perairan laut yang masuk ke pasar UE harus dilengkapi dengan "Catch Certificate" (Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan/SHTI), dengan ini kami sampaikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.   Sertifikasi Hasil Tangkapan Ikan akan mulai diberlakukan tanggal 1 Januari 2010 sebagaimana diatur&lt;br /&gt;dalam European Council Regulation No. 1005/2008 di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.   Indonesia   (Departemen   Kelautan   dan   Perikanan/DKP)   telah   melakukan   berbagai&lt;br /&gt;langkah-langkah persiapan, termasuk memenuhi persyaratan yang diminta oleh Komisi&lt;br /&gt;Eropa untuk menyampaikan notifikasi Pejabat DKP ke UE. Hai ini bisa dilihat melalui&lt;br /&gt;website     Komisi      Eropa      (&lt;a href="http://ec.europa.eu/fisheries/cfp/external_relations/illegal_" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &amp;quot;c2c594d1beda04ae1876f19a935ee4d7&amp;quot;, event)" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://ec.europa.eu/fisheries/cfp/external_relations/illegal_&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;fishing_en.htm).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.   Menteri Kelautan dan Perikanan telah menunjuk Direktur Jenderal Perikanan Tangkap sebagai Otoritas&lt;br /&gt;Kompeten (Competent Authority) untuk penyelenggaraan SHTI. Untuk operasional SHTI di lapangan,&lt;br /&gt;Dirjen Perikanan Tangkap telah menunjuk 21 (dua puluh satu) Kepala Pelabuhan Perikanan sebagai&lt;br /&gt;Otoritas Kompeten Lokal yang akan memvalidasi Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Apabila ada ada pertanyaan terkait dengan penerapan Sertifikasi Hasil Tangkapan Ikan dapat&lt;br /&gt;menghubungi Dirjen Perikanan Tangkap up. Direktur Pelabuhan Perikanan telp. (021) 3520728, Fax  &lt;br /&gt;(021) 3520728, Email: parlin.t@gmail.com dengan tembusan kepada Dirjen Pengolahan dan&lt;br /&gt;Pemasaran Hasil Perikanan up. Direktur Pemasaran Luar Negeri telp/fax (021) 3521977, Email:&lt;br /&gt;trilateral_partnership@yahoo.com dan eksporikan@gmail.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.   Sebagaimana telah dijelaskan melalui sosialisasi dan simulasi yang telah dilaksanakan pada bulan Juli&lt;br /&gt;- September 2009 bahwa Untuk kapal penangkap skala kecil tidak perlu mengisi Sertifikat Hasil&lt;br /&gt;Tangkapan Ikan, namun UPl/eksportir mengisi sertifikat hasil tangkapan ikan yang telah           &lt;br /&gt;disederhanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.   Contoh blanko Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan dan informasi lainnya dapat dilihat di website DKP&lt;br /&gt;(www.dkp.go.id, pilih Program Khusus, pilih Seafood Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Direktorat Jenderal P2HP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-967515721834625361?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/967515721834625361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/12/rencana-penerapan-sertifikasi-hasil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/967515721834625361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/967515721834625361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/12/rencana-penerapan-sertifikasi-hasil.html' title='Rencana Penerapan Sertifikasi Hasil Tangkapan Ikan'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-5087055330850584344</id><published>2009-12-16T22:58:00.000+07:00</published><updated>2009-12-16T22:58:51.332+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>Ikan Albino Yang Aneh</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SykDCctUoTI/AAAAAAAABeQ/E_m7cw3zCuE/s1600-h/1659022p.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SykDCctUoTI/AAAAAAAABeQ/E_m7cw3zCuE/s1600/1659022p.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Bagi penggemar ikan hias, ikan yang memiliki kelainan seperti ikan albino yang putih pucat akibat kekurangan pigmen warna justru diburu karena dianggap unik dan langka. Harganya pun jauh lebih mahal dibanding ikan sejenis yang normal. Misalnya saja, seekor monster fish, Lung Fish albino dihargai 12 juta rupiah sementara ikan Lung Fish normal harganya hanya ratusan ribu rupiah.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;"Yang paling mahal di sini, Lung Fish albino. Harganya 12 juta. Kalau yang biasa 300 ribu-an," ujar Kamil salah seorang penjual monster fish di pameran ikan hias, reptil, dan tanaman, Indonesian Pets Plants Aquatic Expo 2009 di WTC Mangga Dua, Jakarta, Sabtu (12/12/2009) .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Perbedaan harga dari ikan unik dengan ikan normal sangat tinggi karena jumlah Lung Fish albino sangat sedikit. "Dikit banget. Dari satu juta, hanya ada satu yang albino," kata Kamil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Hanung yang juga hobiis monster fish menambahkan, Lung Fish albino hanya terdapat di Afrika, Amazon dan Australia. Yang paling mahal dan langka adalah Lung Fish albino Australia yang saat ini termasuk hewan yang dilindungi. Lung Fish adalah ikan air tawar pemakan daging. Terlihat di pameran, Lung Fish normal berwarna abu-abu kecoklatan seperti ikan lele yang memiliki sisa kaki dan tangan. Sedangkan Lung Fish albino berwarna putih pucat dengan bola mata berwarna merah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Menurut Kamil, Lung Fish albino memiliki gangguan penglihatan seperti layaknya manusia albino. Seperti yang diberitakan, dalam Indonesian Pets Plants Aquatic Expo 2009, dipamerkan beragam ikan hias, reptil, dan tanaman hias yang cukup menarik perhatian pengunjung terlihat dari bayaknya pengunjung yang datang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.p2sdkpkendari.com/index.php?pilih=news&amp;amp;aksi=lihat&amp;amp;id=822"&gt;ps2dkpkendari &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-5087055330850584344?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/5087055330850584344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/12/ikan-albino-yang-aneh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/5087055330850584344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/5087055330850584344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/12/ikan-albino-yang-aneh.html' title='Ikan Albino Yang Aneh'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SykDCctUoTI/AAAAAAAABeQ/E_m7cw3zCuE/s72-c/1659022p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-7666436747561877639</id><published>2009-12-11T23:39:00.000+07:00</published><updated>2009-12-11T23:39:37.211+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>Meletakkan Agenda Kelautan di Kopenhagen</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Putaran negosiasi iklim kembali berlangsung. Bagi Indonesia, perundingan kali ini sangat berarti, setelah sebelumnya menjadi salah satu penggagas sekaligus tuan rumah World Ocean Conference, 11-15 Mei 2009 di Manado, Sulawesi Utara. Puncak pencapaian pertemuan kelautan yang dihadiri perwakilan 140 negara dan Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut adalah ditandatanganinya Deklarasi Kelautan Manado yang butir ke-18 pernyataannya menegaskan bahwa ”Coral Triangle Initiative sebagai kerangka jalan untuk mempercepat teraihnya visi WOC dalam COP-15 di Kopenhagen, Denmark, 7-18 Desember 2009”.&lt;/span&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam konteks inilah, peran Indonesia diuji: (1) mampukah Indonesia mengawal dan memasukkan mandat WOC ke tengah perundingan. Isu kelautan selama ini terpinggirkan; (2) rasionalitas apa yang paling tepat untuk menempatkan laut ke dalam perundingan iklim dan apa alat ukur keberhasilannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menilik inisiatif tingkat global dan regional yang mengemuka belakangan ini, keputusan memasukkan mandat WOC di Kopenhagen telah menemukan momentum dan ruangnya. Hal ini tersirat dalam laporan bertajuk ”Blue Carbon: The Role of Healthy Oceans in Binding Carbon” yang sengaja dikeluarkan oleh tiga lembaga resmi di bawah PBB, yakni UNEP (Program Lingkungan PBB), IOC-UNESCO (Komisi Kelautan Antarpemerintah pada Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB), dan FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian) menjelang berakhirnya Protokol Kyoto periode pertama pada 2012.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Laporan setebal 80 halaman itu merekomendasikan proposal Blue Carbon Fund sebagai upaya pengoptimalan peran laut dalam negosiasi iklim. Pada level regional, konsorsium CTI akan mengadakan CTI Business Summit, 18-21 Januari 2010 di Filipina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Idenya, mempertemukan pejabat pemerintah enam negara anggota CTI: Indonesia, Filipina, PNG, Timor Leste, Kepulauan Solomon, dan Malaysia, dengan dunia usaha agar berinvestasi di kawasan CTI. Rupanya perlu investasi untuk menggunakan efektivitas ekosistem laut dalam siklus karbon, sekaligus komersialisasi atas nama carbon reduction. Namun, sebenarnya bagaimana dengan substansinya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Reposisi substansi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Diagnosa yang keliru dipastikan menghasilkan keputusan yang keliru. Saat ini energi bangsa terkuras untuk membuktikan seberapa ampuh laut Indonesia menyerap karbon, sementara nelayan tradisional tetap pada kondisi krisis terparahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seperti dinyatakan oleh Alan F Koropitan, faktanya telah terjadi penurunan tingkat efisiensi laut dalam menyerap karbon antropogenik di atmosfer (Kompas, 30/11). Warga dunia perlu bahu-membahu menjaga agar itu tidak berbalik menjadi pelepas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Laut tropis, seperti Indonesia yang ”sifat bawaannya” lebih sebagai pelepas karbon, juga harus dijaga peranannya menjaga jalur aliran dinamik massa air perairan global—the great oceanconveyer belt (Broeker, 1991); penyedia pangan bagi warga Indonesia, bahkan dunia; media transportasi; serta media inspiratif lahirnya pengetahuan dan budaya kebaharian. Jadi, premis laut sebagai penyerap karbon dalam negosiasi iklim Indonesia harus diletakkan sebagai jebakan, bukan peluang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Parameter keberhasilan agenda kelautan di Kopenhagen tak terletak pada besaran karbon yang terserap di laut yang dikonversi ke nilai ekonomis, melainkan sebenarnya seberapa ampuh tindakan mengurangi dampak buruk perubahan iklim di laut. Tindakan-tindakan itu di antaranya, seberapa efektif ekonomi nelayan mampu terlindungi dari keterusikan iklim; seberapa besar pasokan pangan (baca: ikan) yang dapat tersedia secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan domestik, di tengah-tengah musnahnya karang akibat pemanasan global; serta seberapa besar kapasitas negara dalam melindungi dan mengurangi jumlah korban jiwa nelayan tradisional—46 orang pada Desember 2008-Maret 2009 (Kiara, 2009).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Upaya mereduksi dampak buruk bisa dimulai dengan memperbesar peran negara menyediakan informasi akurat yang mudah diakses kelompok nelayan—kapan bisa melaut dan kapan tidak, di mana lokasinya, dan alternatif apa yang bisa disediakan negara sebagai solusi penghidupan nelayan. Hal penting lain adalah menyediakan asuransi kepada nelayan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi kepada para nelayan untuk tetap beraktivitas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada tahapan itulah diperlukan konsistensi dan koherensi kebijakan dilandasi paradigma negara kelautan. Dengan demikian, dampak perubahan iklim tetap diselesaikan pada diskursus tingkat global dan nelayan di kampung bisa tenang melaut!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Oleh: &lt;span style="font-size: small;"&gt;Riza Damanik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-7666436747561877639?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/7666436747561877639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/12/meletakkan-agenda-kelautan-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/7666436747561877639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/7666436747561877639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/12/meletakkan-agenda-kelautan-di.html' title='Meletakkan Agenda Kelautan di Kopenhagen'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-838128038485732564</id><published>2009-12-10T22:54:00.002+07:00</published><updated>2009-12-10T22:54:29.102+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>Australia Harus Keluarkan Laporan Internasional Soal Pencemaran Minyak</title><content type='html'>Aktivis lingkungan hidup mendesak pemerintah Australia mengeluarkan laporan resmi kepada masyarakat internasional tentang pencemaran di perairan Indonesia. &amp;nbsp;Mida Saragih dari Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) mengatakan, pengakuan itu penting bagi petani rumput laut, petambak garam dan nelayan yang dirugikan akibat pencemaran. Selain untuk mencari solusi bagi warga yang terdampak, pengakuan itu untuk menghindari Australia mendapat kecaman internasional sebagai negara yang tak peduli lingkungan.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;     &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;“Sampai saat ini belum ada laporan resmi dan mengakui bahwa pencemaran itu memasuki perairan Indonesia. Nah yang kedua soal Australia itu sebelumnya ikut dalam Coral Triangle Initiative, mereka sempat menyatakan komitmennya sebesar 14,3 milyar untuk mendanai sebuah program konservasi bernama segitiga terumbu karang di bawah konfrensi &amp;nbsp;kelautan dunia yang kita langsungkan Mei 2009 tapi agenda itu gagal membicarakan biaya sosial ekologi yang diakibatkan industri tambang dan gas yang banyak diantaranya berasal dari Australia,” kata Mida Saragih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;Kebocoran tambang minyak Australia di kawasan celah Timor mencemari lautan Indonesia.&amp;nbsp;&lt;span&gt;Kebocoran tambang minyak lepas pantai itu terjadi sejak Agustus lalu. Sedikitnya 17000 petani rumput laut, penambak garam dan nelayan NTT yang terkena dampak pencemaran itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-838128038485732564?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/838128038485732564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/12/australia-harus-keluarkan-laporan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/838128038485732564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/838128038485732564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/12/australia-harus-keluarkan-laporan.html' title='Australia Harus Keluarkan Laporan Internasional Soal Pencemaran Minyak'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-3304718702081206108</id><published>2009-12-03T22:55:00.001+07:00</published><updated>2009-12-03T22:56:13.454+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar NPL'/><title type='text'>Dasar-Dasar Keselamatan Di Kapal</title><content type='html'>&lt;b&gt;JENIS-JENIS KEADAAN DARURAT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tubrukan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Reaksi muatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebakaran - meledak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kandas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebocoran&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tenggelam atau terbalik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pencemaran&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kerusakan kendali kapal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang jatuh ke laut&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PENYEBAB&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Faktor Teknis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Faktor Alam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Faktor Manusia&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sijil Darurat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tempat berkumpul&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tugas-tugas awak kapal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanda alarm isyarat bahaya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Isyarat Bahaya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Letusan selang waktu ± 1 menit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bunyi yang diperdengarkan terus menerus&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cerawat-cerawat cahaya merah &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Isyarat kode morse:  S.O.S &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Isyarat pesawat radio telepon: “Mayday”.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sehelai bendera segi empat di atas bola&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nyala api di atas kapal &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cerawat tangan atau isyarat asap&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lengan yang terentang dinaik-turunkan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Isyarat Bahaya Suara&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SxffJ2l5k8I/AAAAAAAABdI/koAkBasoXKk/s1600/Picture1.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="230" src="http://1.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SxffJ2l5k8I/AAAAAAAABdI/koAkBasoXKk/s400/Picture1.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Prosedur Tindakan Orang Jatuh ke Laut&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Lemparkan pelampung penolong&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berteriak ke arah anjungan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perhatikan posisi korban&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bila Terjadi Keadaan Darurat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jangan panik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Segera kenakan rompi penolong atau pelampung penolong&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berkumpul sesuai sijil darurat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bantu anak-anak, wanita, orang tua, orang yang lemah, sakit atau terluka&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ikuti petunjuk kru kapal&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fasilitas Keselamatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Alat peluncuran dan embarkasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peralatan piroteknik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pesawat luput maut&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sekoci penyelamat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alat penolong perorangan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alat penolong lain&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Meninggalkan Kapal (Abandon Ship)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tunggu perintah captain&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kenakan semua pakaian bila memungkinkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Minum bila ada kesempatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunakan semua peralatan keselamatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pastikan kondisi telah sangat berbahaya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ikuti petunjuk kru kapal&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Evakuasi dengan Pesawat Luput Maut&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ikuti petunjuk petugas (baca petunjuk prosedur peluncuran)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan berebut&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dahulukan anak-anak, wanita, orang tua, orang yang lemah, sakit atau terluka&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Evakuas dengan Pelampung Penolong&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ketinggian maksimal 4,5 meter&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perhatikan permukaan air&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lempar pelampung di dekat lokasi penerjunan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meloncat dengan menutup hidung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kenakan pelampung sesuai petunjuk pemakaian&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Evakuasi dengan Rompi Penolong&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ketinggian maksimal 4,5 meter&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perhatikan permukaan air&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meloncat dengan menutup hidung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan langsung meloncat ke dalam pesawat luput maut&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-3304718702081206108?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/3304718702081206108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/12/dasar-dasar-keselamatan-di-kapal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/3304718702081206108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/3304718702081206108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/12/dasar-dasar-keselamatan-di-kapal.html' title='Dasar-Dasar Keselamatan Di Kapal'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SxffJ2l5k8I/AAAAAAAABdI/koAkBasoXKk/s72-c/Picture1.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-3771438007248852766</id><published>2009-12-01T23:46:00.000+07:00</published><updated>2009-12-01T23:46:52.480+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar NPL'/><title type='text'>Mengoperasikan GPS</title><content type='html'>&lt;b&gt;Umum&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;NAVSTAR GPS kependekan dari Navigation Satellite and Ranging Global Positioning System&lt;br /&gt;GPS adalah sistem radio navigasi dan penentuan posisi menggunakan satelit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sejarah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1958 : NNSS (SATNAV). Angkatan Laut Amerika.&lt;br /&gt;1973 : Sistem GPS. Angkatan Udara Amerika&lt;br /&gt;1978 : Satelit Blok I (10 satelit 1985)&lt;br /&gt;1994 : IGEB (AFSC). 24 satelit Blok II&lt;br /&gt;2000 : Selective Availability (SA) 10 meter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sistem Operasional&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Satelit &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stasiun pengontrol satelit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;GPS&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagian Utama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Antena receiver&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Processing&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Input perintah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Monitor&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memori&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Data GPS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Posisi 3D&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kecepatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Waktu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kompas&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keakuratan GPS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Selective Availability (SA)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Multipath&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Tombol Fungsi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SxVGTTZWBHI/AAAAAAAABdA/JuXGz63lzWw/s1600/Klasifikasi,,.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="164" src="http://4.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SxVGTTZWBHI/AAAAAAAABdA/JuXGz63lzWw/s320/Klasifikasi,,.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mengaktifkan GPS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tekan tombol power&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tekan page&lt;/li&gt;&lt;li&gt;GPS information page&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menonaktifkan GPS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tekan tombol power beberapa detik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menghidupkan Lampu Latar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tekan 2 kali tombol ON&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tekan tombol Rocker kiri-kanan untuk mengatur kecerahannya &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Memadamkan Lampu Latar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tekan 1 kali tombol ON&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tekan Quit  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Main Menu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tekan Menu 2 kali&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilih menu yang akan digunakan, termasuk setup GPS&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menu Pilihan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tekan tombol page untuk mengganti menu pilihan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;GPS information page&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Map page&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pointer page&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Highway page&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Active route page&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;Pointer page&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Klik menu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilih Change Data Field, enter&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klik Enter&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilih jenis data yang akan ditampilkan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Highway Page&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Klik menu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilih Change Data Field, enter&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klik Enter&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilih jenis data yang akan ditampilkan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Active Route Page&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Klik menu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maksudkan tipe rute yang akan dimasukkan, enter&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunakan tombol atas bawah Rocker untuk memilih huruf awal WPT atau City, enter&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilih WPT atau City, enter&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Simulator Navigasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tekan enter&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilih Star simulator, enter&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Memberi Nama Waypoint&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika memberi nama tanpa berada di posisi tersebut: Pada Map Page, gerakkan kursor ke posisi yang diinginkan. Langkah berikutnya sama dengan di atas&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menuju ke Waypoint atau City&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Klik Go to&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilih Waypoint atau City, enter&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tekan tombol atas bawah Rocker (Cari huruf awal WPT or City), enter&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cari WPT or City tujuan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menuju ke Titik di Peta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pada Map Page&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunakan tombol Rocker untuk membawa pointer ke titik yang diinginkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tekan Go To&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilih MAP, enter&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mengedit Waypoint atau City&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pada Map Page&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bawa pointer ke WPT or City&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tekan enter&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Edit sesuai keperluan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menghapus Waypoint atau City&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pada Map Page&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bawa pointer ke WPT or City&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tekan enter&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tekan menu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilih Delete&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menghapus Garis Haluan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Klik Go To&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilih Stop Navigation&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-3771438007248852766?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/3771438007248852766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/12/mengoperasikan-gps.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/3771438007248852766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/3771438007248852766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/12/mengoperasikan-gps.html' title='Mengoperasikan GPS'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SxVGTTZWBHI/AAAAAAAABdA/JuXGz63lzWw/s72-c/Klasifikasi,,.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-27629461281005089</id><published>2009-11-30T22:47:00.000+07:00</published><updated>2009-11-30T22:47:31.196+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Trawl'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar NPL'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;&amp;nbsp;1.PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;PUKAT IKAN ATAU PUKAT UDANG (TRAWL) PUKAT HARIMAU&lt;br /&gt;ALAT TANGKAP BERBENTUK KERUCUT YANG DIOPERASIKAN DENGAN MENGHELA (TOWING)&lt;br /&gt;UNTUK MEMBUKA MULUT JARING KE SAMPING DIGUNAKAN OTTER BOARD&lt;br /&gt;KE ATAS DENGAN PELAMPUNG, KE BAWAH DENGAN PEMBERAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. KLASIFIKASI TRAWL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;2.1. CARA MULUT JARING TERBUKA : BEAM TRAWL,&lt;br /&gt;OTTER BOARD, DAN PARANZELLA&lt;br /&gt;2.2.  JUMLAH KAPAL YANG MENGOPERASIKAN :  &lt;br /&gt;SATU KAPAL DAN DUA KAPAL&lt;br /&gt;2.3.  LETAK ALAT SAAT  DIOPERASIKAN :  &lt;br /&gt;PERMUKAAN, PERTENGAHAN DAN DASAR&lt;br /&gt;2.4.  JUMLAH PANEL  (SIM):  DUA. EMPAT DAN ENAM&lt;br /&gt;2.5.  JUMLAH ALAT TANGKAP YANG DIOPERASIKAN :&lt;br /&gt;SATU  DAN LEBIH DARI SATU&lt;br /&gt;2.6.  LETAK  ALAT TANGKAP : BURITAN (STERN ) &lt;br /&gt;DAN SAMPING (SIDE)&lt;br /&gt;2.4.  TUJUAN PENANGKAPAN : PUKAT UDANG, PUKAT IKAN &lt;br /&gt;DLL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KAPAL TRAWL (TRAWLER)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;SYARAT KAPAL TRAWL:&lt;br /&gt;Sanggup berlayar dgn. tenaga sediri sec.kontinyu&lt;br /&gt;Sanggup berlayar dalam segala cuaca&lt;br /&gt;Stabilitas yang tinggi dan memiliki palkah yang besar&lt;br /&gt;Memiliki tempat persediaan : BBM, oli, makanan, air untuk keperluan operasi yang lama&lt;br /&gt;Daya olah gerak yang baik&lt;br /&gt;Daya tarik yang kuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;OPERASI PENANGKAPAN TERDIRI :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSIAPAN&lt;br /&gt;SETTING&lt;br /&gt;TOWING&lt;br /&gt;HAULING&lt;br /&gt;PENANGANAN HASIL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4.1. PERSIAPAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;PERSIAPAN  DI DARAT MELIPUTI :&lt;br /&gt;Alat tangkap, cadangannya dan kelengkapannya&lt;br /&gt;Perbekalan : bahan makan, BBM, pelumas, air tawar, obat-obatan dan dukumentasi (surat-surat kapal)&lt;br /&gt;Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum berankat &lt;br /&gt;Keadaan DPI (musim)&lt;br /&gt;Laporan kapal lain yang sedang operasi penangkapan&lt;br /&gt;Data hasil tangkapan tahun yang sudah lewat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PERSIAPAN DI LAUT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Persiapan di laut terdiri :&lt;br /&gt;Membuka boom (kapal double rig trawl) bagian kanan dan kiri&lt;br /&gt;Memasang warp pada block di tiang belakang (gallow) atau rig kanan kiri&lt;br /&gt;Memasang otter board pada gallow&lt;br /&gt;Menyambung jaring dengan warp atau atter board&lt;br /&gt;Memasang stopper&lt;br /&gt;Memasang try net pada posisinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Suharto&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-27629461281005089?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/27629461281005089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/11/pukat-ikan-atau-pukat-udang-trawl-pukat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/27629461281005089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/27629461281005089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/11/pukat-ikan-atau-pukat-udang-trawl-pukat.html' title=''/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-6473707125611965340</id><published>2009-11-25T04:46:00.000+07:00</published><updated>2009-11-25T04:46:08.766+07:00</updated><title type='text'>Nautical Fisherys: People's outlook for the Justice Coalition of Fisheries World Fisheries Day "Overcome Crisis, Make Justice Fisheries"</title><content type='html'>&lt;a href="http://nautical-technology.blogspot.com/2009/11/peoples-outlook-for-justice-coalition.html"&gt;Nautical Fisherys: People's outlook for the Justice Coalition of Fisheries World Fisheries Day "Overcome Crisis, Make Justice Fisheries"&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-6473707125611965340?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://nautical-technology.blogspot.com/2009/11/peoples-outlook-for-justice-coalition.html' title='Nautical Fisherys: People&apos;s outlook for the Justice Coalition of Fisheries World Fisheries Day &quot;Overcome Crisis, Make Justice Fisheries&quot;'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/6473707125611965340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/11/nautical-fisherys-peoples-outlook-for.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/6473707125611965340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/6473707125611965340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/11/nautical-fisherys-peoples-outlook-for.html' title='Nautical Fisherys: People&apos;s outlook for the Justice Coalition of Fisheries World Fisheries Day &quot;Overcome Crisis, Make Justice Fisheries&quot;'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-283709562727856018</id><published>2009-11-25T03:35:00.000+07:00</published><updated>2009-11-25T03:50:21.986+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GillNet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar NPL'/><title type='text'>Klasifikasi Jaring Insang Berdasarkan Metode Pengoperasian</title><content type='html'>Jaring insang tetap ( fixed gillnet atau set gillnet )&lt;br /&gt;Jaring insang hanyut ( drift gillnet )&lt;br /&gt;Jaring insang lingkar ( encircling gillnet )&lt;br /&gt;Jaring insang giring ( frightening gillnet atau drive gillnet )&lt;br /&gt;Jaring insang sapu ( rowed gillnet )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar sbb. :&lt;br /&gt;1. Jaring insang tetap ( fixed gillnet atau set gillnet )&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SwxCBmQVkGI/AAAAAAAABco/jpBwB5Bllwk/s1600/Klasifikasi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SwxCBmQVkGI/AAAAAAAABco/jpBwB5Bllwk/s400/Klasifikasi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;2. Jaring insang hanyut ( drift gillnet )&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SwxCYvPqnPI/AAAAAAAABcs/vUS_lod1ydk/s1600/Klasifikasi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SwxCYvPqnPI/AAAAAAAABcs/vUS_lod1ydk/s400/Klasifikasi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;3. Jaring insang lingkar ( encircling gillnet )&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SwxCoTPly1I/AAAAAAAABcw/YSu4ZNiES9w/s1600/Klasifikasi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SwxCoTPly1I/AAAAAAAABcw/YSu4ZNiES9w/s400/Klasifikasi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;4. Jaring insang giring (frightening gillnet atau drive gillnet)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SwxCzTbGRRI/AAAAAAAABc0/C_gmIamxGgY/s1600/Klasifikasi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SwxCzTbGRRI/AAAAAAAABc0/C_gmIamxGgY/s400/Klasifikasi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;5. Jaring insang sapu ( rowed gillnet )&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SwxDH5N5IHI/AAAAAAAABc4/dqTg3UxlnYA/s1600/Klasifikasi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SwxDH5N5IHI/AAAAAAAABc4/dqTg3UxlnYA/s400/Klasifikasi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-283709562727856018?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/283709562727856018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/11/klasifikasi-jaring-insang-berdasarkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/283709562727856018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/283709562727856018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/11/klasifikasi-jaring-insang-berdasarkan.html' title='Klasifikasi Jaring Insang Berdasarkan Metode Pengoperasian'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SwxCBmQVkGI/AAAAAAAABco/jpBwB5Bllwk/s72-c/Klasifikasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-5364368970851234087</id><published>2009-11-24T03:36:00.002+07:00</published><updated>2009-11-25T03:50:21.986+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GillNet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar NPL'/><title type='text'>Jaring insang sapu ( rowed gillnet )</title><content type='html'>Bagian-bagian dari jaring insang baik itu jaring insang satu lembar, dua lembar maupun tiga lembar terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pelampung ( float )&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tali Pelampung ( float line )&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tali Ris Atas dan Bawah (head and ground rope)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tali penggantung badan jaring bagian atas dan   bawah ( upper and under bolch line )&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Srampad Atas dan Bawah ( upper and under  selvedge )&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Badan jaring atau jaring utama ( main net )&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tali Pemberat ( sinker line )&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemberat ( sinker )&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pelampung ( float )&lt;br /&gt;Terbuat dari bahan yang mempunyai daya apung dengan bentuk beraneka ragam.&lt;br /&gt;Nelayan jaring insang yang masih belum maju, ukuran, bentuk bahan dan daya apung dalam satu tingting (piece) berbeda-beda meskipun target tangkapannya sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tali Pelampung ( float line ) Adalah tali untuk memasang pelampung, terbuat  dari bahan sintetis seperti haizek, vinylon,  polyvinyl chloride, saran atau bahan lain yang  bisa dipakai untuk tali pelampung. Arah pintalan tali pelampung dengan arah  pintalan tali ris atas umumnya berlawanan ( pintal  kanan atau S dan pintal kiri atau Z )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tali Ris Atas dan Bawah (head and ground rope) Tali ris atas fungsinya untuk menggantungkan  badan jaring yang dipasang dibawah tali  pelampung.  Tali ris bawah untuk menggantungkan badan  jaring dibagian bawah yang dipasang di atas tali  pemberat. Panjang masing-masing tali ris  ditambah sekitar 30 – 50 cm, untuk menyambung  antara piece yang satu dengan piece yang  lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tali penggantung badan jaring bagian atas dan   bawah ( upper and under bolch line ) Untuk mnggantungkan badan jaring pada tali ris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Srampad Atas dan Bawah (upper and under selvedge ) Adalah susunan mata jaring yang ditambahkan pada  badan jaring utama.  Tujuannya adalah sebagai penguat badan jaring untuk  mempermudah pengoperasian jaring. Bahan serampad atas dan bawah sama dengan bahan  badan jaring utama, nomor benangnya biasanya 2-3  kali lebih besar dari nomor benang jaring utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Badan jaring atau jaring utama ( main net ) Badan jaring utama pada jaring satu lembar terdiri  satu lembar. Badan jaring utama pada jaring dua  lembar terdiri dari dua lembar jaring yang ukuran  mata jaring dan tinggi mata jaring berbeda satu  sama lain. Jenis jaring insang tiga lembar, terdiri  dari satu lembar jaring bagian dalam dan dua  lembar jaring bagian luar. Besar mata jaring  bagian luar berkisar sekitar 5 – 6 kali besar mata  jaring bagian dalam. Bahan jaringnya umumnya  dari bahan amilan, nylon, tengus atau bahan  sintetis lainnya.7. Tali Pemberat ( sinker line ) Dipakai untuk memasang pemberat yang  bahanya dari tali sintetis. Arah pintalan tali    pemberat dengan arah pintalan tali ris bawah.8. Pemberat ( sinker ) Terbuat dari bahan yang mempunyai daya  tenggelam dengan bentuk yang beraneka ragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar-gambar gillnet :&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SwxEXUfrNkI/AAAAAAAABc8/rviMVbz50nc/s1600/Klasifikasi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://1.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SwxEXUfrNkI/AAAAAAAABc8/rviMVbz50nc/s400/Klasifikasi.jpg" width="272" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-5364368970851234087?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/5364368970851234087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/11/5-jaring-insang-sapu-rowed-gillnet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/5364368970851234087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/5364368970851234087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/11/5-jaring-insang-sapu-rowed-gillnet.html' title='Jaring insang sapu ( rowed gillnet )'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SwxEXUfrNkI/AAAAAAAABc8/rviMVbz50nc/s72-c/Klasifikasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-5233017757181373750</id><published>2009-11-24T01:50:00.002+07:00</published><updated>2009-11-25T03:52:18.055+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GillNet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar NPL'/><title type='text'>TEKNIK PENGOPERASIAN GILLNET</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah tiba di fishing ground yang telah ditentukan (sebaiknya daerah yang bukan merupakan alur pelayaran). Pertama, turunkan pelampung tanda dan jangkar. Berikutnya turunkan jaringnya (setting). Setelah semua jaring diturunkan, maka dalam waktu sekitar 2 – 5 jam dibiarkan di air. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Selanjutnya dilakukan penarikan jaring ke kapal (hauling). Pada waktu hauling, jaring diataur lagi untuk siap diturunkan pada setting berikutnya.Operasi penangkapan banyak dilakukan pada malam hari, tetapi pada pagi haripun penangkapan bisa dilakukan. Yang penting warna jaring tidak terlihat oleh ikan. Jadi warna jaring disesuaikan dengan warna perairan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-5233017757181373750?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/5233017757181373750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/11/teknik-pengoperasian-gillnet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/5233017757181373750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/5233017757181373750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/11/teknik-pengoperasian-gillnet.html' title='TEKNIK PENGOPERASIAN GILLNET'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-5150280618773013206</id><published>2009-11-23T12:44:00.003+07:00</published><updated>2009-11-25T03:25:07.956+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>Pandangan Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan Hari Perikanan Sedunia “Atasi Krisis, Wujudkan Keadilan Perikanan”</title><content type='html'>HARI INI, 21 November 2009, lebih dari 6 miliar penduduk bumi berefleksi mengenai tata interaksi mereka dengan ketersediaan sumber daya perikanan dan model pengelolaan global. Pada momentum bersejarah inilah, warga dunia dihadapkan pada dua krisis maha besar yang mengancam keberlangsungan kehidupan. Krisis yang sedang dialami umat manusia ini adalah: pertama, krisis pangan, termasuk di dalamnya ketersediaan sumber daya perikanan, &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;yang menjadikan lebih dari 1 miliar warga bumi menderita kelaparan akut (FAO, 2009). Di Asia Tenggara, krisis ini adalah malapetaka. Betapa tidak, dengan kekayaan aneka sumber pangan, wilayah Asia Tenggara justru dihadapkan pada kondisi kekurangan pangan dan gizi dua kali lebih besar dibandingkan dengan wilayah Sub Sahara Afrika. Penyebabnya adalah 75 persen produk perikanannya hanya diperdagangkan untuk memenuhi konsumsi penduduk Jepang, Amerika Serikat, Eropa, dan Cina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis kedua adalah krisis iklim. Tak hanya berdampak pada kian rusaknya sumber daya perikanan, tetapi juga telah merenggut 24.000 nyawa nelayan di lautan (FAO, 2008). Inilah krisis yang dihadapi oleh warga dunia. Tanpa pelaksanaan prinsip-prinsip keadilan perikanan dalam mengelola sumber daya kelautan perikanan dan pesisir, krisis terburuk sepanjang sejarah ini bakal terus menghilangkan nyawa manusia secara besar-besaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua krisis di atas telah melanda dan terus meluas di seantero Indonesia. Di banyak pasar tradisional, ikan terubuk, tongkol, dan ikan-ikan karang yang memiliki kualitas protein tinggi dan menjadi hidangan konsumsi masyarakat, nyaris sulit ditemukan. Untuk mengatasi kelangkaan ini, pemerintah terus berupaya meningkatkan besaran angka impor perikanan. Di tahun 2008, volume impor produk perikanan sebesar 280.179,34 ton dengan nilai 268 juta dollar AS. Nilai impor itu naik lebih dari 100 persen dibandingkan dengan tahun 2007 yang hanya 160 juta dollar AS dengan volume impor 120.000 ton. Keputusan untuk mengimpor cakalang, tepung ikan, ikan patin, dan impor pangan lainnya inilah yang mengakibatkan keuangan negara sebesar lebih dari Rp50 triliun atau setara dengan 5,0 persen APBN terus tergerogoti. Padahal, Indonesia adalah negeri dengan anugerah kelautan perikanan yang besar dan beraneka ragam. Pada konteks inilah, kita melupakan pesan Presiden Soekarno (1901-1970) bahwa, “Pangan merupakan soal mati-hidupnya suatu bangsa. Apabila kebutuhan pangan rakyat tidak terpenuhi, maka malapetaka (akan terjadi)”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kesulitan inilah, ikhtiar negara memberikan perlindungan dan pemenuhan hak nelayan tradisional sebagai warga negara justru terabaikan. Akibat cuaca ekstrem, dalam catatan KIARA (Desember 2008 – Maret 2009), lebih dari 46 nelayan tradisional meninggal dunia di laut saat menjalankan misi mulia, yakni menyediakan protein bagi anak-anak bangsa dari Sabang sampai Merauke. Jika dibiarkan berlarut, kondisi ini akan berujung pada krisis berikutnya, yakni ketiadaan nelayan handal di bumi pertiwi. Betapa tidak, terus menyusutnya sumber daya perikanan, kian kerapnya penggusuran terhadap rumah tinggal kebudayaan dan ruang penghidupan nelayan, ancaman keselamatan jiwa akibat cuaca ekstrem, hingga kuantitas kemiskinan di wilayah pesisir yang terus meningkat seiring ketidakpedulian negara terhadap keberlanjutan hidup dan cita-cita keluarga nelayan, pada akhirnya akan melahirkan krisis nelayan dan hilangnya pengharapan dan optimisme di kalangan generasi muda untuk terus melanjutkan jati diri bangsa, yakni dengan mengukuhkan cita-cita menjadi nelayan handal yang setia menghidupi kekayaan tradisi bahari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mewujudkan keadilan perikanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam Undang-Undang No. 7 tahun 1996 tentang Pangan, disebutkan bahwa, pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia. Mengacu pada letak kepulauan Indonesia, tak terbantahkan jika sumber daya perikanan disebut sebagai pilar penting pemasok pangan nasional. Meski demikian, konsumsi ikan nasional hingga 2009 terbilang rendah, yakni 30 kg/orang/tahun, atau empat kali lebih rendah ketimbang konsumsi warga Jepang, sebesar 125 kg/orang/tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpijak pada pelbagai krisis yang terus terjadi, peringatan Hari Perikanan Sedunia ini seyogianya dijadikan sebagai&amp;nbsp; titik tolak pemerintah Indonesia untuk melakukan reorientasi kegiatan perikanan, dengan konsisten dan konsekuen melakukan: pertama, mengoreksi kebijakan ekspor gelondongan ikan nasional dan memperbesar upaya penuntasan praktek kejahatan perikanan, guna menyikapi dan mendukung upaya peningkatan konsumsi ikan nasional; kedua, memastikan perlindungan terhadap nelayan dan wilayah tangkap tradisionalnya; ketiga, segera merevisi kebijakan kelautan perikanan dan pesisir yang tidak sejalan dengan kaidah keberlanjutan lingkungan hidup dan bangunan sosial kemasyarakatan, di antaranya Undang-Undang No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Undang-Undang Perubahan No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 5 Tahun 2008 tentang Usaha Perikanan Tangkap. Demikian pula dengan kebijakan terkini Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 mengenai pemberian insentif kepada sektor swasta melalui penghapusan pungutan retribusi perikanan yang jelas-jelas menabrak batas rasa keadilan bagi nelayan tradisional, dan dibukanya kembali kran ekspor ikan cakalang pada 11 November lalu, yang berpotensi besar merugikan ekonomi Indonesia, menghilangkan kemandirian usaha perikanan nasional, dan merusak keberlanjutan ekosistem laut dan ketersediaan pangan sumber daya perikanan nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), sebuah organisasi koalisi LSM, organisasi massa, dan individu yang menaruh peduli atas keberlanjutan ekosistem laut dan ketersediaan sumber daya perikanan demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat mendesak dan berseru kepada penyelenggara negara untuk bersegera mewujudkan keadilan perikanan dengan prinsip-prinsip sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, pentingnya negara mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan sumber daya ikan tanpa hutang, dengan tetap memprioritaskan pada pemenuhan kebutuhan pangan nasional secara berdikari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pentingnya negara memberikan dan memastikan terpenuhinya hak-hak nelayan sebagai warga negara maupun hak-hak istimewa mereka sebagai nelayan tradisional, serta memberikan perlindungan maksimal atas wilayah perairan tradisionalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pentingnya negara memahami kegiatan perikanan sebagai sumber pangan, pengembangan budaya nasional, dan sumber ekonomi kerakyatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, pentingnya negara memahami kegiatan perikanan secara utuh, dengan memaknai keterlibatan perempuan nelayan di dalam kegiatan perikanan sebagai subyek yang teramat penting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi: &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;M. Riza Damanik&lt;/span&gt;, Sekretaris Jenderal KIARA&lt;br /&gt;Hp. +62818 773 515 / 0852 5599 9708 (sementara)&lt;br /&gt;Email.&amp;nbsp;&amp;nbsp; riza.damanik@ gmail.com / kiara@kiara. or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-5150280618773013206?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/5150280618773013206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/11/pandangan-koalisi-rakyat-untuk-keadilan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/5150280618773013206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/5150280618773013206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/11/pandangan-koalisi-rakyat-untuk-keadilan.html' title='Pandangan Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan Hari Perikanan Sedunia “Atasi Krisis, Wujudkan Keadilan Perikanan”'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-3260363081563452263</id><published>2009-11-23T08:48:00.000+07:00</published><updated>2009-11-25T03:50:21.986+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GillNet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar NPL'/><title type='text'>JARING INSANG (Gillnet)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengertian :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jaring Insang ( Gillnet ) adalah suatu jenis alat penangkap ikan dari bahan jaring yang bentuknya empat persegi panjang dimana mata jaring dari bagian jaring utama ukurannya sama.  Jumlah mata jaring ke arah panjang / horizontal ( Mesh Length / ML ) jauh lebih banyak dari pada jumlah mata jaring ke arah vertikal atau ke arah dalam    ( Mesh Depth / MD ).  Pada bagian atasnya dilengkapi dengan beberapa pelampung ( floats ) dan dibagian bawahnya dilengkapi dengan beberapa pemberat ( sinkers ), sehingga dengan adanya dua gaya yang berlawanan memungkinkan jaring insang dapat dipasang di daerah penangkapan dalam keadaan tegak.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Metode pengoperasian dar jaring insang pada umumnya dilakukan secara pasif, tetapi ada juga yang dioperasikan secara semi aktif atau dioperasikan secara aktif.Untuk jenis jaring yang dioperasikan secara pasif umumnya dilakukan pada malam hari, baik itu dioperasikan dengan alat bantu cahaya atau tanpa alat bantu cahaya dengan cara dipasang di perairan / daerah penangkapan yang diperkirakan akan dilewati oleh ikan atau hewan air lainnya, kemudian dibiarkan untuk beberapa lama supaya ikan mau memasuki mata jaring.Lamanya pemasangan jaring insang di daerah penangkapan disesuaikan dengan jenis ikan yang akan dijadikan target tangkapan atau menurut kebiasaan nelayan yang mengoperasikannya.Untuk jaring insang yang dioperasikan secara semi aktif atau yang dioperasikan secara aktif, pemasangan jaring di daerah penangkapan umumnya dilakukan pada siang hari yaitu dengan mengaktifkan jaring supaya ikan tertangkap atau dengan kata lain tidak menunggu supaya ikan memasuki mata jaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk jenis jaring insang yang konstruksinya hanya terdiri dari satu lembar, ikan yang memasuki mata jaring biasanya hanya ikan yang mempunyai ukuran keliling belakang penutup insang (operculum girth) lebih kecil dari keliling mata jaring dan keliling tinggi maksimum (maksimum body girth) dari ikan lebih besar dari keliling mata jaring (mesh size).Cara tertangkapnya ikan pada mata jaring biasanya terjerat pada bagian belakang penutup insang (operculum) atau terjerat di antara operculum dan bagian tinggi maksimum (maximum body) ikan.Untuk jenis jaring insang yang konstruksinya terdiri dari dua lembar dan tiga lembar, ikan yang memasuki mata jaring biasanya selain ikan yang mempunyai ukuran keliling bagian belakang penutup insang lebih kecil dan keliling tinggi maksimum lebih besar darui keliling mata jaring bagian dalam (inner net).Cara tertangkapnya ikan pada kedua jenis jaring ini, selain terjerat pada bagian belakang operculum atau terjerat di antara operculum dan bagian tinggi maksimum pada mata jaring bagian dalam, juga tertangkap secara terpuntal, maka ikan yang tertangkap dapat dengan terjerat atau juga terpuntal pada jaring.Target tertangkapnya ikan sebagai berikut :a. Targer tertangkapnya ikan oleh jaring satu lembar : - Ikan-ikan yang mempunyai bentuk streamline, seperti    bentuk ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis),         Kembung (Rasreliger spp), Sarden (Sardinella spp)   dan Ikan Salem  (Onchorhynchus spp) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan-ikan yang mempunyai sifat bergerombol, baik itu    bergerombol secara agregation, school atau  bergerombol  secara food.- Besar individu dari gerombolan ikan hampir merata,- Mempunyai kecepatan / kekuatan untuk menusuk mata  jaring dan- Jenis ikan yang mempunyai model berenang (mode of  swimming) seperti model berenang subcarangiform,  carangiform, thunniform dan yang menyerupainya.b. Target tertangkapnya ikan dengan jaring insang dua      lembar dan tiga lembar :  - Ikan-ikan yang menjadi target tertangkapnya jaring     satu lembar,  - Ikan-ikan yang tidak mempunyai bentuk sreamline,     seperti bentuk beberapa jenis ijkan dasar, ikan        lindung, kepiting, udang dan jenis lainnya,  - Ikan yang mempunyai sifat soliter,  - Ikan yang mempunyai ukuran besar, seperti layaran,    hiu, tuna dan jenis lainnya,  - Besar individu dan gerombolan ikan tidak merata dan  - Tidak mempunyai kecepatan / kekuatan untuk        memasuki dan menusuk mata jaring seperti jenis      ikan yang mempunyai model berenang (mode of       swimming) seperti model berenang angiulsform,       balistiform, gymnotiform dan rajiform dan yang        menyerupainya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jenis jaring insang di Indonesia:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jaring insang satu lembar (single gillnet)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jaring insang dua lembar (double gillnet atau    semi trammel net)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jaring insang tiga lembar (trammel net).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penamaan dari ketiga jaring ini bisa berbeda menurut daerah atau penamaannya menurut daerah atau penamaannya disesuaikan dengan nama ikan yang akan dijadikan target tangkapan. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-3260363081563452263?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/3260363081563452263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/11/jaring-insang-gillnet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/3260363081563452263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/3260363081563452263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/11/jaring-insang-gillnet.html' title='JARING INSANG (Gillnet)'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-7364352162448355425</id><published>2009-11-23T03:42:00.009+07:00</published><updated>2009-11-25T03:50:21.987+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GillNet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar NPL'/><title type='text'>SYARAT-SYARAT YANG HARUS DIPENUHI OLEH GILLNET</title><content type='html'>&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Kekuatan dari benang (rigidity of twine)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketegangan Rentangan Tubuh Jaring&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tingkat Pengkerutan (shortening / shringkage)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tinggi jaring&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ukuran mata jaring (mesh size) dan Besar Ikan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Warna Jaring.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Kekuatan dari benang (rigidity of twine)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seharusnya “lembut tidak kaku”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terutama untuk menangkap ikan dengan cara entangled.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahan yang digunakan biasanya; cotton, hennep, linen, amylan, nylon, koremona dll. Yang mempunyai fibres yang lembut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Caranya dengan memperkecil diameter benang atau jumlah pintalan dikurangi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Ketegangan Rentangan Tubuh Jaring Ketegangan rentangan, akan mengakibatkan   terjadinya tension baik pada float line maupun  pada tubuh jaring, maka akan ada pengaruh  terhadap jumlah hasil tangkapan (catch). Jika jaring direntangkan terlalu tegang, maka  ikan sukar terjerat dan ikan yang sudah  terjeratpun akan mudah lepas. Ketegangan rentangan jaring akan ditentukan  oleh  bouyancy dar float, berat tubuh jaring. Tali  temali,  sinking force dari sinker dan shortening.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.Tingkat Pengkerutan (shortening / shringkage) Yaitu beda panjang tubuh jaring dalam keadaan  tegang sempurna (stretch) dengan panjang  jaring setelah diikatkatkan pada float line dan  sinker line. Shortening disebutkan dalam persen (%). Contoh : Panjang jaring utama (webbing) = 100 m.  Setelah jadi jaring yang panjang float line dan  sinker linenya = 70 m, maka shorteningnya  adalah 30 %. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk gillnet yang ikannya tertangkap secara gilled, nilai shortening sekitar 30 – 40 %, sedangkan untuk ikan yang tertangkapnya secara entangled shorteningnya sekitar 35 – 60 %.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.Tinggi jaring (mesh depth) Ialah jarak dari float line ke sinker line pada saat  jaring dipasang di perairan. Disebut dalam jumlah  mata jaring ataupun meter. Persamaannya :  Md = m x n √ 2 S – S ²  Dimana : Md = tinggi jaring m   = mata jaring n    = jumlah mata jaring ke arah dalam S    = shortening&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Ukuran mata jaring (mesh size) dan Besar Ikan    Webbing yang terbuat dengan simpul Plat knot, maka jumlah twine akan lebih sedikit jika dibandingkan dengan simpul yang dibuat dengan Trawler knot.Dengan semakin tebal diameter twine dan semakin kecil mesh size yang dipergunakan.Akibat bentuk simpul, maka mata jaring pada webbing dengan bebas akan membuka/melebar baik ke arah tegak maupun ke arah mendatar. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Warna Jaring. Warna jaring maksudnya adalah warna dari  pada  webbing jaring utama. Warna pelampung,  tali  dan pemberat dll. diabaikan. Warna jaring di dalam air akan dipengaruhi oleh  faktor-faktor kedalam dari suatu perairan,  transparancy, sinar matahari, sinar bulan dan  faktor lainnya.  Dengan demikian, maka warna jaring hendaknya  sama dengan warna perairan, atau janganlah  kontras dengan baik terhadap warna air atau pun  terhadap dasar perairan dimana jaring dipasang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-7364352162448355425?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/7364352162448355425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/11/syarat-syarat-yang-harus-dipenuhi-oleh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/7364352162448355425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/7364352162448355425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/11/syarat-syarat-yang-harus-dipenuhi-oleh.html' title='SYARAT-SYARAT YANG HARUS DIPENUHI OLEH GILLNET'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-8234083854316738345</id><published>2009-11-22T10:05:00.001+07:00</published><updated>2009-11-25T03:50:21.987+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GillNet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar NPL'/><title type='text'>KLASIFIKASI JARING INSANG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Klasifikasi berdasarkan Konstruksi ( 2 klasifikasi ) :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Berdasarkan jumlah lembar jaring utama :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1) Jaring insang satu lembar ( single gillnet )&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2) Jaring insang dua lembar ( double gillnet atau          semi trammel net ) dan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3) Jaring insang tiga lembar ( trammel net )&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1) Jaring insang satu lembar ( single gillnet )&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jaring utamanya terdiri dari hanya satu lembar jaring&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tinggi jaring ke arah dalam ( mesh depth ) dan ke         arah panjang ( mesh length ) disesuaikan dengan :  target tangkapan, daerah penangkapan dan metode  pengoperasian.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengoperasian jaring insang ini ada yang di permukaan, di tengah ( kolom ) perairan atau di dasar perairan dengan cara diset menetap atau dihanyutkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2) Jaring insang dua lembar ( double gillnet atau          semi trammel net )&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jaring utamanya terdiridari dua lembar jaring.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Di Indonesia disebut jaring lapis dua ( jaring lapdu )    untuk menangkap udang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di luar negeri dipakai untuk penelitian ( tidak untuk     komersial ).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dioperasikan di dasar air secara aktif atau pasif. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3) Jaring insang tiga lembar ( trammel net )  Jaring utamanya terdiri dari tiga lembar ; dua  lembar jaring bagian luar ( outer net ) dan satu  lembar jaring bagian dalam ( inner net ).Mata jaring bagian luar umumnya lebih besar dari pada mata jaring bagian dalam. Perbandingannya antara 5 – 6 kali dari mata jaring bagian dalam.Tinggi jaring bagian dalam berkisar antara          1,1 – 1,9 kali tinggi jaring bagian luar.Pengoperasian jaring ini ada yang di permukaan, di kolom dan di dasar perairan dengan cara diset menetap atau dihanyutkan.Berdasarkan jumlah lembar jaring utama, masing-masing jaring insang mempunyai keuntungan dan kelemahan sbb:Jaring insang satu lembar dibanding 2 lbr dan 3 lbr&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Keuntungan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Biaya bhn lbh murah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembuatan dan perbaikan    jaring lbh mudah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melepaskan hsl tangkapan tdk lama&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kualitas hsl tangkapan lbh bagus&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lebih selektif thd ukuran dan jenis ikan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kelemahan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jml hsl tangkapan lbh sedikit dan tdk bervariasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tdk bisa menangkap ikan yg hanya ditangkap olh jrg insang 2 lbr atau jrg insang 3 lbr&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selang kls panj. Ikan dari satu jenis ikan yg tertangkap tdk bervariasi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Keuntungan dan Kelemahan jaring insang dua  lembar dengan jaring insang satu lembar :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Keuntungan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jmlh hsl tangkapan bisa lbh banyak dan bervariasi,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selang kls panjang ikan yg tertangkap bisa bervariasi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kelemahan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Biaya bhn lbh besar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembuatan dan perbaikan jaring lebih rumit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Waktu utk melepaskan ikan hsl tangkapan dari jaring lebih lama&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kualitas hsl tangkapan kurang bagus&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tdk selektif thd ukuran dan jenis ikan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Keuntungan dan Kelemahan jaring insang tiga  lembar dengan jaring insang satu lembar :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Keuntungan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jmlh hsl tangkapan bisa lbh banyak dan bervariasi,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bisa menangkap ikan atau habitat lainnya yg tdk bisa ditangkap olh jrg insang satu lbr dan dua lbr,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selang kls panjang ikan jenis habitat perairan yg tertangkap bisa bervariasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cocok utk pengambilan contoh ( sampling ) ikan atau habitat lain dari satu perairan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kelemahan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Biaya bhn lbh besar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembuatan dan perbaikan jaring lebih rumit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Waktu utk melepaskan ikan hsl tangkapan dari jaring lebih lama&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kualitas hsl tangkapan kurang bagus&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tdk selektif thd ukuran dan jenis ikan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Klasifikasi jaring insang berdasarkan jumlah lembar jaring utama &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/Swn-OIjofOI/AAAAAAAABck/1Oyb5JntO4I/s1600/Picture1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="210" src="http://1.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/Swn-OIjofOI/AAAAAAAABck/1Oyb5JntO4I/s320/Picture1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-8234083854316738345?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/8234083854316738345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/11/klasifikasi-jaring-insang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/8234083854316738345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/8234083854316738345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/11/klasifikasi-jaring-insang.html' title='KLASIFIKASI JARING INSANG'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/Swn-OIjofOI/AAAAAAAABck/1Oyb5JntO4I/s72-c/Picture1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-5264120308733968946</id><published>2009-05-14T11:17:00.000+07:00</published><updated>2009-05-14T11:18:56.487+07:00</updated><title type='text'>Laut Sawu Resmi Jadi Taman Nasional Perairan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jakarta (ANTARA News)&lt;/span&gt; - Pemerintah resmi menetapkan 3,5 juta hektar perairan di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi Taman Nasional Perairan (TNP).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;“Ini akan memberikan peningkatan bagi perekonomian masyarakat pesisir dan juga daerah. Juga menjadi sumbangan bagi anak dan cucu kita,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi di Manado, Rabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penetapan ini melengkapi kawasan konvervasi laut yang telah mencapai 10 juta hektar, sehingga sekarang menjadi 13,5 juta hektar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan konvervasi tersebut berada di delapan provinsi mulai dari provinsi NTT, Sulawesi Utar, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Papua Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan delapan kabupaten yakni Raja Ampat, Berau, Wakatobi, Kaimana, Pesisir Selatan Sumatera Barat, Sorong dan  Alor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penetapan TMP Sawu ini merupakan komitmen pemerintah Indonesia untuk melaksanakan konvervasi jangka panjang, dimana pada tahun 2010 ditargetkan luar kawasan konservasi laut mencapai 10 juta hektar dan pada 2020 mencapai 20 juta hektar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Gubernur NTT mengatakan ada 566 pulau di perairan Laut Sawu yang juga menjadi lintasan berbagai jenis paus, serta tiga jenis penyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penetapan Laut Sawu, ujarnya, mencakup luas lebih dari 3,9 juga hektar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sendiri menegaskan perlu dirumuskan pengelolaan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) yang lebih menunjang kesejahteraan masyarakat dengan cara-cara yang lestari serta menghormati kearifan lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah pusat hendaknya membantu Pemda untuk menginformasikan Taman Nasional Perairan Laut Sawu terutama di mata internasional.&lt;br /&gt;(*)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-5264120308733968946?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/5264120308733968946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/05/laut-sawu-resmi-jadi-taman-nasional.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/5264120308733968946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/5264120308733968946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/05/laut-sawu-resmi-jadi-taman-nasional.html' title='Laut Sawu Resmi Jadi Taman Nasional Perairan'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-7216948051376385209</id><published>2009-05-14T11:03:00.000+07:00</published><updated>2009-05-14T11:04:23.232+07:00</updated><title type='text'>7.700 Penyu Tertangkap Alat Pancing</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BITUNG, KOMPAS.com&lt;/span&gt; - Organisasi peduli lingkungan World Wildlife Fund (WWF) minta lebih banyak dukungan publik untuk pelestarian penyu laut. Diperkirakan, lebih dari 7.700 penyu tertangkap alat pancing atau menjadi tangkapan sampingan dalam penangkapan ikan tuna dengan kapal rawai panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beberapa komunitas pesisir telah menunjukkan kesadaran untuk menyelamatkan penyu, namun masih membutuhkan peran serta semua pihak,” kata Pemimpin Program Penyu WWF Indonesia, Creusa Hitipeuw di area konservasi penyu Kampung Tuloun, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Rabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Creusa mengatakan, warga Kampung Tuloun yang berada sekitar 70 kilometer dari Kota Manado serta komunitas Jamursba Medi di daerah “kepala burung” Papua merupakan perintis konservasi penyu berbasis masyarakat yang bisa direplikasi di daerah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, inisiatif masyarakat di daerah pesisir untuk menyelamatkan penyu tersebut sangat penting dalam upaya konservasi penyu laut. “Kami harus memastikan setiap telur menetas dan setiap tukik hidup. Kehidupan masyarakat pesisir dekat dengan habitat penyu, jadi peran mereka dalam hal ini sangat penting,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, pelestarian penyu mesti dilakukan dengan pendekatan terpadu, termasuk melindungi area habitat penyu, menekan permintaan daging dan telur penyu dan mengurangi tangkapan sampingan dengan menggunakan alat tangkap yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Diperkirakan lebih dari 7.700 penyu tertangkap alat pancing atau menjadi tangkapan sampingan dalam penangkapan ikan tuna dengan kapal rawai panjang,” tambah Koordinator Tangkapan Sampingan WWF Indonesia Ahmad Hafizh Adyas.&lt;br /&gt;ABI&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-7216948051376385209?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/7216948051376385209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/05/7700-penyu-tertangkap-alat-pancing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/7216948051376385209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/7216948051376385209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/05/7700-penyu-tertangkap-alat-pancing.html' title='7.700 Penyu Tertangkap Alat Pancing'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-525638130626365262</id><published>2009-05-14T10:58:00.000+07:00</published><updated>2009-05-14T11:01:17.599+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>Laut Bukan Lagi Penyerap Karbon</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jakarta (ANTARA News) &lt;/span&gt;- Sebelum merebaknya isu pemanasan global, di kalangan ilmiah dipahami bahwa air laut merupakan penyerap karbon (carbon sink).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dengan berkembangnya ilmu pengetahuan sebagai hasil dari berbagai riset tentang pemanasan global dan dampaknya, muncul pemahaman baru bahwa laut tak lagi sebagai penyerap karbon, melainkan sudah berada pada posisi sebagai penghasil karbon bersih (net carbon source).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya laut dapat berfungsi sebagai penyerap karbon (carbon sink) dan juga sebagai penyedia karbon (carbon source) ke atmosfer, tergantung kondisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karbon yang diserap maupun yang dilepas ke atmosfer berada dalam bentuk gas karbon dioksida (CO2). Laut akan menyerap karbon bilamana tekanan parsial gas karbon dioksida di atmosfer lebih tinggi dari tekanannya di dalam air laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, laut akan melepas karbon apabila tekanan parsial gas karbon dioksida di dalam air laut lebih tinggi dari tekanannya di atmosfer. Laut berfungsi sebagai penyerap karbon (carbon sink) dalam dua bentuk yakni melalui serapan pasif dan aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada serapan aktif, fitoplankton (tumbuhan mikro yang berada di kolom zona cahaya air laut) dengan kandungan klorofilnya dan bantuan sinar matahari memanfaatkan gas karbondioksida untuk proses fotosintesis dan menghasilkan gula (karbohidrat) (H2O + CO2 + cahaya + klorofil ----&gt; C6H12O6 + 6O2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada serapan pasif, gas karbondioksida akan larut dalam air laut secara alami dengan mudah dan cepat serta membentuk asam karbonat (H2O + CO2 ----&gt; H2CO3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi bolak-balik dalam proses ini juga berlangsung dengan cepat sehingga sulit membedakan antara asam karbonat dan karbondioksida dalam air. Air laut yang dingin serta banyak pergolakan (turbulent) cenderung menyerap karbondioksida dari atmosfer sementara air laut yang lebih hangat serta pergerakan airnya yang lebih tenang cenderung melepas karbondioksida ke atmosfer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal tahun 1990-an, laut diduga sebagai suatu net carbon sink dengan Lautan Atlantik Utara sebagai penyerap terbesar sekitar 60% dari total laut dunia. Proses pertukaran gas karbondioksida secara pasif kurang penting dibandingkan dengan proses pertukaran secara aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses fotosintesis merupakan aktivitas carbon sink sebaliknya proses respirasi (penguraian gula menjadi zat lain untuk menjalankan metabolisme tubuh) oleh organisme lainnya di laut, merupakan aktivitas carbon source.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitoplankton merupakan alga hijau berukuran mikroskopik dan berkembang dengan cepat dalam kolom air laut pada kondisi lingkungan dan unsur hara yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, perairan dengan populasi fitoplankton yang baik akan bekerja efektif sebagai carbon sink. Sebaliknya, bila proses respirasi oleh semua komunitas mahluk hidup di kolom air laut melebihi proses fofosintesis, maka kondisinya menjadi carbon source.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilamana laju proses fotosintesis lebih besar dari laju respirasi yang pada kondisi normal terjadi di laut maka net carbon sink akan terjadi dan sebaliknya pada kondisi tidak normal menjadi net carbon source.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teori, apabila populasi fitoplankton di laut makin meningkat maka penyerapan gas karbondioksida dari atmosfer juga meningkat sehingga laut bisa menjadi carbon sink.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1980-an, John Martin seorang ahli oseanografi dari Moss Landing Marine Laboratories (telah meninggal tahun 1993) mengatakan bahwa penambahan zat besi ke perairan yang cukup unsur hara namun kurang zat besi akan merangsang pertumbuhan fitoplankton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipotesis ini telah terbukti kebenarannya. Hasil penelitian lainnya juga menunjukkan hal yang sama yaitu dengan penambahan zat besi ke dalam perairan di Laut Selatan menunjukkan perkembangan fitoplankton yang nyata dan tingkat penyerapan gas karbondioksida juga meningkat signifikan dari atmosfer (Watson et al, 2000; Watson, 1997).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1988, John Martin menyarankan bahwa penambahan zat besi buatan ke laut dapat merobah iklim dunia dalam artian mengurangi gas CO2 dari atmosfer secara nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian para ilmuwan banyak yang tidak setuju dengan cara seperti itu sebagai upaya untuk mengurangi gas karbondioksida di atmosfer karena beberapa faktor antara lain faktor moral dan dampak pencemaran lingkungan sebagai ekses dari zat besi itu sendiri mengingat zat ini adalah logam berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tood Wood, Christopher Guay, dan Phoebe Lam (2009) dari Laboratorium Lawrence Nasional Berkeley juga menemukan bantahan terhadap hipotesis John Martin bahwa penambahan zat besi ke laut tidak akan merobah iklim dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian mereka dengan proyek SOFeX (the Southern Ocean Iron Experiment) dilaksanakan mulai 2002 di perairan antara New Zealand dan Antartika dengan menggunakan alat deteksi carbon explorer pada kedalaman 800 meter serta menguji hipotesis apakah penambahan zat besi ke perairan akan merobah iklim dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penelitian ini diperoleh hasil mengejutkan bahwa sebagian besar karbon dari hasil blooming fitoplankton hasil penambahan zat besi tersebut tidak pernah sampai ke perairan dalam (deep ocean).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sekalipun terjadi blooming fitoplankton sebagai akibat penambahan zat besi namun tidak berpengaruh nyata terhadap absorpsi gas CO2 dari atmosfer karena tidak terjadi presipitasi karbon ke laut yang lebih dalam secara nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, peningkatan penyerapan gas CO2 secara alami oleh air laut seyogianya tidak menguntungkan karena hal ini akan meningkatkan derajat keasaman (pH) air laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila derajat keasaman air laut meningkat maka hal ini akan menggangu kehidupan organisma laut lainnya terutama ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanasan Global&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanasan global yang terjadi belakangan ini sebagai akibat meningkatnya emisi gas karbon ke atmosfer telah mengakibatkan peningkatan suhu udara maupun suhu air laut secara nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang lebih penting dari dampak pemanasan global adalah meningkatnya suhu air laut yang mengakibatkan kemampuan air laut untuk menyerap gas karbondioksida menjadi berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gas karbondioksida mempunyai tingkat kelarutan dua kali lebih besar pada air dingin dibandingkan dengan air hangat. Laju fotosintesis dan respirasi juga sangat tergantung pada suhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suhu yang relatif tinggi, laju fotosintesis dan laju respirasi sama-sama meningkat namun laju respirasi meningkat lebih cepat dibandingkan dengan laju fotosintesis sehingga pelepasan gas karbondioksida menjadi lebih besar dibandingkan dengan penggunaannya dan menyebabkan laut menjadi net carbon source.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian Lefe`vre et al. (2004) di Lautan Atlantik Utara menunjukkan bahwa tekanan parsial gas karbondioksida dalam air laut telah meningkat lebih cepat dibandingkan dengan tekanan parsialnya di atmosfer khususnya pada saat musim panas yang mengakibatkan peningkatan pelepasan gas karbondioksida ke atmosfer, padahal sebelumnya daerah ini dikenal sebagai net carbon sink.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga ditemukan oleh CNRS (2009) di Lautan Hindia Selatan. Le Quere et al. (2007) juga menyimpulkan bahwa penyerapan gas karbondioksida oleh Lautan Selatan telah melemah sebesar 15% per dekade semenjak 1981 dan akan menjadi kurang efisien pada masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini akan membawa gas karbondioksida ke level yang semakin tinggi untuk jangka panjang. Pengurangan efisiensi penyerapan gas karbondioksida oleh Lautan Selatan disebabkan oleh peningkatan kekuatan angin sebagai akibat dari peningkatan gas rumah kaca di atmosfer dan pengurangan lapisan ozone jangka panjang di stratosfer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan kekuatan angin ini akan menyebabkan proses percampuran dan penaikan massa air laut dalam ke permukaan (upwelling) yang pada akhirnya meningkatkan pelepas gas CO2 ke atmosfer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa lokasi upwelling cenderung menjadi lokasi net carbon source.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carbon Source&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan Koropitan (dosen Institut Pertanian Bogor/IPB) telah melakukan penelitian di Laut Jawa dan menyimpulkan bahwa Laut Jawa cenderung berfungsi sebagai net carbon source.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil ini juga didukung dengan hasil penelitian lainnya yang dilakukan di beberapa lokasi perairan Indonesia. Menurut para ahli terumbu karang dan pemanasan global bahwa ekosistem terumbu karang juga berfungsi sebagai net carbon source.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu misi projet SeaWiFS Ocean Color Satellite adalah untuk menjawab pertanyaan apakah laut berfungsi sebagai carbon sink atau carbon source.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil analisa data konsentrasi klorofil-a selama 10 tahun terakhir tidak ditemukan adanya peningkatan konsentrasi klorofil-a secara global namun sebaliknya ditemukan penurunan konsentrasi klorofil-a yang nyata khususnya di laut lepas sub-tropik (mid-gyres ocean) Vantrepotte and Melin, 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil analisis Jonson Lumban Gaol (dosen IPB) terhadap data SeaWiFS untuk perairan Indonesia 10 tahun terakhir, juga menunjukkan tren penurunan konsentrasi klorofil-a khususnya laut lepas (personal communication).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil-hasil itu menunjukkan, secara umum, baik perairan Indonesia maupun perairan dunia, mengalami penurunan konsentrasi klorofil-a yang mengakibatkan penurunan penggunaan gas CO2 oleh fitoplankton dalam proses fotosintesis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan penurunan konsentrasi klorofil-a serta pemanasan global yang mengakibatkan penurunan tingkat kelarutan gas CO2 dalam air laut itu dapat disimpulkan bahwa baik perairan Indonesia maupun global cenderung berfungsi sebagai net carbon source.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-525638130626365262?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/525638130626365262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/05/laut-bukan-lagi-penyerap-karbon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/525638130626365262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/525638130626365262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/05/laut-bukan-lagi-penyerap-karbon.html' title='Laut Bukan Lagi Penyerap Karbon'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-1367415755138309153</id><published>2009-05-07T14:09:00.001+07:00</published><updated>2009-05-14T11:01:17.599+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>REKAP KETAATAN BERPANGKALAN (KEDATANGAN DAN KEBERANGKATAN) KAPAL PERIKANAN DI PPS KENDARI DARI BULAN JANUARI S/D DESEMBER TAHUN 2008</title><content type='html'>&lt;a href="http://spreadsheets.google.com/ccc?key=rLMGJ8HwOLyiEplT69NJEiA&amp;hl=en"&gt;Lihat file lengkapnya disini...&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-1367415755138309153?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/1367415755138309153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/05/rekap-ketaatan-berpangkalan-kedatangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/1367415755138309153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/1367415755138309153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/05/rekap-ketaatan-berpangkalan-kedatangan.html' title='REKAP KETAATAN BERPANGKALAN (KEDATANGAN DAN KEBERANGKATAN) KAPAL PERIKANAN DI PPS KENDARI DARI BULAN JANUARI S/D DESEMBER TAHUN 2008'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-7459873988551525307</id><published>2009-05-03T21:47:00.005+07:00</published><updated>2009-05-14T11:01:17.600+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>Pengaturan Maritim Antara Australia Dengan Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://docs.google.com/gview?srcid=F.3aaccf9f-619a-436f-ab9d-470a4f9ee896&amp;amp;pid=doclist&amp;amp;a=bi&amp;amp;docid=a3afafb93a43c85ad58500dd89d06442%7Cee40f8950e136c60c194927c82447423&amp;amp;chan=EgAAACODHEmy5CgY%2FtkIjOAFJpgtN%2FPq3ODPEImckSzTinRL&amp;amp;pagenumber=1&amp;amp;w=800"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 567px; height: 401px;" src="http://docs.google.com/gview?srcid=F.3aaccf9f-619a-436f-ab9d-470a4f9ee896&amp;amp;pid=doclist&amp;amp;a=bi&amp;amp;docid=a3afafb93a43c85ad58500dd89d06442%7Cee40f8950e136c60c194927c82447423&amp;amp;chan=EgAAACODHEmy5CgY%2FtkIjOAFJpgtN%2FPq3ODPEImckSzTinRL&amp;amp;pagenumber=1&amp;amp;w=800" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://docs.google.com/gview?srcid=F.3aaccf9f-619a-436f-ab9d-470a4f9ee896&amp;amp;pid=doclist&amp;amp;a=bi&amp;amp;docid=a3afafb93a43c85ad58500dd89d06442%7Cee40f8950e136c60c194927c82447423&amp;amp;chan=EgAAACODHEmy5CgY%2FtkIjOAFJpgtN%2FPq3ODPEImckSzTinRL&amp;amp;pagenumber=2&amp;amp;w=800"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 567px; height: 801px;" src="http://docs.google.com/gview?srcid=F.3aaccf9f-619a-436f-ab9d-470a4f9ee896&amp;amp;pid=doclist&amp;amp;a=bi&amp;amp;docid=a3afafb93a43c85ad58500dd89d06442%7Cee40f8950e136c60c194927c82447423&amp;amp;chan=EgAAACODHEmy5CgY%2FtkIjOAFJpgtN%2FPq3ODPEImckSzTinRL&amp;amp;pagenumber=2&amp;amp;w=800" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://docs.google.com/gview?srcid=F.a48451e8-4d75-4ff9-bf1a-8365bd7b45d5&amp;amp;pid=doclist&amp;amp;a=bi&amp;amp;docid=7bd894d91f14b3d9770d4bd73b2caace%7C4623ecd36e3938bd0b5304466adbbb32&amp;amp;chan=EQAAAIFjb290%2F34KhlesnhCWj1nDbCtoeBI%2FPDSC8%2FcwcBQz&amp;amp;pagenumber=1&amp;amp;w=800"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 568px; height: 402px;" src="http://docs.google.com/gview?srcid=F.a48451e8-4d75-4ff9-bf1a-8365bd7b45d5&amp;amp;pid=doclist&amp;amp;a=bi&amp;amp;docid=7bd894d91f14b3d9770d4bd73b2caace%7C4623ecd36e3938bd0b5304466adbbb32&amp;amp;chan=EQAAAIFjb290%2F34KhlesnhCWj1nDbCtoeBI%2FPDSC8%2FcwcBQz&amp;amp;pagenumber=1&amp;amp;w=800" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://docs.google.com/gview?srcid=F.a48451e8-4d75-4ff9-bf1a-8365bd7b45d5&amp;amp;pid=doclist&amp;amp;a=bi&amp;amp;docid=7bd894d91f14b3d9770d4bd73b2caace%7C4623ecd36e3938bd0b5304466adbbb32&amp;amp;chan=EQAAAIFjb290%2F34KhlesnhCWj1nDbCtoeBI%2FPDSC8%2FcwcBQz&amp;amp;pagenumber=2&amp;amp;w=800"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 567px; height: 802px;" src="http://docs.google.com/gview?srcid=F.a48451e8-4d75-4ff9-bf1a-8365bd7b45d5&amp;amp;pid=doclist&amp;amp;a=bi&amp;amp;docid=7bd894d91f14b3d9770d4bd73b2caace%7C4623ecd36e3938bd0b5304466adbbb32&amp;amp;chan=EQAAAIFjb290%2F34KhlesnhCWj1nDbCtoeBI%2FPDSC8%2FcwcBQz&amp;amp;pagenumber=2&amp;amp;w=800" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-7459873988551525307?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/7459873988551525307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/05/pengaturan-maritim-antara-australia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/7459873988551525307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/7459873988551525307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/05/pengaturan-maritim-antara-australia.html' title='Pengaturan Maritim Antara Australia Dengan Indonesia'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-6747328166457511623</id><published>2009-05-03T21:17:00.000+07:00</published><updated>2009-05-14T11:01:17.600+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>Penangkapan Ikan Demersal Tetap Dibatasi</title><content type='html'>&lt;span style="color:#000000;"&gt;Departemen Kelautan dan Perikanan memutuskan untuk tetap membatasi penangkapan ikan demersal dengan menggunakan alat tangkap cantrang. Hal ini untuk mencegah penurunan stok kelimpahan ikan demersal, terutama di perairan Jawa. &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt; Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Departemen Kelautan dan Perikanan Ali Supardan, Jumat (24/4), mengatakan hal tersebut seusai berdialog dengan perwakilan nelayan pesisir utara Jawa Tengah di Balai Besar Pengembang an Penangkapan Ikan Semarang, Jawa Tengah, Jumat (24/4). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt; Dialog tersebut untuk menampung tuntutan ratusan nelayan di pesisir utara Jawa Tengah yang meminta pemerintah untuk mengizinkan mereka menangkap ikan dengan cantrang. Pasalnya, penghasilan nelayan m enjadi turun setelah pemerintah melarang penggunaan cantrang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; Ikan demersal merupakan jenis ikan yang sebagian besar siklus kehidupannya berada di dekat dasar perairan. Ikan jenis ini biasanya ditangkap dengan cantrang, &lt;em&gt;trawl&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;trammel net&lt;/em&gt;, rawai dasar, dan jaring klitik. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; Menanggapi tuntutan tersebut, Ditjen Perikanan Tangkap DKP hanya memberikan toleransi kepada 400 kapal nelayan di Jawa Tengah yang berbobot di bawah 30 &lt;em&gt;gross ton &lt;/em&gt;(GT) untuk menggunakan alat tangkap cantrang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; "Untuk kapal yang berbobot di atas 30 GT tetap tidak diperbolehkan menangkap dengan cantrang. Ini karena pengguna cantrang sudah padat," ujar Ali. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Kelautan Jateng, jumlah produksi hasil tangkapan ikan demersal di Jateng pada tahun 2007 sebesar 24.667,3 ton menurun dibandingkan produksi tahun 2004 yang mencapai 28.399,4 ton. Penurunan produksi tersebut berbanding terbalik dengan bertambahnya alat tangkap cantrang dari 3.209 unit di tahun 2004 menjadi 5.100 unit di tahun 2007. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt; "Bagi kapal yang berbobot di atas 30 GT, diberi toleransi hingga masa izinnya habis dan kemudian diwajibkan menggantinya dengan alat penangkap ikan yang lain," kata Ali. Pelarangan penggunaan cantrang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jateng Sulakso mengimbau kepada nelayan yang menggunakan kapal berbobot di atas 30 ton untuk segera mengganti alat tangkap ikan sesuai dengan hasil kesepakatan. "Nelayan bisa beralih menggunakan alat tangkap lain seperti&lt;em&gt; purse-sein&lt;/em&gt;,"  ucapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kompas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-6747328166457511623?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/6747328166457511623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/05/penangkapan-ikan-demersal-tetap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/6747328166457511623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/6747328166457511623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/05/penangkapan-ikan-demersal-tetap.html' title='Penangkapan Ikan Demersal Tetap Dibatasi'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-1460720436035627666</id><published>2009-05-03T20:20:00.002+07:00</published><updated>2009-05-14T11:01:17.600+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>Sekilas “Si Fosil Hidup” Ikan Coelacanth</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/Sf2aUezDnDI/AAAAAAAAA6E/eWOA71rYBcQ/s1600-h/201857p.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 298px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/Sf2aUezDnDI/AAAAAAAAA6E/eWOA71rYBcQ/s400/201857p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331587210531806258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hidup di bumi sejak era Devonia sekitar 380 juta tahun silam dan tidak berevolusi. Ini lebih tua dari dinosaurus (200 juta tahun silam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia ada dua spesies (Latimeria chalumnae dan Latimeria menadoensis) . Spesies L. chalumnae ditemukan pertama kali di Kepulauan Komoro, Afrika, tahun 1938. Spesies L. menadoensis ditemukan pertama di Manado, Sulut, tahun 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli menduga coelacanth sudah punah sejak 10 juta tahun silam. Coelacanth ditemukan di Benua Atrika, yakni Kenya, Tanzania, Komoro, Mozambik, Madagaskar, dan Afrika Selatan, serta Indonesia (Tolitoli di Sulawesi Tengah, dan Manado serta Bunaken di Sulut).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan ini hidup pada kedalaman 150-200 meter pada suhu 12-18 derajat celsius di relung-relung goa batuan lava. Merupakan predator yang karnivor dengan memangsa ikan-ikan kecil pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coelacanth ditempatkan sejajar dengan jenis ikan yang bernapas dengan paru-paru (lungfish) dan amfibi primitif pada pohon keluarga ikan-ikan bertulang. Telur coelacanth menetas di dalam perut, tetapi bukan tergolong mamalia laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak hal belum diketahui mengenai ikan ini karena teramat langka. Struktur tubuhnya memiliki sirip perut (pectoral), sirip dada (pelvic), anal dan punggung yang menjuntai seperti tangan manusia. Panjangnya bisa mencapai 1,5 meter dengan berat 40 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aquamarine Fukushima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;img src="data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAABYAAAAUCAYAAACJfM0wAAAABHNCSVQICAgIfAhkiAAAAAlwSFlzAAAK8AAACvABQqw0mAAAAB90RVh0U29mdHdhcmUATWFjcm9tZWRpYSBGaXJld29ya3MgOLVo0ngAAAAWdEVYdENyZWF0aW9uIFRpbWUAMDQvMDQvMDhrK9wWAAACA0lEQVQ4jbXVz0sUYRjA8e+u6xqlKJUaBZuUh6AfhyCEpUN/QIR0skMh6iHwsKe6lFu4HjpJhy5BS1CsZtDSrYMYdPHUZauDbhcpi7bEH2DOtjvP83aY3dFxxi1hfeAd3nlhPu/zPjPvOyHgKnsQEQDz60kaaKuTuRpqHxqMAKBWvVCoJOjAxqqj60Q1Y3fg05dWki/OMjt3+L+A+KklRvs+cia2VhtOTsYpN5wgl4nReTCM6s7o96UyA6kFkpNK9tZMEFx0B2bnO8hlYky/L5N9V2TDsinbgohi207fFqGxwZDoO0T67nEu9FseAyAMODWuNqC9LczUTBGrKIgqqgYRQdSgqogovy2b8YkCxzqiBBlOxuJ/earqIqqKbMfVsLYuGGMIMnb8KkTUk60HNwapTOqGCYLVDzdGDH9Km1mKiDOBMe4qmqJbl+g1wu5gtQGFZWHw8gFam/GXoILubwpxf+go336WCDJ8pYh35xkYayZ9J8aVi52+lZgt18VCif7RBeLd+X+XItX7nJHXyvkb6wD8eHOOqekVEuNffZM4icyR6s34SuGDTx/Jk715D4CTIy959XaFB0/n+Tw2TMu+jUDcMby3vg2yPW4/WuTxtYe0RJd9D9eKmodQT1eOxKVn9HR9qJZ1l3DABgGYuD7sdGR36CZsrFXqeNADhNijX9NfAyI+Sz1Sug0AAAAASUVORK5CYII=" style="position: absolute; visibility: hidden; z-index: 2147483647; left: 64px; top: 488px;" id="kosa-target-image" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-1460720436035627666?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/1460720436035627666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/05/sekilas-si-fosil-hidup-ikan-coelacanth.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/1460720436035627666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/1460720436035627666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/05/sekilas-si-fosil-hidup-ikan-coelacanth.html' title='Sekilas “Si Fosil Hidup” Ikan Coelacanth'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/Sf2aUezDnDI/AAAAAAAAA6E/eWOA71rYBcQ/s72-c/201857p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-2495551847863600179</id><published>2009-03-19T11:24:00.000+07:00</published><updated>2009-05-14T11:01:17.600+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>PNPM MANDIRI-KELAUTAN UNTUK ATASI KEMISKINAN NELAYAN</title><content type='html'>Dalam rangka mendukung program penanggulangan kemiskinan yang sedang digalakkan pemerintah, khususnya bagi masyarakat kelautan dan perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) tahun 2009 luncurkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri-Kelautan dan Perikanan (PNPM Mandiri-KP) sebesar Rp 116 Milyar.  Program ini mengintegrasikan program pemberdayaan pada berbagai Direktorat Jenderal dalam wadah PNPM Mandiri-KP. Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi pada acara Lounching PNPM Mandiri Kelautan dan Perikanan, di Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta,  (17/3-2009)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen KP berupaya mengurangi kemiskinan, dengan memberikan bantuan bagi pengembangan usaha perikanan dan kelautan skala kecil.  Hal ini diwujudkan melalui beberapa program pemberdayaan yang telah dilakukan sejak tahun 2000. Inisiatif untuk memberdayakan masyarakat melalui PNPM Mandiri KP. merupakan bagian dari proses pemberdayaan nasional yang bermuara untuk menjadikan masyarakat sejahtera dan mandiri, serta mengurangi ketergantungan pada bantuan-bantuan pemerintah. Sebelumnya, DKP sejak berdiri telah melaksanakan beberapa program pemberdayaan masyarakat, antara lain: 1) Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir; 2) Pengembangan Usaha Budidaya Ikan Skala Kecil melalui Dana Penguatan Modal; 3) Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap melalui Program Optimalisasi Usaha; dan 4) Pengembangan Usaha Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan melalui Program Klasterisasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah melalui kegiatan pengembangan perekonomian berbasis kerakyatan yang dilakukan berupa pemberdayaan masyarakat berbasis sumberdaya lokal. Kemiskinan yang terjadi pada 32 persen dari 16,42 juta masyarakat pesisir dan nelayan, diharapkan dapat diatasi melalui pemberdayaan masyarakat. Program PNPM Mandiri KP akan dilaksanakan pada 120 (seratus dua puluh) kabupaten/kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PNPM Mandiri KP, yang mulai dilaksanakan tahun 2009 ini akan meliputi 4 (empat) komponen yaitu: (1) perencanaan pembangunan wilayah dan sumberdaya kelautan dan perikanan berbasis desa, (2) pembangunan infrastruktur desa dan lingkungan, (3) penguatan kapasitas sumberdaya manusia, kelembagaan dan aparat, serta (4) pemberdayaan masyarakat. Sasaran program adalah masyarakat kelautan dan perikanan dengan skala usaha mikro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan dalam PNPM Mandiri KP dilaksanakan melalui mekanisme Tugas Pembantuan (TP) mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 2008. Lokasi penerima harus memenuhi kriteria dengan prioritas sasaran desa miskin. PNPM Mandiri KP diarahkan untuk memanfaatkan secara optimal kelembagaan masyarakat  yang terbentuk melalui beberapa program sebelumnya, antara lain Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan, Lembaga Ekonomi Pengembangan Pesisir Mikro Mitra Mina (LEPP-11M3), kelompok pengolah dan pemasar, kelompok pengolahan hasil perikanan, serta Kelompok Masyarakat Pemanfaat (KMP).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PNPM Mandiri KP merupakan awal proses integrasi program-program pemberdayaan di lingkup Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP). Keberhasilan program akan sangat bergantung dukungan dan kontribusi pemerintah daerah dalam bentuk kebijakan, peraturan dan perencanaan serta pendanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DKP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-2495551847863600179?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/2495551847863600179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/03/pnpm-mandiri-kelautan-untuk-atasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/2495551847863600179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/2495551847863600179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/03/pnpm-mandiri-kelautan-untuk-atasi.html' title='PNPM MANDIRI-KELAUTAN UNTUK ATASI KEMISKINAN NELAYAN'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-1486051969482693854</id><published>2009-03-11T11:36:00.000+07:00</published><updated>2009-05-14T11:01:17.600+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>Indonesia-Singapura Tandatangani Perjanjian Perbatasan Laut</title><content type='html'>Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia dan Singapura menandatangi perjanjian perbatasan laut kedua negara di segmen barat.&lt;br /&gt;Acara penandatanganan itu dilakukan oleh Menlu RI Hassan Wirajuda dan Menlu Singapura George Yeo di Gedung Pancasila, Departemen Luar Negeri, Jakarta, Selasa.&lt;br /&gt;"Perjanjian (yang ditandatangani) ini adalah perjanjian batas laut bagian barat di dekat Tuas-Pulau Nipa," kata Hassan.&lt;br /&gt;Hassan menjelaskan bahwa perjanjian itu adalah perjanjian perbatasan laut kedua yang disepakati oleh kedua negara.&lt;br /&gt;"Perjanjian sebelumnya ditandatangani pada 25 Mei 1973," katanya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hassan, penandatangan perjanjian itu merupakan cermin dari komitmen kedua negara untuk mematuhi Hukum Laut Internasional.&lt;br /&gt;Penandatangan perjanjian batas laut tersebut, kata dia, juga akan mendorong peningkatan kerjasama dwipihak.&lt;br /&gt;Mengingat Indonesia berbatasan dengan sejumlah negara di kawasan maka diplomasi perbatasan merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan hubungan bertetangga yang baik. &lt;br /&gt;Pada kesempatan itu Menlu juga mengatakan bahwa keberhasilan perundingan perjanjian batas laut segmen barat itu memberikan optimisme penyelesaian perundingan perjanjian batas laut segmen timur sekali pun tidak memberikan tenggat untuk perundingan segmen timur tersebut.&lt;br /&gt;Sementara itu, Menlu Singapura George Yeo mengatakan bahwa seusai proses ratifikasi perjanjian batas laut segmen barat itu maka perundingan batas laut segmen timur akan segera dilakukan.&lt;br /&gt;Dengan selesainya batas laut wilayah pada segmen barat itu maka masih terdapat segmen timur 1 dan timur 2 yang perlu dirundingkan. &lt;br /&gt;Segmen timur 1 adalah di wilayah Batam-Changi dan segmen timur 2 adalah wilayah sekitar Bintan-South Ledge/Middle Rock/Pedra Branca yang masih menunggu hasil negosiasi lebih lanjut Singapura-Malaysia pasca keputusan ICJ.&lt;br /&gt;Kesepakatan perjanjian batas laut segmen barat itu adalah hasil dari delapan putaran perundingan yang telah dilakukan oleh kedua negara sejak 2005.&lt;br /&gt;Penentuan garis batas laut wilayah Indonesia dan Singapura ditetapkan berdasarkan hukum internasional yang mengatur tata cara penetapan batas maritim yakni Konvensi Hukum Laut (Konvensi Hukla) 1982, di mana kedua negara adalah pihak pada konvensi.&lt;br /&gt;Dalam menentukan garis batas laut wilayah itu, Indonesia menggunakan referensi titik dasar (basepoint) Indonesia di Pulau Nipa serta garis pangkal kepulauan Indonesia (archipelagic baseline) yang ditarik dari Pulau Nipa ke Pulau Karimun Besar.&lt;br /&gt;Garis pangkal itu adalah garis negara pangkal kepulauan yang &lt;br /&gt;dicantumkan dalam UU No.4/Prp/1960 tentang Perairan Indonesia dan diperbarui dengan PP No.38/2002 dan PP No.37/2008.&lt;br /&gt;Penetapan garis batas laut wilayah di segmen barat itu akan mempermudah aparat keamanan dan pelaksanaan keselamatan pelayaran dalam bertugas di Selat Singapura karena terdapat kepastian hukum tentang batas-batas kedaulatan kedua negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-1486051969482693854?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/1486051969482693854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/03/indonesia-singapura-tandatangani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/1486051969482693854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/1486051969482693854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/03/indonesia-singapura-tandatangani.html' title='Indonesia-Singapura Tandatangani Perjanjian Perbatasan Laut'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-3925755049570222753</id><published>2009-03-11T10:29:00.002+07:00</published><updated>2009-05-14T11:01:17.600+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>Ikan Batik Bermuka Manusia, Spesies Baru dari Ambon</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SbcwayviF-I/AAAAAAAAAeE/7HPZogUhEAA/s1600-h/Ikan%2Bbatik.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SbcwayviF-I/AAAAAAAAAeE/7HPZogUhEAA/s400/Ikan%2Bbatik.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311767522362660834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi bukti kekayaan laut kita (Indonesia).&lt;br /&gt;Ikan ini merupakan spesies baru, bila dilihat sekilas hampir mirip dengan ikan kerapu.&lt;br /&gt;Yang lebih berciri khas Indonesia, ikan ini mempunyai motif lurik seperti batik di sekujur tubuhnya.&lt;br /&gt;Yang tak kalah menarik dari penampilan ikan ini adalah mukanya yang datar dan mata menonjol sehingga sekilas mirip manusia. Apalagi dengan mulut yang lebar, sesekali terlihat seperti seseorang yang tersenyum.&lt;br /&gt;Ikan unik dari perairan Ambon dengan bentuk tubuh yang bulat seperti kodok dan bermotif batik ini ditahbiskan sebagai spesies baru. Hasil pemeriksaan DNA menunjukkan bahwa ikan tersebut berbeda dengan semua jenis ikan yang ada.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaannya pertama kali ditemukan seorang instruktur selam yang bekerja pada sebuah operator wisata setahun lalu di perairan dangkal sekitar Pulau Ambon. Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada Ted Petsch, pakar ikan dari Universitas Washington untuk dipelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seperti ikan kodok lainnya, ia punya sirip pada kedua sisi tubuhnya dan tumbuh seperti kaki. Namun, perilakunya belum pernah terlihat pada ikan sejenis lainnya," ujar Pietsch. Misalnya, ikan yang bertubuh bulat tersebut terlihat sesekali memantulkan diri di dasar laut seperti sebuah bola karet yang bergerak tak beraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pietsch kemudian memberinya nama spesies psychedelica sesuai gambaran penampilan dan perilakunya. Ikan tersebut masuk dalam genus Histiophryne sehingga nama ilmiahnya Histiophryne psychedelica.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya pikir orang telah begitu mengenal ikan kodok dan menemukan satu ekor yang baru seperti ini sungguh terdengar spektakuler, " ujar Mark Erdman, penasihat senior program kelautan Conservation International. Ia mengatakan penemuan tersebut juga menunjukkan bahwa keanekaragaman spesies di kawasan habitat yang masuk dalam Segitiga Koral tersebut mungkin masih banyak yang belum terungkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuhnya yang sebesar kepalan tangan orang dewasa dilindungi kulit berlipat yang keras sehingga tahan dari gesekan terumbu karang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: MUKHTAR A.Pi. M.Si&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-3925755049570222753?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/3925755049570222753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/03/ikan-batik-bermuka-manusia-spesies-baru.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/3925755049570222753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/3925755049570222753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/03/ikan-batik-bermuka-manusia-spesies-baru.html' title='Ikan Batik Bermuka Manusia, Spesies Baru dari Ambon'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SbcwayviF-I/AAAAAAAAAeE/7HPZogUhEAA/s72-c/Ikan%2Bbatik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-3079681125119646796</id><published>2009-03-11T09:52:00.003+07:00</published><updated>2009-05-14T11:01:17.600+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>Ikan Aneh Punya Kepala Transparan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SbcnzFEJ7DI/AAAAAAAAAd8/1l_CADFG5PE/s1600-h/ikan%2Bkepala%2Btransparan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SbcnzFEJ7DI/AAAAAAAAAd8/1l_CADFG5PE/s400/ikan%2Bkepala%2Btransparan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311758043993205810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aneh gak ngelihat ikan yang kepalanya transparant begini???&lt;br /&gt;So pasti, iya kan!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dilihat sekilas semacam kapal selam atau pasawat tempur dan kalau diperhatikan kepalanya seperti ada daun yang lebih mirip daun jeruk kali ya!!!&lt;br /&gt;Ikan aneh yang ditemukan di Samudera Pasifik ini memiliki kepala cembung yang transparan. Bagian pangkal mata dan organ dalam kepalanya terlihat jelas dari luar.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Foto pertama yang mengabadikan ikan tersebut dalam keadaan hidup-hidup baru dirilis Senin (23/2) lalu meski sudah dibuat sejak tahun 2004. Dari foto tersebut, terlihat bagian paling atas matanya yang berwarna hijau dan lensa mata yang bulat.&lt;br /&gt;Keberadaannya sebenarnya sudah teridentifikasi sejak tahun 1939. Namun, itu hanya dari spesimen yang telah mati. Ikan tersebut biasa disebut barreleye dan memiliki nama ilmiah Macropinna microstoma. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan yang terlihat dalam foto tersebut berukuran panjang sekitar 15 sentimeter. Para peneliti dari Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI) memotretnya di perairan dalam dekat pantai tengah California. Ini adalah satu-satunya spesies ikan yang punya keunikan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah salah satu bukti bahwa laut itu memang kaya.&lt;br /&gt;Gak usah terlalu heran, ini hanya secuil hal aneh yang kita temukan dilaut.&lt;br /&gt;Masih banyak kekayaan-kekayaan alam yang masih tersimpan dilaut.&lt;br /&gt;Maka dari itu, mari sama" kita menjaga kelestarian laut!&lt;br /&gt;Khususnya wilayah bahari kita, yaitu laut Indonesia tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : National Geographic News&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-3079681125119646796?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/3079681125119646796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/03/ikan-aneh-punya-kepala-transparan.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/3079681125119646796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/3079681125119646796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/03/ikan-aneh-punya-kepala-transparan.html' title='Ikan Aneh Punya Kepala Transparan'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SbcnzFEJ7DI/AAAAAAAAAd8/1l_CADFG5PE/s72-c/ikan%2Bkepala%2Btransparan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-8981169004437438969</id><published>2009-03-10T12:43:00.000+07:00</published><updated>2009-05-14T11:01:17.601+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>Potensi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan RI</title><content type='html'>1. Jumlah Pulau                          = 17.480 Buah&lt;br /&gt;2. Panjang Garis Pantai                  =  95.181 Km &lt;br /&gt;3. Luas Laut                             =   5,800.000 Km2 &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;4. Banyaknya                             = 80 % Industri Dan 75 % Kota Besar Berada d Wilayah Pesisir&lt;br /&gt;5. Perikanan Laut                        =  ± 6,4 Juta ton ikan/thn,&lt;br /&gt;6. Perairan Umum                         =  4,95 Juta ton ikan /thn &lt;br /&gt;7. Lahan Budidaya Tambak                 =  1,2 juta  Ha, &lt;br /&gt;8. Budidaya Laut                         =  8,4 juta Ha, &lt;br /&gt;9. Budidaya Air Tawar                    =  2,2 juta Ha &lt;br /&gt;10.Jasa Kelautan                         =  Transportasi Laut, Industri Maritim, Wisata Bahari, dll &lt;br /&gt;11.BMKT (Benda Muatan Kapal Tenggelam)&lt;br /&gt;12.Energi Alternatif                     =  Ombak,  Angin           &lt;br /&gt;13.Cadangan Minyak Bumi                  =   9,1 % Milyar Barel di Laut &lt;br /&gt;14.Dari 60 Cekungan Migas Indonesia, 70 % Berada di Laut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRAKIRAAN NILAI EKONOMI POTENSI DAN KEKAYAAN LAUT INDONESIA&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;- PERIKANAN(PKSPL-IPB, 1997)                      : US$ 31.935.651.400/ tahun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- WILAYAH PESISIR LESTARI(ADB 1996)               : US$ 56.000.000.000 (total) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- BIOTEKNOLOGI LAUT(PKSPL-IPB, 1997)              : US$ 40.000.000.000 (total)      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- WISATA BAHARI(DEP.BUDPAR, 2000)                 : US$  2.000.000.000/ tahun  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                    (40% x US$ 5 .000.000.000) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- MINYAK BUMI (PIT.IAGI,  1999)                   : US$  6.643.000.000/ tahun       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                    (1,3 juta barel/hari x US$ 20/barel x 365 x 70%) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- TRANSPORTASI LAUT(DMI, BAPPENAS, 2003)          : US$ 20.000.000.000/ tahun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Paparan Direktur Kapal Pengawas Ditjen P2SDKP yang Disampaikan Pada &lt;br /&gt;         Acara Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Pengawasan dan Pengendalian &lt;br /&gt;         SDKP  Wilayah Timur Di Hotel Ritzi Manado, 24-27/2/2009    &lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-8981169004437438969?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/8981169004437438969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/03/potensi-sumberdaya-kelautan-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/8981169004437438969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/8981169004437438969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/03/potensi-sumberdaya-kelautan-dan.html' title='Potensi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan RI'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-3679099881199573200</id><published>2009-03-07T05:23:00.002+07:00</published><updated>2009-05-14T11:01:17.601+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>Perubahan Iklim Global Ancam Perikanan Kita</title><content type='html'>Akhir-akhir ini hampir semua media massa di negeri ini memberitakan kondisi iklim yang tidak menentu. Tiap hari hujan lebat melanda Pulau Jawa dan pulau-pulau lainnya. Gelombang laut yang tingginya berkisar 3-5 meter dan badai terjadi di Laut Jawa, Laut Cina Selatan, Banda, Flores dan perairan lainnya di Indonesia. Akibatnya, mengganggu arus pelayaran antar pulau di Indonesia dan nelayan takut melaut. Kapal dan perahu pun diparkir di tepi pantai. Berbagai ahli klimatologi mensinyalir kondisi alam ini akibat perubahan iklim global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ancaman iklim global sudah menjadi kepedulian komunitas internasional. Berbagai kalangan sudah menggelar pelbagai pertemuan multilateral maupun regional untuk menghadapi ancaman itu. Terakhir, pertemuan Konferensi Perubahan Iklim Desember 2007 di Bali. Pertemuan World Ocean Conference (WOC) yang akan berlangsung 11-15 Mei 2009 di Manado juga mengagendakannya. Hal ini penting karena perubahan iklim global berdampak serius terhadap kehidupan nelayan tradisional di negeri ini. Setidaknya ada dua fenomena ekstrem terhadap lautan akibat perubahan iklim global yakni kenaikan suhu air laut dan permukaan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan suhu air laut, pertama, memengaruhi ekosistem terumbu karang yang menjadi fishing ground dan nursery ground ikan yang hidup di wilayah itu. Ikan-ikan yang hidup di daerah karang akan mengalami penurunan populasi. Hasil penelitian Ove Hoegh-Guldberg yang dipublikasikan di jurnal Science edisi Desember 2007 meramalkan bahwa akibat pemanasan global pada tahun 2050 akan mendegradasi 98 persen terumbu karang dan 50 persen biota laut. Bahkan, memprediksikan apabila suhu air laut naik 1,5 0C setiap tahunnya sampai 2050 akan memusnakan 98 persen terumbu karang di Great Barrier Reef, Australia. Barangkali nantinya di Indonesia kita tak akan lagi menikmati lobster, cumi-cumi dan rajungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pulau-pulau Tenggelam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, terputusnya rantai makanan. Gretchen Hofmann (2008), Profesor Biologi dari University of California, Santa Barbara menjustifikasi bahwa pemanasan global (peningkatan suhu dan keasaman) akan berdampak pada hilangnya rantai makanan yang berperan sebagai katastropik yakni organisme pteropoda. Dampak selanjutnya memengaruhi populasi ikan salmon, mackerel, herring, dan cod, karena organisme itu sebagai sumber makanannya. Sementara itu, kenaikan permukaan air laut berdampak luas terhadap aktivitas nelayan budi daya di wilayah pesisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naiknya permukaan laut akan menggenangi wilayah pesisir sehingga akan menghancurkan tambak-tambak ikan dan udang di Jawa, Aceh, Kalimantan dan Sulawesi (UNDP, 2007). Akibatnya, nelayan pembudi daya akan mengalami kerugian yang tak sedikit dan kehilangan sumber kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala ini sebetulnya sudah terjadi di kawasan Delta Mahakam Kalimantan Timur, walaupun perlu riset mendalam. Menurunnya produktivitas udang secara drastis di kawasan itu disinyalir salah satu penyebabnya adalah perubahan iklim global. Tak hanya itu, naiknya permukaan laut akan menghancurkan kawasan permukiman nelayan yang berlokasi di desa-desa pesisir. Terjadinya fenomena rob yang menggenangi pesisir Teluk Jakarta beberapa waktu lalu adalah fakta empiris. Dampak lanjutannya adalah mewabahnya penyakit menular jenis disentri atau tipes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, perubahan iklim global juga menyebabkan cuaca yang tidak menentu dan gelombang laut yang tinggi disertai badai/angin topan. Di Maluku, misalnya, nelayan amat sulit memperkirakan waktu dan lokasi yang sesuai untuk menangkap ikan karena pola iklim yang berubah. Tak hanya itu, infrastruktur pedesaan pesisir akan mengalami kehancuran akibat hantaman gelombang maupun badai topan. Para ahli meramalkan pulau-pulau kecil di Pasifik maupun Karibia akan tenggelam akibat kenaikan permukaan laut yang terus meningkat dalam kurun waktu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tak hanya menimbulkan problem demografi akibat kehilangan permukiman, melainkan juga akan memusnahkan spesies endemin di perairan sekitar pulau maupun yang hidup dalam pulau itu. Bahkan, infrastruktur ekonomi maupun sosial yang mendukung kehidupan nelayan akan mengalami hal yang sama (IPCC, 2007). Umpamanya, pelabuhan perikanan, cold strorage, dan kapal ikan. Akibatnya, nelayan penangkap maupun pembudi daya ikan di wilayah pesisir akan miskin selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Diplomasi Iklim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyumbang terbesar dari perubahan iklim global yakni meningkatnya kadar karbon dioksida yang diproduksi oleh industri berbahan bakar fosil (migas dan batu bara), dan kendaraan bermotor. Industrialisasi berbahan bakar ini terutama terjadi di negara-negara maju yang memproduksi barang-barang konsumsi elektronik, dan makanan kaleng, senjata, industri berat dan kendaraan bermotor seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, China dan India. Mereka enggan menandatangani emisi penurunan karbon, sehingga membebankannya pada negara berkembang yang secara ekonomi morat-marit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara berkembang umumnya memiliki sumber daya alam hutan dan lautan yang mampu memproduksi oksigen (udara bersih) dari proses fotosintesis. Hutan dan lautan yang memiliki terumbu karang mengikat karbon dalam proses serupa. Asumsinya, karbon dioksida yang dihasilkan negara maju akan berkurang. Padahal, siapa yang menjamin hal itu. Dalam konteks ini, negara maju mempraktikkan politik ”Bad Samaritan” atas sumber daya alam negara berkembang, meminjam istilah Ha-Joon Chang (2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bad Samaritan adalah negara maju mendapatkan keuntungan dari penderitaan negara berkembang yang ditekan untuk tak memanfaatkan sumber daya alamnya dengan dalih demi keberlanjutan ekologis maupun umat manusia. Padahal, negara maju sudah menjerat leher negara berkembang dengan utang maupun politik perdagangan bebas yang tidak adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, negara berkembang semacam Indonesia yang memiliki nelayan sekitar 11 juta jiwa perlu melakukan ”politik diplomasi iklim” untuk menyelamatkan mereka dari tekanan negara maju yang menindas. Politik diplomasi itu adalah meminta negara maju agar menandatangani penurunan emisi gas rumah kaca dan mengurangi aktivitas industrialisasinya jika mau menyelamatkan bumi dan umat manusia. Jika tidak, negara-negara berkembang berhak menolak produk-produk negara maju yang diproduksi dari pabrik berbahan bakar fosil. Selain itu, tak perlu tunduk pada hegemoni negara maju untuk memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam (misalnya hutan, laut dan perikanan) karena mengandung unsur ketidakadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momentum WOC, hemat saya merupakan ajang bagi Indonesia untuk melakukan ”politik diplomasi iklim” dengan negara maju agar 11 juta nelayan yang menangkap ikan di laut seluas 5,8 juta km persegi serta membudidayakan ikan dan udang dalam rentang garis pantai 81.000 km selamat. Jika tidak, Indonesia akan mengalami penjajahan ekologis (eco-colonialism) secara tragis. Sumber daya alamnya mengalami degradasi serius dibarengi kemiskinan nelayan akibat perubahan iklim yang bersumber dari ulah negara maju. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.dkp.go.id/index.php/ind/news/989/perubahan-iklim-global-ancam-perikanan-kita"&gt;DKP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-3679099881199573200?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/3679099881199573200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/03/perubahan-iklim-global-ancam-perikanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/3679099881199573200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/3679099881199573200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/03/perubahan-iklim-global-ancam-perikanan.html' title='Perubahan Iklim Global Ancam Perikanan Kita'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-4746466638221794799</id><published>2009-03-05T23:07:00.000+07:00</published><updated>2009-05-14T11:01:17.601+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>Garis Pantai Indonesia Terpanjang Keempat di Dunia</title><content type='html'>Jakarta - Indonesia memiliki garis pantai terpanjang keempat di dunia dengan panjang mencapai lebih dari 95.181 kilometer (km).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada koreksi ternyata, ternyata panjang garis pantai kita 95.181 km," kata Sekretaris Dewan Kelautan Indonesia, Rizald Max Rompas, pada workshop "Persepsi Politisi Terhadap Bidang Kelautan Sebagai Mainstream Pembangunan Nasional" di Jakarta, Selasa (24/2).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang diberitakan Antara, Rompas menegaskan bahwa koreksi panjang garis pantai Indonesia dari 81.000 km menjadi 95.181 km ini telah diumumkan PBB pada 2008 lalu. Dengan koreksi yang dilakukan PBB tersebut kini Indonesia justru berada di posisi keempat setelah Rusia. Sedangkan negara pemilik garis pantai terpanjang diduduki Amerika Serikat (AS) dan diikuti Kanada. Sebelumnya Kanada menduduki urutan pertama dengan panjang garis pantai 243.792 km dengan 52.455 pulau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sementara Indonesia sekarang ini bukan memiliki lebih dari 17.500 pulau tetapi kurang lebih ada 17.480 pulau," ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai negara kepulauan terbesar dengan luas lautan tiga per empat dari luas daratan, dan bertambah panjangnya garis pantai tersebut melalui penelitian disebutkan sektor kelautan mampu menyumbang 140 miliar dolar AS per tahun, ujar dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jumlah itu belum termasuk sumbangan sektor kelautan dari dasar laut yakni potensi migas," ujar dia.(Ant),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-4746466638221794799?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/4746466638221794799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/03/garis-pantai-indonesia-terpanjang.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/4746466638221794799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/4746466638221794799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/03/garis-pantai-indonesia-terpanjang.html' title='Garis Pantai Indonesia Terpanjang Keempat di Dunia'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-5523799613425621384</id><published>2009-03-05T09:10:00.002+07:00</published><updated>2009-05-14T11:01:17.601+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>Di Pasar UE: Yang Ilegal Bakal Mental</title><content type='html'>Terhitung 1 Januari 2010 UE tolak produk perikanan hasil praktek-praktek Illegal Fishing melalui aturan Catch Certification&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perang terhadap IUU (Illegal, Unreported, Unregulated) Fishing tidak hanya diteriakkan oleh negara-negara yang menjadi ‘korban’ dari praktek penangkapan ilegal, tetapi juga diserukan oleh komisi Uni Eropa (UE). Terhitung mulai 1 Januari 2010, komisi UE akan memberlakukan sebuah peraturan baru, akan menolak semua produk perikanan yang ditangkap melalui praktek-praktek Illegal Fishing. Dengan kata lain, hanya produk perikanan yang ditangkap dengan cara-cara yang legal yang akan diperbolehkan masuk ke salah satu pasar produk perikanan terbesar di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Peraturan tersebut berlaku bagi semua negara yang mengekspor produk perikanannya ke pasar UE. Dan mereka juga sudah mensosialisasikan peraturan tersebut kepada kita (Indonesia – red),” ujar Aji Sularso, Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (P2SDKP), Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, peraturan baru yang dikeluarkan oleh komisi UE ini merupakan bentuk implementasi dari diberlakukannya traceability (sistem ketelusuran) bagi produk pangan, terutama untuk produk-produk perikanan yang dihasilkan melalui proses penangkapan. “Traceability tersebut diimplementasikan dalam sebuah peraturan yang disebut catch certification (sertifikasi hasil tangkapan). Sertifikat itulah yang akan digunakan sebagai jaminan bahwa ikan-ikan hasil tangkapan tersebut tidak diperoleh dengan cara-cara yang ilegal,” jelas Aji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap ikan hasil tangkapan yang akan diekspor ke UE, harus tercatat secara rinci mulai dari lokasi penangkapannya sampai pada proses pengolahannya. “Teknisnya nanti akan ada beberapa formulir yang harus diisi dan dilengkapi oleh petugas pencatatan di kapal.”&lt;br /&gt;Syarat lainnya, Aji menambahkan, setiap kapal penangkap yang akan mengekspor produknya ke pasar UE harus memiliki izin resmi yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwewenang. “Jadi untuk kapal-kapal ikan yang tidak berizin tidak akan diperbolehkan untuk mengekspor produknya ke UE,” tegasnya. Hasil tangkapan yang tidak dilaporkan juga tidak akan diperbolehkan memasuki pasar UE.&lt;br /&gt;Selain untuk menjamin traceability dari dari produk hasil tangkapan, diterbitkannya aturan tersebut juga bertujuan untuk menjaga kelestarian sumberdaya perikanan yang ada di lautan. Aturan itu sendiri akan resmi diberlakukan mulai 1 Januari 2010. “Selama tahun 2009, Indonesia diberi kesempatan oleh pihak UE untuk mensosialisasikan peraturan ini kepada seluruh stakeholders,” sebut Aji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguntungkan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbitnya aturan komisi UE yang menyatakan ‘perang’ terhadap produk-produk perikanan yang dihasilkan melalui praktek penangkapan ilegal, dinilai positif oleh Aji. Terlebih dengan status Indonesia yang sampai saat ini masih menjadi “korban” dari praktek-praktek Illegal Fishing. “Ini akan sangat menguntungkan bagi kita. Paling tidak peraturan tersebut bisa membantu kita dalam memberantas praktek-praktek Illegal Fishing di tanah air,” ujar Aji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat senada diungkapkan oleh Arief Satria, Direktur Riset dan Kajian Strategis Institut Pertanian Bogor (IPB). Menurutnya, gerakan anti IUU Fishing yang dilakukan oleh UE akan membawa berkah tersendiri bagi bangsa Indonesia. “Berkahnya adalah, karena wilayah laut Indonesia masih menjadi objek pencurian ikan,” demikian ditulis Arif Satria dalam sebuah artikel yang dimuat pada sebuah media massa. Aturan tersebut tentu akan berkorelasi positif terhadap upaya pemerintah Indonesia dalam memberantas praktek Illegal Fishing. Dia juga mengakui, saat ini komisi UE memang yang paling gencar menyuarakan perang terhadap Illegal Fishing, karena 9% produk perikanan yang masuk ke wilayahnya berasal dari praktek-praktek IUU Fishing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya berkorelasi positif terhadap upaya pemerintah dalam memberantas praktek Illegal Fishing, Aji menambahkan, peraturan yang dikeluarkan oleh UE ini juga akan memberikan keuntungan bagi industri penangkapan dan pengolahan ikan di tanah air. Pasalnya, aturan tersebut akan menghambat pemasaran bagi negara-negara produsen “ikan kaleng” yang menjadi pesaing Indonesia di pasar UE, seperti Thailand dan Filiphina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Thailand dan Filiphina merupakan produsen ikan kaleng dan pengolah tuna terbesar. Mereka mengakui jika 70% dari bahan baku tersebut ditangkap dari perairan Indonesia. Baik secara legal maupun ilegal. Perusahaan pengolah yang menggunakan bahan baku ikan ilegal ini tak bakal bisa berkelit dari embargo UE. Dan ini merupakan peluang bagi industri pengolahan ikan Indonesia untuk mengisi kuota yang kosong tersebut,” jelas Aji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang ini juga diakui oleh Eddy Yuwono, ketua Asosiasi Tuna Indonesia (ASTUIN) untuk wilayah Jakarta, “Dengan adanya aturan tersebut indusri penangkapan Indonesia memang diuntungkan, terutama bagi perusahaan yang menangkap dan menjual ikan cakalang ke pasar UE.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selengkapnya baca di Majalah Trobos edisi Februari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-5523799613425621384?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/5523799613425621384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/03/di-pasar-ue-yang-ilegal-bakal-mental.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/5523799613425621384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/5523799613425621384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/03/di-pasar-ue-yang-ilegal-bakal-mental.html' title='Di Pasar UE: Yang Ilegal Bakal Mental'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-6844568620330490293</id><published>2009-03-02T07:54:00.016+07:00</published><updated>2009-05-14T11:01:17.601+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>MENGIDENTIFIKASI UKURAN POKOK KAPAL</title><content type='html'>PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Deskripsi&lt;br /&gt;   Untuk menunjukkan besar kecilnya kapal ada dua cara yaitu dengan cara melihat &lt;br /&gt;   ukuran pokok kapal dan dengan cara melihat tonase (tonnage) kapal.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;   Sebagai ukuran besar kecilnya kapal, ukuran pokok seperti panjang, lebar dan  &lt;br /&gt;   tinggi masih belum cukup dapat dipakai, sebagai pedoman dalam menentukan pajak &lt;br /&gt;   oleh pemerintah. Dalam menentukan pajak, berlaku suatu pedoman bahwa besarnya &lt;br /&gt;   pajak-pajak yang dikenakan pada suatu kapal dapat didasarkan atas besar kecilnya  &lt;br /&gt;   tonnage, bahkan tonnage juga dapat digunakan untuk :&lt;br /&gt;- Memperkirakan pendapatan maupun pengeluaran yang harus dikeluarkan pada kala &lt;br /&gt;  tertentu&lt;br /&gt;- Batasan-batasan terhadap berlakunya syarat-syarat keselamatan kapal.&lt;br /&gt;- Sebagai pedoman dalam menetapkan tarif doking dan reparasi kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ukuran pokok dan tonnage kapal menggunakan banyak istilah, disini saya akan coba membahas ukuran pokok dan tonnage kapal, sehingga kita dapat mengidentifikasi macam-macam ukuran kapal dan tonnage kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ukuran Panjang&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SasvTLK2RXI/AAAAAAAAAcE/_exI1UT-ayg/s1600-h/1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 187px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SasvTLK2RXI/AAAAAAAAAcE/_exI1UT-ayg/s400/1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308388592248571250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1.1. LOA = Length Over All&lt;br /&gt;           Adalah panjang keseluruhan kapal yang diukur dari ujung buritan sampai &lt;br /&gt;           ujung haluan.&lt;br /&gt;1.2. LWL = Length On The Water Line&lt;br /&gt;           Adalah jarak mendatar antara kedua ujung garis muat, yang diukur dari &lt;br /&gt;           titik potongannya linggi haluan dengan garis air muat sampai titik &lt;br /&gt;           potongnya garis air muat dengan linggi belakang diukur pada bagian luar &lt;br /&gt;           linggi depan dan linggi belakang, jadi titik termasuk kulit lambung.&lt;br /&gt;1.3. LBP = Length Between Perpendiculars.&lt;br /&gt;           Adalah penjang antara kedua garis tegak buritan (Pa) dan garis tegak &lt;br /&gt;           haluan (Rf) yang diukur pada garis muat dan sejajar lunas, dan&lt;br /&gt;           Pa = After Perpendicular&lt;br /&gt;                Adalah garis tegak yang dibuat melalui linggi kemudi bagian &lt;br /&gt;                belakang, kalau kapal tidak memiliki linggi kemudi, maka&lt;br /&gt;                garis tegak itu dibuat melalui sumbu dari poros kemudi atau cagak &lt;br /&gt;                kapal.&lt;br /&gt;     Pf = Fore Perpendiculars&lt;br /&gt;          Adalah garis tegak haluan yaitu garis tegak yang dibuat melalui perpotongan&lt;br /&gt;          antara linggi haluan dengan garis air muat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ukuran Lebar&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SaswrwKBXOI/AAAAAAAAAcM/T4I6zN6xq1w/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 152px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SaswrwKBXOI/AAAAAAAAAcM/T4I6zN6xq1w/s400/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308390114005703906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2.1. B = Breath&lt;br /&gt;         Adalah lebar dalam yaitu jarak mendatar gading tengah kapal yang diukur &lt;br /&gt;         pada bagian luar gading, jadi tidak termasuk tebal kulit lambung.&lt;br /&gt;2.2. BWL = Breath At The Water Line&lt;br /&gt;         Adalah lebar pada garis air muat, yaitu lebar terbesar yang diukur pada &lt;br /&gt;         garis air muat.&lt;br /&gt;2.3. EB = Extrim Breath&lt;br /&gt;         Adalah lebar maksimum yaitu lebar terbesar dari kapal yang diukur dari &lt;br /&gt;         kulit lambung kapal disamping kiri sampai kulit lambung kanan, kalau ada &lt;br /&gt;         bagian geladak yang menonjol keluar sampai melampui lambung kapal, maka &lt;br /&gt;         yang dipakai sebagai lebar maksimum adalah lebar dari geladak yang dimaksud&lt;br /&gt;         atau lebar terlebar dari sebelah luar kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ukuran Tegak (Vertical)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/Sasxle9QprI/AAAAAAAAAcU/bojUIEugJdE/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 199px; height: 187px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/Sasxle9QprI/AAAAAAAAAcU/bojUIEugJdE/s400/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308391105821189810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3.1. D = Depth&lt;br /&gt;     Tinggi geladak, adalah jarak tegak dari garis dasar sampai garis geladak yang &lt;br /&gt;   terendah di tepi diukur di tengah-tengah panjang kapal (LBP).&lt;br /&gt;3.2. d = Draught (sarat yang direncanakan)&lt;br /&gt;     Adalah jarak tegak dari garis dasar sampai pada&lt;br /&gt;   garis air muat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Rangkuman&lt;br /&gt;Ukuran pokok kapal terdiri dari :&lt;br /&gt;C.1 Ukuran Panjang&lt;br /&gt;  - LOA = Length Over All&lt;br /&gt;  - LWL = Length On The Water Line&lt;br /&gt;  - LBP = Length Between Perpendicular&lt;br /&gt;C.2 Ukuran Lebar&lt;br /&gt;  - B = Breadth&lt;br /&gt;  - BWL = Breadth At The Water Line&lt;br /&gt;  - EB = Extrim Breadth&lt;br /&gt;C.3 Ukuran Tegak&lt;br /&gt;  - D = Depth&lt;br /&gt;  - D = Draugth&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGIDENTIFIKASI UKURAN TONASE (TONNAGE) KAPAL&lt;br /&gt;     Tonase adalah besaran volume, karena itu satuannya adalah satuan volume dimana satu register tonase (RT) menunjukkan suatu ruangan sebesar 100 club feet atau 1/0,353 m3 atau sama dengan 2,8328 m3. Kita kenal ada 2 macam register tonase yaitu Brutto Register Tonnage (BRT) dan Netto Register Tonnage (NRT)&lt;br /&gt;1.Brutto Register Tonnage (BRT) sama dengan Gross Tonnage (GT), sama dengan  &lt;br /&gt;  isi kotor adalah volume total dari semua ruanganruangan tertutup dalam kapal  &lt;br /&gt;  dikurangi dengan volume dari sejumlah ruangan-ruangan tertentu untuk keamanan &lt;br /&gt;  kapal.&lt;br /&gt;2.Netto Register Tonnage (NRT), sama dengan Netto Tonnage (NT), sama dengan isi &lt;br /&gt;  bersih, adalah isi kotor dikurangi dengan sisi sejumlah ruangan-ruangan yang &lt;br /&gt;  berfungsi tidak dapat dipakai untuk mengangkut barang muatan kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkuman&lt;br /&gt;Tonase adalah besar atau volume, satuannya volume. 1 RT = 100 club feet = 2,8328 m3, ”Register Tonnage” ada dua yaitu :&lt;br /&gt;- Brutto Register Tonnage atau isi kotor.&lt;br /&gt;- Netto Register Tonnage atau isi bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SATUAN-SATUAN PERKAPALAN&lt;br /&gt;1. Isi karene (V)&lt;br /&gt;   Adalah isi dari badan kapal yang terendam di dalam air tidak termasuk kulit, tebal daun kemudi, baling-baling dan lain-lain. Isi kotor dinyatakan dalam m3 yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/Sasz22F-laI/AAAAAAAAAcc/jl6VEbi6QEg/s1600-h/Untitled-1+copy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 203px; height: 65px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/Sasz22F-laI/AAAAAAAAAcc/jl6VEbi6QEg/s400/Untitled-1+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308393603112801698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana :&lt;br /&gt;L  = Panjang garis air muat&lt;br /&gt;B  = Lebar pada garis air muat&lt;br /&gt;d  = Sarat Kapal&lt;br /&gt;Cb = koefisien balok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/Sas0QelwLiI/AAAAAAAAAck/-hanQXyr6Vc/s1600-h/Untitled-1+copy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 323px; height: 75px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/Sas0QelwLiI/AAAAAAAAAck/-hanQXyr6Vc/s400/Untitled-1+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308394043480223266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harga Cb kapal ikan berkisar 0,45 s/d 0,7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Displacement &lt;br /&gt;   Adalah berat dari karene, kalau karene V dan berat jenis air dinyatakan dengan BD maka :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/Sas2ci5iA1I/AAAAAAAAAc0/xgFP6wEC3oc/s1600-h/Untitled-1+copy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 212px; height: 40px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/Sas2ci5iA1I/AAAAAAAAAc0/xgFP6wEC3oc/s400/Untitled-1+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308396449818608466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satuan yang digunakan adalah ton.&lt;br /&gt;3. Pemindahan Air (Vs)&lt;br /&gt;Adalah volume dari air yang dipindahkan oleh badan kapal termasuk kulit, kemudi, baling-baling dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/Sas29fTOAbI/AAAAAAAAAc8/z4H1Q3l-Mtc/s1600-h/Untitled-1+copy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 111px; height: 33px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/Sas29fTOAbI/AAAAAAAAAc8/z4H1Q3l-Mtc/s400/Untitled-1+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308397015788290482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dimana :&lt;br /&gt;c  = Koefisien penambahan karat&lt;br /&gt;   = 1,00075 s/d 1,0015 untuk kapal kayu&lt;br /&gt;   = 1,00675 s/d 1,00750 untuk kapal besi&lt;br /&gt;Satuan yang digunakan adalah m3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berat Pemindahan Air (W)&lt;br /&gt;Adalah berat air yang dipindahkan oleh badan kapal secara keseluruhan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;W = Vs X BD Perairan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat pemindahan air akan sama dengan beratnya kapal secara keseluruhan satuan yang digunakan adalah ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bobot Mati (Dead weight = DWT)&lt;br /&gt;Adalah berat kapal secara keseluruhan dikurangi dengan berat kapal kosong dan inventaris tetapnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DWT = W – (Berat kapal kosong + Inventaris tetap)&lt;br /&gt;Satuan yang digunakan adalah ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkuman&lt;br /&gt;Satuan-satuan perkapalan :&lt;br /&gt;1. Isi Karene&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                         V = L X B X d X Cb (m3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Displacement&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/Sas4ZOxRCaI/AAAAAAAAAdE/YZytc5JxWRE/s1600-h/Untitled-1+copy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 191px; height: 41px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/Sas4ZOxRCaI/AAAAAAAAAdE/YZytc5JxWRE/s400/Untitled-1+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308398591898880418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pemindahan Air&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/Sas4y8D0kvI/AAAAAAAAAdM/AqxYzLQIPm4/s1600-h/Untitled-1+copy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 137px; height: 45px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/Sas4y8D0kvI/AAAAAAAAAdM/AqxYzLQIPm4/s400/Untitled-1+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308399033553031922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berat Pemindahan Air&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/Sas5GR77S5I/AAAAAAAAAdU/xtrW6C4V5W8/s1600-h/Untitled-1+copy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 208px; height: 53px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/Sas5GR77S5I/AAAAAAAAAdU/xtrW6C4V5W8/s400/Untitled-1+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308399365843012498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bobot Mati&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/Sas5iNcZRCI/AAAAAAAAAdc/1hLGYS2t7u0/s1600-h/Untitled-1+copy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 37px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/Sas5iNcZRCI/AAAAAAAAAdc/1hLGYS2t7u0/s400/Untitled-1+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308399845673354274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-6844568620330490293?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/6844568620330490293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/03/pendahuluan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/6844568620330490293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/6844568620330490293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/03/pendahuluan.html' title='MENGIDENTIFIKASI UKURAN POKOK KAPAL'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SasvTLK2RXI/AAAAAAAAAcE/_exI1UT-ayg/s72-c/1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-286392438807271967</id><published>2009-02-26T03:30:00.001+07:00</published><updated>2009-05-14T11:01:17.601+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>Lomba Penulisan Kelautan di Media Cetak Menyambut World Ocean Conference (WOC) 2009</title><content type='html'>LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;World Ocean Conference (WOC) yang bakal digelar pertengahan Mei 2009 merupakan ajang pertemuan para stakeholder kelautan terbesar. Ribuan pakar kelautan dari puluhan negara di seluruh dunia akan menghadiri WOC yang diadakan di Manado, Sulawesi Utara. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;(keterangan lebih lengkap tentang WOC bisa dilihat di http://www.woc2009.org)&lt;br /&gt;Momentum ini sangat penting mengingat Indonesia selain sebagai tuan rumah juga memiliki kepentingan agar pertemuan akbar itu berlangsung sukses dengan membawa hasil yang memuaskan. Dalam rangka itulah, sosialisasi mengenai kelautan perlu lebih digencarkan baik melalui media cetak maupun elektronik. Ini penting karena dalam abad informasi dan knowledge base society sekarang ini, peran media massa dapat menentukan arah perjalanan bangsa dan peradabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sarana efektif untuk memasyarakatkan hal itu adalah dengan mengundang penulis, baik dari kalangan wartawan maupun non wartawan untuk menuangkan gagasannya di media massa cetak. Dalam kaitan inilah Kantor Menteri Koodinasi Bidang Kesejahteraan Rakyat bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Mapiptek) dan Penerbit Buku Ilmiah Popular mengadakan lomba penulisan di media massa cetak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara ini, wartawan media cetak di daerah dan nasional terpacu minatnya untuk sebanyak-banyaknya menulis tentang kelautan dari berbagai sisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN&lt;br /&gt;Meningkatkan penyebaran informasi kelautan kepada masyarakat di Indonesia&lt;br /&gt;Menyosialisasikan masalah kelautan dalam berbagai bidang kehidupan manusia&lt;br /&gt;Menggugah dan mengembangkan minat menulis tentang masalah kelautan pada wartawan media cetak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMA LOMBA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan iptek kelautan untuk pemberdayaan masyarakat dan menyiasati perubahan iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUB TEMA LOMBA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sub tema penulisan yang dilombakan disesuaikan dengan materi yang akan dibahas dalam WOC 2009. Peserta bisa memilih salah satu dari beberapa tema berikut ini :&lt;br /&gt;Perubahan iklim dilihat dari sisi kelautan&lt;br /&gt;Iptek kelautan bagi pemberdayaan masyarakat&lt;br /&gt;Sosial dan eknomi kelautan &lt;br /&gt;Wisata bahari untuk kesejahteraan masyarakat&lt;br /&gt;Energi ramah lingkungan bersumber pada kelautan&lt;br /&gt;Bahan pangan dan kesehatan dari laut untuk kesejahteraan masyarakat&lt;br /&gt;Sumberdaya mineral, minyak dan gas bumi di laut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria Lomba&lt;br /&gt;Terbuka untuk semua penulis non wartawan dan wartawan media cetak Indonesia yang dibuktikan dengan fotokopi identitas diri (Kartu Pers dan KTP).&lt;br /&gt;Semua naskah yang akan dilombakan harus diterbitkan di media cetak mulai 1 Januari 2009 – 30 April 2009.&lt;br /&gt;Setiap peserta dapat mengirimkan lebih dari satu tulisan (masing-masing rangkap tiga) dalam bentuk fotokopi kliping tulisan atau scanning tulisan yang termuat jika mengirim via email.&lt;br /&gt;Panitia berhak menggunakan karya tersebut untuk keperluan publikasi dan promosi pihak penyelenggara.&lt;br /&gt;Keputusan dewan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat&lt;br /&gt;Batas akhir penerimaan naskah tanggal 3 Mei 2009 (sudah diterima panitia)&lt;br /&gt;Naskah dikirim ke :&lt;br /&gt;Panitia Lomba Penulisan Kelautan di Media Cetak&lt;br /&gt;Humas Kementerian Koordinator Bidang Kesra &lt;br /&gt;Jl. Medan Merdeka Barat No. 3 Jakarta&lt;br /&gt;Email : mapiptek@cbn. net.id atau mapiptek@yahoo. com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiah&lt;br /&gt;Karya Terbaik untuk kategori Wartawan&lt;br /&gt;Juara I : Uang Rp 15.000.000,- + plakat + piagam&lt;br /&gt;Juara II : Uang Rp 10.000.000,- + plakat + piagam&lt;br /&gt;Juara III: Uang Rp 5.000.000,- + plakat + piaga&lt;br /&gt;Juara Harapan : Dipilih 1 pemenang @ Rp 1.000.000,-&lt;br /&gt; Karya Terproduktif untuk kategori Wartawan&lt;br /&gt;Juara : Uang Rp 10.000.000,- + plakat + piagam&lt;br /&gt;Karya Terbaik untuk kategori Non Wartawan&lt;br /&gt;Juara I : Uang Rp 15.000.000,- + plakat + piagam&lt;br /&gt;Juara II : Uang Rp 10.000.000,- + plakat + piagam&lt;br /&gt;Juara III: Uang Rp 5.000.000,- + plakat + piaga&lt;br /&gt;Juara Harapan : Dipilih 1 pemenang @ Rp 1.000.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-286392438807271967?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/286392438807271967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/02/lomba-penulisan-kelautan-di-media-cetak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/286392438807271967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/286392438807271967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/02/lomba-penulisan-kelautan-di-media-cetak.html' title='Lomba Penulisan Kelautan di Media Cetak Menyambut World Ocean Conference (WOC) 2009'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-500348005029007872</id><published>2009-02-24T15:35:00.003+07:00</published><updated>2009-05-14T11:01:17.602+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>Istilah – Istilah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SaOz43hOQJI/AAAAAAAAAas/V8MD0F5XjKI/s1600-h/th_fish.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 96px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SaOz43hOQJI/AAAAAAAAAas/V8MD0F5XjKI/s320/th_fish.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306282575529918610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bujur&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ialah busur terkecil pada katulistiwa, dihitung mulai dari derajah nol sampai derajah yang melalui tempat itu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Derajah (meridian)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ialah lingkaran besar di bumi yang berjalan dari kutub ke kutub.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Derajah nol&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ialah derajah yang melalui Greenwich (bagian kota London); disebut juga derajah pertama.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Deviasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ialah sudut antara arah Um dan arah Up sebagai akibat dari pengaruh magnetisme kapal.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Draft/berat benaman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ialah tingginya garis air yang berada pada bagian bawah kulit kapal yang merupakan kumulasi dari berat kapal secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Garis haluan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ialah garis lurus di peta laut yang ditempuh oleh kapal.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Haluan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ialah sudut antara garis haluan dan salah satu dari ketiga arah utara.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Haluan magnet&lt;/span&gt; (Hm)&lt;/span&gt; ialah sudut antara garis haluan dan arah Utara magnet.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Haluan pedoman (Hp)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ialah sudut antara garis haluan dan arah Utara pedoman.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Haluan sejati (Hs)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ialah sudut antara garis haluan dan arah Utara sejati.&lt;br /&gt;Jajar (paralel) ialah lingkaran kecil di bumi yang berjalan sejajar dengan&lt;br /&gt;katulistiwa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jauh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ialah jarak yang ditempuh oleh kapal dalam waktu tertentu sepanjang permukaan bumi, dinayatakan dalam mil laut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Laju &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ialah banyaknya mil laut yang ditempuh oleh kapal tiap jam.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lata (Range)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ialah selisih antara High Water dan Low Water.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lintang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ialah busur derajah yang melalui tempat tertentu, dihitung mulai dari katulistiwa sampai jajar tempat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Loksodrom&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ialah garis lurus di peta laut yang membentuk sudut-sudut yang&lt;br /&gt;sama dengan semua derajah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Loksodrom istimewa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ialah derajah-derajah, jajar-jajar, dan katulistiwa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mil laut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ialah menit dari lingkaran besar pada bumi yang berbentuk bola; 1 mil&lt;br /&gt;laut = 1 (852 meter).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Navigator&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ialah orang (perwira) yang mengendalikan kapal.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasang (Floud)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ialah gerakan naik turun air laut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pedoman gyro/gasing&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ialah terjadi oleh penerapan hukum-hukum gyroskop pada bumi yang berotasi, merupakan instrumen penunjuk arah yang dapat memberikan arah acuan yang tidak banyak menyimpang dari arah derajah dibumi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pedoman magnet&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ialah terjadi oleh adanya medan magnet bumi di sekeliling bumi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rimban&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ialah sudut yang terbentuk antara garis lunas kapal/haluan yang dikemudikan dengan garis hasil yang dilayari (akibat adanya pengaruh angin dan atau arus).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sembir &lt;/span&gt;(salah tunjuk)&lt;/span&gt; ialah sudut antara arah Us dan arah Up.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surut (Ebb&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt; ialah gerakan turun dari air laut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tempat tiba&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ialah tempat dimana kapal tiba atau kemana kita ingin pergi (lintang/bujur tiba).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tempat tolak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ialah tempat dari mana kapal berlayar (lintang/bujur tolak).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Variasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ialah sudut antara arah Us dengan arah Um, hanya karena pengaruh magnetisme bumi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-500348005029007872?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/500348005029007872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/02/istilah-istilah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/500348005029007872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/500348005029007872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/02/istilah-istilah.html' title='Istilah – Istilah'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/SaOz43hOQJI/AAAAAAAAAas/V8MD0F5XjKI/s72-c/th_fish.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2817651795114405431.post-3323506171568600639</id><published>2009-02-24T15:14:00.003+07:00</published><updated>2009-05-14T11:01:17.602+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>Rusia Tembak Kapal Kargo China</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://d.yimg.com/hb/xp/dtik/20090223/17/4193870419-china-sikap-rusia-tak-bisa-diterima.jpg?x=180&amp;y=180&amp;sig=jUxYb9tE.joqDBCfkyW4NQ--"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 180px;" src="http://d.yimg.com/hb/xp/dtik/20090223/17/4193870419-china-sikap-rusia-tak-bisa-diterima.jpg?x=180&amp;y=180&amp;sig=jUxYb9tE.joqDBCfkyW4NQ--" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Insiden penembakan kapal kargo China berawak Indonesia di perairan Vladivostok, Rusia menimbulkan protes keras pemerintah China. Sikap Rusia atas tenggelamnya kapal tersebut setelah ditembaki pasukan Rusia sangat tak bisa diterima.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Zhang Xiyun, pejabat Kementerian Luar Negeri China telah menyampaikan hal itu pada Konselor Menteri Rusia untuk China Morgulov Igor seperti dilansir Xinhua, Minggu (22/2/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Zhang, sikap Kementerian Luar Negeri Rusia mengenai insiden itu "sulit dipahami dan tidak bisa diterima" oleh China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal kargo New Star milik China tenggelam di perairan dekat Vladivostok, Rusia pada Minggu, 15 Februari lalu setelah ditembaki pasukan penjaga pantai Vladivostok. Kapal tersebut mengangkut 16 ABK yang terdiri dari 6 WNI dan 10 warga China. Tiga ABK Cina dilaporkan selamat, namun ABK WNI hingga kini masih hilang. ABK WNI itu termasuk 7 dari awak kapal yang belum ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Menteri Luar Negeri China Li Hui telah memanggil Duta Besar Rusia Sergei Razov terkait insiden ini. Li mendesak otoritas Rusia menyelesaikan investigasi atas insiden tersebut secepatnya. Li juga menyerukan Rusia mengerahkan segenap upaya untuk mencari ABK yang masih hilang.&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://id.news.yahoo.com/dtik/20090223/twl-china-sikap-rusia-tak-bisa-diterima-1ac1e41.html"&gt;Detik Com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2817651795114405431-3323506171568600639?l=perikanan-tangkap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/feeds/3323506171568600639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/02/rusia-tembak-kapal-kargo-china.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/3323506171568600639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2817651795114405431/posts/default/3323506171568600639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perikanan-tangkap.blogspot.com/2009/02/rusia-tembak-kapal-kargo-china.html' title='Rusia Tembak Kapal Kargo China'/><author><name>ZoloYankey</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02454426589015169473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_owMShcRB3oY/TKOrckAn_ZI/AAAAAAAABhU/yMcJglu51pI/S220/Zabar+SMK.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
